356 Koperasi Merah Putih di Gresik Sudah Berbadan Hukum, 259 Gerai Rampung

GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Kamis, 22 Oktober 2026.

Rakor ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat penyelesaian pembangunan gerai, memastikan kesiapan operasional, serta menyusun tindak lanjut yang terukur.

Rakor dihadiri Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf. Fadly Subur Karamaha, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, seluruh kepala OPD di lingkungan Pemkab Gresik, camat, dan kepala desa se-Kabupaten Gresik.

Berdasarkan data, Kabupaten Gresik memiliki 356 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah berbadan hukum, terdiri dari 330 koperasi desa dan 26 koperasi kelurahan.

Perkembangan pembangunan per 19 Oktober 2026, sebanyak 259 gerai selesai dibangun, 6 gerai dalam pengerjaan, dan 91 gerai belum dibangun. Capaian ini meningkat dibanding data per 14 September 2026 yang mencatat 256 gerai selesai.

Untuk memastikan kesiapan operasional, sebanyak 190 KDKMP ditetapkan sebagai sasaran verifikasi dan validasi. Penetapan mengacu pada data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (SIMKOPDES) serta rekomendasi lokasi siap verifikasi oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).

Wakil Bupati dr. Asluchul Alif mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembentukan dan pengembangan Koperasi Merah Putih.

Menurutnya, rakor ini menjadi momentum menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi lintas sektor agar program strategis nasional berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat.

“Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, Koperasi Merah Putih merupakan instrumen penting dalam membangun kemandirian ekonomi desa dan kelurahan, memperkuat distribusi kebutuhan masyarakat, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Di Gresik, 356 koperasi sudah berbadan hukum,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia menegaskan, 356 koperasi berbadan hukum adalah modal awal. Namun keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah koperasi dan bangunan gerai, melainkan kemampuan beroperasi optimal, menjalankan usaha produktif, dan memberi manfaat bagi anggota dan masyarakat.

Wabup Alif juga menyoroti peran manajer Koperasi Merah Putih sebagai penggerak utama operasional. Manajer dituntut profesional, mampu mengidentifikasi potensi ekonomi wilayah, menyusun strategi usaha, membangun kemitraan, serta mengelola bisnis secara terencana dan akuntabel.

Selain profesionalisme manajer, sinergi antara manajer, pengurus, dan pengawas menjadi faktor penting untuk memastikan tata kelola berjalan baik.

“Harapannya masing-masing pihak menjalankan tugas dan kewenangannya secara proporsional, sekaligus mendorong inovasi dan pengembangan usaha yang memberi nilai tambah,” ujar Wabup Alif.

Melalui rakor ini, Pemkab mendorong percepatan operasionalisasi lewat penyelesaian pembangunan gerai, verifikasi dan validasi kesiapan lokasi, serta penguatan tata kelola dan pengelolaan usaha.

Ke depan, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru di Gresik, meningkatkan kesejahteraan, menjadi wadah pengembangan produk unggulan desa/kelurahan, memperluas akses pasar UMKM, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

356 Koperasi Merah Putih di Gresik Sudah Berbadan Hukum, 259 Gerai Rampung Selengkapnya

Wabup Gresik Luncurkan GEMMA KIA, Dorong Optimalisasi Buku Kesehatan Ibu Anak

GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik meluncurkan program GEMMA KIA di Hotel Aston Gresik, Kamis, 22 Oktober 2026.

Program ini diluncurkan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif bersamaan dengan seminar yang dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Gresik, Ketua Pokja Bunda PAUD, kepala OPD terkait, kepala puskesmas se-Kabupaten Gresik, kader kesehatan, Bunda PAUD, guru PAUD, dan perwakilan organisasi profesi.

GEMMA KIA atau Gerakan Mengisi dan Memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak diinisiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Asluchul Alif menegaskan komitmen Pemkab meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Ia menyebut angka kematian ibu pada 2026 masih meningkat dibanding 2025, sementara prevalensi stunting belum menunjukkan penurunan signifikan.

“Upaya ini membutuhkan kerja bersama dan keterlibatan seluruh pihak agar hasilnya semakin optimal,” ujar dokter Alif, sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan, lebih dari 98 persen ibu hamil di Gresik telah memiliki Buku KIA yang dibagikan gratis melalui puskesmas. Capaian itu harus diimbangi dengan pemanfaatan optimal oleh ibu hamil, ibu balita, keluarga, kader, dan tenaga kesehatan.

“Buku KIA bukan sekadar buku yang harus dimiliki, tetapi menjadi panduan penting untuk memahami kondisi kesehatan ibu dan anak, mengenali tanda bahaya, serta memantau tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Menurutnya, Buku KIA memuat edukasi sekaligus menjadi sarana pencatatan. Ibu hamil dan ibu balita perlu membaca, memahami, dan mengisi informasi terkait kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Suami dan keluarga juga harus dilibatkan.

Keterlibatan kader kesehatan dan guru PAUD dinilai penting untuk memperkuat edukasi dan pemantauan. Keduanya diharapkan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan dalam pendampingan, pencatatan, dan stimulasi tumbuh kembang anak.

“Melalui GEMMA KIA, kader kesehatan, guru PAUD, dan tenaga kesehatan harus memperkuat kolaborasi. Pendampingan dan edukasi berkelanjutan sangat penting,” tegasnya.

Pengisian Buku KIA yang konsisten dapat membantu meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda bahaya kehamilan dan risiko gangguan kesehatan anak, sehingga penanganan bisa dilakukan cepat dan tepat.

Untuk mendukung kegawatdaruratan, Pemkab Gresik juga menyediakan layanan panggilan darurat 112, termasuk untuk kondisi darurat ibu dan anak.

“Saya berharap GEMMA KIA tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama yang diterapkan konsisten di masyarakat. Tujuannya menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan prevalensi stunting,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Gresik dr. Mukhibatul Khusnah menyampaikan tren kematian ibu dan bayi belum menunjukkan penurunan signifikan. Hingga Oktober 2026, kematian ibu tercatat 16 kasus, meningkat dari 11 kasus pada 2025.

“Kondisi ini menjadi perhatian serius. Diperlukan penguatan pencegahan melalui keterlibatan seluruh pihak,” ujarnya.

Kepemilikan Buku KIA di Gresik memang sudah 98 persen, namun pengisian dan pemanfaatannya belum optimal.

“Buku KIA bukan sekadar catatan, tetapi instrumen penting untuk memantau kondisi ibu dan anak, mengenali tanda bahaya sejak dini, serta mendukung pengambilan keputusan pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Melalui GEMMA KIA, Dinkes mengajak komitmen bersama memastikan Buku KIA diisi lengkap dan dimanfaatkan berkelanjutan. Kegiatannya meliputi komitmen pengisian lengkap oleh ibu hamil, ibu balita, kader, guru PAUD, dan nakes, pemberian notifikasi tanda bahaya kehamilan dan nifas oleh kader, penyampaian nomor panggilan kegawatdaruratan maternal dan neonatal, serta pemberian penandaan Anak Pra Sekolah (APRAS) Paripurna.

“Keberhasilan GEMMA KIA tidak hanya diukur dari tingginya kepemilikan, tetapi dari kelengkapan pengisian dan pemanfaatan sehari-hari,” ungkapnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Luncurkan GEMMA KIA, Dorong Optimalisasi Buku Kesehatan Ibu Anak Selengkapnya

Membanggakan! SMPN 2 Gresik Satu-satunya di Gresik Lolos 30 Sekolah Energi Berdikari Pertamina se-Indonesia

GRESIK, 1minute.id – UPT SMP Negeri 2 Gresik atau SPENDAGRES terpilih sebagai Sekolah Energi Berdikari (SEB). Satu-satunya di Kota Santri, Kabupaten Gresik. Satu dari 30 sekolah di Indonesia.

Capaian ini membanggakan dunia pendidikan. Bagi civitas UPT SMP Negeri 2 Gresik, terpilih sebagai SEB yang diinisiasi Pertamina merupakan sebuah kepercayaan sekaligus kesempatan untuk memperkuat komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Program ini sejalan dengan semangat SPENDAGRES untuk tidak hanya mencetak murid yang cerdas secara akademik, tetapi juga peduli lingkungan, mampu berpikir kritis dan kreatif, serta memiliki keterampilan menghadapi tantangan masa depan.

Pada Rabu, 21 Oktober 2026, tim Universitas Pertamina hadir langsung ke sekolah yang berlokasi di Jalan KH Kholil Gresik untuk kunjungan awal dan pengenalan program SEB. Kegiatan tersebut dihadiri dosen Universitas Pertamina, Bob Adyari dan Zahra Akbari A.

Rombongan disambut langsung Kepala SPENDAGRES, Mohammad Salim.

Menurut Salim, Sekolah Energi Berdikari merupakan program yang diarahkan untuk membangun pengetahuan, keterampilan, kepedulian, dan aksi nyata generasi muda di bidang lingkungan, energi, teknologi, serta keberlanjutan.

Melalui program ini, pembelajaran tidak berhenti pada teori di dalam kelas. “Siswa akan diajak mengamati, mencoba, mengolah, menciptakan, dan menerapkan solusi secara langsung di lingkungan sekolah,” kata Salim.

Program SEB dirancang melalui beberapa tahapan, mulai dari asesmen berbasis kondisi sekolah, sosialisasi SEB, pembentukan komunitas lingkungan (KCL), edukasi STEM, implementasi infrastruktur teknologi, pelatihan guru, proyek inovasi murid di bidang lingkungan, monitoring, hingga evaluasi.

Salah satu daya tarik utama adalah implementasi infrastruktur teknologi lingkungan. “SPENDAGRES berkesempatan mengembangkan berbagai inovasi, di antaranya panel surya atau PLTS, coding lingkungan, laboratorium kimia lingkungan, smart eco garden, smart water, biopori, smart waste bin, serta smart eco school untuk mendukung penghematan energi, khususnya penggunaan cahaya di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Menariknya, program ini juga memberikan kesempatan bagi satu murid untuk menjadi Green Warrior. Murid terpilih akan mendapatkan pembinaan sekaligus berkesempatan memperoleh beasiswa. Kehadiran Green Warrior diharapkan menjadi penggerak dan teladan dalam membangun budaya peduli lingkungan di sekolah.

“Dari sekolah, untuk bumi. Dari ide sederhana, menjadi aksi nyata. UPT SMP Negeri 2 Gresik siap menjadi bagian dari generasi yang belajar, bergerak, dan berdampak untuk murid,” tegas Salim. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Membanggakan! SMPN 2 Gresik Satu-satunya di Gresik Lolos 30 Sekolah Energi Berdikari Pertamina se-Indonesia Selengkapnya

Warga Berburu Sembako Berkualitas dan Murah di  Gerakan Pangan Murah Pemkab Gresik

GRESIK, 1minute.id – Dinas Pertanian Kabupaten Gresik kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Rabu, 21 Oktober 2026. 

Kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan di tingkat masyarakat. Harga juga terjangkau sekaligus menekan laju inflasi daerah menjelang akhir tahun.

Komoditas pangan strategis yang paling dibutuhkan masyarakat, antara lain, Mulai beras SPHP (Bulog), beras premium, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, daging ayam beku, hingga beraneka produk olahan pangan beku.

​Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil, menegaskan bahwa GPM merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk mendekatkan akses pangan pokok kepada masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen maupun konsumen.

​”Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu upaya Pemkab Gresik untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau,” kata Washil. 

“Selain itu, kegiatan ini mendukung pengendalian inflasi daerah serta memperkuat daya beli masyarakat,” ia melanjutkan. 

Antusiasme masyarakat tinggi. Bahkan, datang sebelum GPM dibuka. Harapannya bisa mendapatkan sembako berkualitas, dan tidak merogoh kocek terlalu dalam. 

Aryanti, misalnya. Perempuan 40 tahun memborong sekarung beras SPHP kemasan 5 kg, minyak goreng, gula, bawang putih, hingga cabai rawit.

​”Kalau harga di sini jelas lebih murah daripada di pasar. Lumayan sekali selisihnya. Pasar murah seperti ini sangat membantu masyarakat kecil, saya berharap kegiatan ini sering-sering diadakan,” kata Aryanti yang diamini warga lainnya. 

​Melalui penyelenggaraan GPM secara berkala, Pemkab Gresik berharap ketahanan pangan daerah makin solid, ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, dan beban ekonomi masyarakat dapat terkurangi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Warga Berburu Sembako Berkualitas dan Murah di  Gerakan Pangan Murah Pemkab Gresik Selengkapnya

TPA Ngipik Terhubung: Dari 250 Kubik Sampah Harian Jadi Energi 

GRESIK, 1minute.id – TPA Ngipik di Jalan Prof. Moh. Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, adalah TPA terbesar di Kota Industri, Kabupaten Gresik. Saban hari, 250 hingga 300 meter kubik sampah rumah tangga dibuang ke kawasan industri ini. Bertahun-tahun, tumpukan menggunung menjadi beban.

Pada Kamis, 29 Februari 2024, Pemkab Gresik meresmikan TPST Belahanrejo, Kecamatan Kedamean untuk menampung sampah rumah tangga dari Kecamatan Kedamean, Wringinanom, dan Driyorejo, yang sebelumnya dibuang di TPA Ngipik. Kedua lokasi telah dilengkapi mesin RDF.

“Mesin RDF ini sudah diinstal di TPA Ngipik, dan hari ini bisa kita saksikan bersama sudah siap beroperasi juga di TPST Belahanrejo. Dengan mesin ini berkapasitas 2,5 ton/jam ini, sampah yang masuk bisa diolah dan menghasilkan 8 ton olahan RDF setiap harinya,” jelas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada 29 Februari 2024.

Dua tahun kemudian, pada 24 Februari 2026, Bupati Gresik meresmikan pengoperasian TPST Ngipik dengan mesin Mining Landfill berkapasitas 25 ton/jam. Metode pertama di Kota Industri ini membongkar sampah lama yang menumpuk lebih dari 10 tahun, mencacah, dan mengolahnya menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) — bahan bakar alternatif pengganti batu bara untuk Pabrik Semen Indonesia di Tuban.

FOTO 1 : Kondisi TPA Ngipik Gresik di Jl Prof Moh Yamin , Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik sebelum transformasi, menampung 250-300 m³ sampah rumah tangga per hari pada 2023. ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
FOTO 2 : Pemulung memilah manual di gunungan sampah TPA Ngipik, 2023. ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
FOTO 3 : Landfill Mining 25 ton/jam di TPA Ngipik, pengembangan dari mesin RDF 2,5 ton/jam. Mesin 2,5 ton/jam diresmikan 29 Februari 2024 di TPST Belahanrejo dan mesin 25 ton/jam diresmikan 24 Februari 2026 di TPST Ngipik. Foto diambil Senin, 19 Oktober 2026. (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
FOTO 4 : Pilah sistematis sampah menjadi RDF, bahan bakar alternatif untuk Pabrik Semen Indonesia di Tuban. Foto diambil Senin, 19 Oktober 2026. (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
FOTO 5 : Pak Ali, 70, asal Malang. Hampir 35 tahun sebagai pemulung di TPA Ngipik beristirahat di bedeng kayunya. Memiliki 3 anak yang dibesarkan dari hasil memilah sampah. Ia menjadi saksi dari manual 2,5 ton/jam hingga 25 ton/jam. Foto diambil Sabtu, 17 Oktober 2026. (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dari sistem manual berkarung goni menjadi sistem pilah industri dengan keranjang biru yang tercatat. Dari mengolah sampah baru menjadi membongkar sejarah sampah 10 tahun. Sampah Gresik yang terdata di Ngipik dan Belahanrejo kini terhubung menjadi energi yang tumbuh dan terjaga rantai pasoknya hingga ke Tuban. Inilah wajah Terhubung, Tumbuh, Terjaga. (yad) 

Editor : Chusnul Cahyadi 

TPA Ngipik Terhubung: Dari 250 Kubik Sampah Harian Jadi Energi  Selengkapnya

Polres Gresik Bongkar Jaringan Narkoba di Kecamatan Menganti, Sita Sabu-sabu 31,81 Gram 

GRESIK, 1minute.id –  Satresnarkoba Polres Gresik membongkar peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Sebanyak 12 orang diamankan dengan barang bukti yang disita seberat 31,81 gram. 

Sebanyak 5 dari 12 orang yang diamankan ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan, 7 orang lainnya diajukan untuk menjalani asesmen rehabilitasi melalui BNNK Gresik.

Pengungkapan jaringan ini bermula dari laporan masyarakat melalui layanan Cak Rama, layanan pengaduan yang disediakan Polres Gresik.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang kami terima melalui Cak Rama terkait dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah Menganti. Informasi tersebut kemudian kami tindak lanjuti dengan penyelidikan hingga berhasil mengungkap jaringan ini,” ujar Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution saat press release di Mapolres Gresik pada Senin, 19 Oktober 2026. 

Dari penyelidikan tersebut, petugas Satresnarkoba Polres Gresik kali pertama mengamankan terduga pengedar berinisial MAR. Pemuda 24 tahun ditangkap di rumahnya di Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, pada Sabtu, 10 Oktober 2026 sekitar pukul 16.30 WIB.

Polisi secara maraton hingga pukul 21.30 WIB atau selama 7 jam mengamankan terduga lainnya yakni berinisial AI, 23. Berikutnya, AFR, 29, seorang sopir truk ekspedisi, di tempat kosnya di Desa Setro. Lalu, MAG, 37, di Desa Sidojangkung dan RA, 39, di Desa Gempolkurung. 

Kelima tersangka ini, semuanya dari Kecamatan Menganti. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 30 plastik klip berisi kristal putih yang diduga sabu dengan berat total netto sekitar 31,811 gram.

Selain sabu, barang bukti lain yang diamankan berupa enam timbangan elektrik, 10 potong sedotan plastik, tiga bungkus plastik klip kosong, empat unit handphone, dua alat hisap atau bong, uang tunai Rp 1,45 juta dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio.

AKBP Ramadhan menegaskan, para tersangka diduga mengedarkan sabu untuk mendapatkan keuntungan ekonomi sekaligus agar bisa mengonsumsi narkotika secara gratis.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat sejumlah pasal dalam Undang-Undang Narkotika dan ketentuan pidana lainnya, di antaranya Pasal 114 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta pasal terkait lainnya.

Kapolres Gresik juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

“Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan terkait narkotika, melalui Call Center Polri 110 maupun layanan Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006,” tutupnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Polres Gresik Bongkar Jaringan Narkoba di Kecamatan Menganti, Sita Sabu-sabu 31,81 Gram  Selengkapnya

Dari TPA Ngipik untuk Tuban: Gunungan 10 Tahun yang Menunggu Jadi Energi

GRESIK, 1minute.id — Di TPA Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, gunungan sampah setinggi bukit telah menumpuk lebih dari 10 tahun. Bila hujan baunya menyengat, kemarau debunya beterbangan, dan burung kuntul di atasnya. Di kejauhan cerobong pabrik Manyar dan Tuban menjulang menunggu bahan bakar.

Gunungan inilah yang kini diperebutkan menjadi energi.

Sejak 24 Februari 2026, Pemkab Gresik meresmikan Landfill Mining 25 ton per jam. Metode pertama di Kota Industri ini membongkar sampah lama, mencacah, dan mengolahnya menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) — bahan bakar alternatif pengganti batu bara untuk Pabrik Semen Indonesia di Tuban.

Jika tidak dikelola, sampah menjadi beban lingkungan, sosial, bahkan ekonomi. Pengadaan fasilitas melalui APBD Kabupaten Gresik 2025 sebesar Rp 6 miliar bukan sekadar belanja alat. Melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas lingkungan dan generasi mendatang.

Sebelumnya hanya 20 ton per hari yang bisa diolah sejak 2023. Kini targetnya menghabiskan warisan dekade lalu.

Gunungan itu kini tidak lagi dibiarkan. Di fasilitas TPST, dua pekerja tampak membawa keranjang biru berisi material sampah. Papan SOP Keselamatan Kerja terpampang di sisi mesin, menandai standar pengelolaan energi yang aman.

Prosesnya berlanjut. Dua petugas tampak mengwadahi RDF hasil cacahan ke dalam keranjang. Di belakangnya, gunungan RDF menggunung, siap kirim. Mesin trommel screen dan shredder berderak, mengubah sampah plastik dan residu menjadi cacahan bernilai kalor.

Transisi energi ini mengubah nasib manusia di dalamnya. Pak Mamik, 60, asal Banyuwangi, telah memulung di Ngipik sejak 1992 untuk 6 cucunya. Sejak 2024, saat mesin Landfill Mining beroperasi, pemulung dilarang naik ke gunungan. Kini ia beralih menjadi petugas kebersihan TPA.

“Dulu bebas mulung di atas, sekarang tidak boleh karena ada mesin. Sekarang jadi petugas kebersihan di sini,” ujar Pak Karim di bedeng tripleknya.

Truk-truk kuning tetap hilir mudik. Sampah baru terus datang, truk keluar TPA setelah bongkar muatan. Gunungan lama belum habis, gunungan baru terus tumbuh.

Di sinilah Swasembada Energi itu nyata: bukan di ruang rapat, tapi di atas gunungan sampah yang diolah menjadi energi. Dari TPA Ngipik, Gresik, sampah yang dulu jadi masalah, kini menjadi bahan bakar energi mandiri Indonesia. (yad)

Berikut Foto Cerita Sampan jadi Energi, Lokasi TPA Ngipik, Gresik

FOTO 1 : Petugas menyapu di depan gerbang TPA Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik saat sebuah truk sampah merah melintas masuk pada Senin, 19 Oktober 2026.  Setelah membongkar sampah, truk keluar membawa residu. TPA ini menerima sampah baru setiap hari di tengah upaya pengolahan gunungan sampah lama yang menumpuk lebih dari 10 tahun menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai energi mandiri. ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
FOTO 2 : Arsip Januari 2023 – Seorang pemulung memilah sampah di atas gunungan TPA Ngipik, Gresik. Fraksi plastik dan kain yang ia kumpulkan menjadi bahan baku Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bioenergi pengganti batu bara. Gunungan ini menumpuk lebih dari 10 tahun. Pemkab Gresik menargetkan gunungan warisan ini habis melalui fasilitas Landfill Mining 25 ton per jam senilai APBD Rp 6 miliar yang diresmikan 24 Februari 2026. ( Foto Dokumentasi : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
FOTO 3 :  Dua pekerja membawa material sampah di fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) TPA Kelurahan Ngipik, Gresik pada Senin, 19 Oktober 2026. Terlihat papan SOP keselamatan kerja di sisi fasilitas Landfill Mining 25 ton per jam senilai APBD Rp 6 miliar. Fasilitas ini mengolah sampah lama menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai energi mandiri pengganti batu bara untuk Pabrik Semen Indonesia di Tuban. (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
FOTO 4 : Dua petugas mengwadahi Refuse Derived Fuel (RDF) hasil cacahan sampah ke dalam keranjang biru di TPA Kelurahan Ngipik, Gresik pada Senin, 19 Oktober 2026. Tumpukan RDF di belakangnya merupakan hasil olahan sampah lama yang menumpuk lebih dari 10 tahun melalui fasilitas Landfill Mining 25 ton per jam senilai APBD Rp 6 miliar. RDF tersebut akan dikirim sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara ke Pabrik Semen Indonesia di Tuban, mengurangi ketergantungan energi fosil impor dan mendukung target zero emisi. ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id )
FOTO 5 : MESIN & GUNUNGAN RDF : Dua pekerja mengoperasikan fasilitas Landfill Mining 25 ton per jam di TPA Kelurahan Ngipik, Gresik pada Senin, 19 Oktober 2026. Terlihat gunungan material Refuse Derived Fuel (RDF) hasil cacahan sampah lama yang telah menumpuk lebih dari 10 tahun. Fasilitas APBD Rp 6 miliar ini memproses sampah menjadi bioenergi yang akan dikirim ke Pabrik Semen Indonesia di Tuban untuk mendukung swasembada energi mandiri. ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
FOTO 6 : Pak Mamik, 60, duduk di bedengnya di area TPA Kelurahan Ngipik, Gresik pada Senin, 19 Oktober 2026. Pria asal Banyuwangi dengan 6 cucu ini menjadi pemulung di Ngipik sejak 1992. Sejak 2023, saat fasilitas Landfill Mining beroperasi untuk mengolah sampah menjadi RDF, pemulung dilarang beraktivitas di gunungan. Kini ia beralih menjadi petugas kebersihan TPA, bagian dari rantai produksi bioenergi untuk Semen Indonesia Tuban. (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Editor : Chusnul Cahyadi

Dari TPA Ngipik untuk Tuban: Gunungan 10 Tahun yang Menunggu Jadi Energi Selengkapnya

Medsos Riuh Kelangkaan BBM, Polres Gresik Turun Tangan Pastikan Stok di Sejumlah SPBU. Ini Hasilnya !

GRESIK, 1minute.id – Polres Gresik mulai turun tangan menyikapi kabar kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan ramai diperbincangkan, termasuk di media sosial. Polisi pun meminta warga Gresik tidak panik.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memimpin langsung pengecekan dan memastikan ketersediaan BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) masih aman. 

“Masyarakat Gresik tidak perlu panic buying. Kami sudah melakukan pengecekan di sejumlah SPBU dan stok BBM masih tersedia serta kondisi secara umum normal,” ujar Kapolres Gresik, Minggu, 18 Oktober 2026.

Pengecekan dilakukan secara bertahap di sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Suci, Manyar, Sukomulyo, serta dua di kawasan Roomo. Semuanya di Kecamatan Manyar. Berikutnya, SPBU Dahanrejo (Kebomas) dan Bungah (Bungah).

Dari hasil pengecekan tersebut, petugas menemukan stok BBM masih tersedia. Meski demikian, terdapat informasi bahwa distribusi BBM ke sejumlah SPBU di Gresik sempat mengalami keterlambatan.

Kondisi itu terjadi setelah pengambilan BBM untuk beberapa SPBU di Gresik beberapa kali dialihkan dari Depo Surabaya ke Depo Tuban sejak akhir September.

Peralihan tersebut berdampak pada waktu pengisian stok di sejumlah SPBU. Namun, berdasarkan pengecekan terbaru, pengambilan BBM sudah mulai kembali dilakukan dari Depo Surabaya sehingga distribusi ke SPBU dapat berjalan lebih tepat waktu.

Kapolres menegaskan, jajaran Polres Gresik akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan situasi tetap kondusif dan kebutuhan BBM masyarakat tetap terlayani.

“Kami terus melakukan pengawasan di lapangan. Jika masyarakat menemukan adanya dugaan kelangkaan, antrean tidak wajar, atau persoalan lain terkait distribusi BBM, silakan segera dilaporkan agar bisa kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, terutama informasi di media sosial yang berpotensi menimbulkan kepanikan.

Masyarakat yang menemukan persoalan atau membutuhkan bantuan kepolisian dapat menyampaikan laporan melalui Call Center Polri 110 atau Lapor Cak Rama 081188002006.

Polres Gresik memastikan pemantauan terhadap SPBU akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar distribusi BBM kepada masyarakat berjalan lancar. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Medsos Riuh Kelangkaan BBM, Polres Gresik Turun Tangan Pastikan Stok di Sejumlah SPBU. Ini Hasilnya ! Selengkapnya

Gresik Bersholawat: Cuaca Panas, Hati Sejuk, Gus Yani Ajak Masyarakat Perkuat Doa dan Kebersamaan

GRESIK, 1minute.id – Ribuan jemaah memadati halaman Kantor Bupati Gresik pada Kamis malam, 15 Oktober 2026. Mereka datang dari berbagai daerah, seperti Gresik, Lamongan, Sidoarjo, hingga Surabaya.

Kedatangan mereka untuk ngalap berkah dalam acara Gresik Bersholawat bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf bersama Majelis Taklim dan Sholawat Az-Zahir dari Pekalongan dan KH. Ahmad Anwar Zahid, Pengasuh Pondok Pesantren Sabilunnajah Bojonegoro.

Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Asluchul Alif, bersama jajaran Forkopimda juga hadir berzikir dan bersholawat. Lantunan selawat membuat cuaca Gresik yang mencapai 37-40 derajat terasa sejuk di hati para jemaah.

Kegiatan religi ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW, serta memanjatkan doa bagi keberkahan dan keselamatan masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tawasul, kemudian dilanjutkan dengan bacaan selawat yang dipimpin Habib Ali Zainal Abidin Assegaf bersama Majelis Taklim dan Sholawat Az-Zahir. Jamaah terlihat khusyuk mengikuti setiap lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang akrab disapa Gus Yani, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran para alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh jamaah.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh jamaah dan elemen masyarakat yang telah hadir. Semoga majelis sholawat ini semakin mempererat kekompakan kita serta menambah kecintaan kita kepada junjungan Nabi Agung Muhammad SAW,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gresik. Gus Yani juga mengajak jemaah untuk bersama-sama memanjatkan doa agar daerah senantiasa dalam lindungan Allah SWT, dijauhkan dari musibah, serta diberikan kemakmuran dan kesejahteraan.

“Mudah-mudahan Gresik senantiasa diberi keberkahan oleh Allah SWT, dijauhkan dari segala musibah dan bencana, serta doa-doa kita dikabulkan. Semoga hujan segera turun dan menjadi pembawa keberkahan, serta seluruh jamaah yang hadir diberikan rezeki yang melimpah dan barokah,” tambahnya.

Selain mendoakan Kabupaten Gresik, Gus Yani mengajak masyarakat menunjukkan kepedulian kepada daerah lain yang tengah menghadapi musibah.

“Mari kita selipkan doa agar musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta berbagai bencana lain di daerah lain dapat segera teratasi,” ajaknya.

Setelah selawat dan doa, acara dilanjutkan tausiyah oleh KH. Ahmad Anwar Zahid. Dengan gaya khas yang diselingi humor, Gus Anzaq mengajak jamaah menjadikan kebaikan sebagai landasan hidup.

“Tugas utama kita adalah menjadi orang baik. Dalam menjalani seluruh aktivitas kehidupan ini, mari kita niatkan yang baik, ucapkan yang baik, pikirkan yang baik, dan kerjakan yang baik. Insyaallah, dunia dan akhirat akan membawa kebaikan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerendahan hati dan tidak menyombongkan harta, ilmu, maupun jabatan. Menurutnya, segala sesuatu yang dimiliki manusia merupakan titipan Allah SWT.

“Manusia itu aslinya tidak punya apa-apa. Kita lahir tidak membawa apa-apa dan nanti akan kembali tidak membawa apa-apa. Semua milik Allah. Kalau ada orang yang merasa memiliki atau menyombongkan hartanya, itu aneh. Mari kita berlomba-lomba membuat cerita hidup yang baik melalui amal saleh,” tuturnya.

Selain menjadi sarana ibadah dan silaturahmi, Pemkab Gresik memberikan doorprize 2 unit sepeda motor matik kepada jemaah.

Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir langsung, Pemkab Gresik menyediakan siaran langsung melalui kanal YouTube resmi Pemkab Gresik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta ikhtiar bersama untuk mewujudkan Kabupaten Gresik yang aman, damai, dan penuh keberkahan dapat terus terjaga. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Gresik Bersholawat: Cuaca Panas, Hati Sejuk, Gus Yani Ajak Masyarakat Perkuat Doa dan Kebersamaan Selengkapnya

Ibadah Paling Mulia, Gus Yani Beri Penghargaan Pendonor Darah 50 Kali

GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik memberikan penghargaan dan Lencana Donor Darah Sukarela (DDS) 50 kali.

Piagam penghargaan sebagai ungkapan terima kasih atas kepedulian dan kontribusi para pendonor dalam membantu sesama itu diserahkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, disaksikan Ketua PMI Gresik Achmad Nadlir, di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, Kamis, 15 Oktober 2026.

Fandi Akhmad Yani yang akrab disapa Gus Yani menyambut baik dan mengapresiasi dedikasi para pendonor darah sukarela. Menurutnya, aksi donor darah merupakan wujud nyata kepedulian terhadap sesama yang memberikan manfaat besar bagi kemanusiaan, khususnya membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.

“Ini adalah ibadah paling mulia karena dapat memberikan dampak positif bagi sesama yang membutuhkan, terutama untuk kesehatan,” katanya.

“Aksinya tidak pernah terlihat, tetapi mereka rutin mendonorkan darahnya. Darah yang didonorkan itu kemudian didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan perlu terus ditingkatkan seiring perubahan pola hidup. Upaya membangun masyarakat yang sehat harus berjalan beriringan dengan penguatan kepedulian sosial.

“Kita terus memberikan motivasi kepada masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat. Harapannya, semangat donor darah dan kepedulian untuk membantu sesama dapat terus tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Gresik Achmad Nadlir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendonor darah sukarela yang telah berkontribusi membantu memenuhi kebutuhan darah masyarakat.

Ia menegaskan, donor darah merupakan bentuk kepedulian yang sederhana, tetapi memiliki dampak luar biasa bagi kehidupan orang lain. Setiap darah yang didonorkan menjadi harapan bagi pasien yang membutuhkan, bahkan dapat menyelamatkan nyawa.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pendonor yang telah dengan sukarela menyumbangkan darahnya. Setetes darah yang kita berikan mungkin sederhana bagi kita, tetapi dapat menjadi harapan dan bahkan menyelamatkan nyawa bagi saudara kita yang membutuhkan,” ujar Nadlir.

Pemberian penghargaan dan lencana kepada pendonor darah 50 kali ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat solidaritas dan kemanusiaan di Kabupaten Gresik. Dedikasi para pendonor diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah secara sukarela.

Melalui kolaborasi antara Pemkab Gresik, PMI, dan masyarakat, ketersediaan stok darah di Kabupaten Gresik diharapkan tetap terjaga sehingga kebutuhan darah bagi pasien dapat terpenuhi secara berkelanjutan. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Ibadah Paling Mulia, Gus Yani Beri Penghargaan Pendonor Darah 50 Kali Selengkapnya