GRESIK,1minute.id – Kepolisian Resor (Polres) Gresik melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU). Sidak bertujuan memastikan ketersediaan, kualitas, dan ketepatan takaran bahan bakar minyak (BBM), demi menjaga kenyamanan serta keamanan para pemudik
Sejumlah SPBU yang dipelototi. Antara lain, SPBU Ahmad Dahlan dan SPBU Tebaloan. Kedua SPBU ini berada di ruas jalan nasional semakin menjadi jujugan para pemudik. Kegiatan ini sebagai langkah antisipatif menghadapi lonjakan kebutuhan BBM seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada puncak arus mudik.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya berfokus pada ketersediaan stok, tetapi juga mencakup kualitas dan akurasi distribusi BBM kepada masyarakat. “Ada tiga jenis pengecekan, jumlahnya, kadarnya, tercampur atau tidaknya dengan air, tiga hal ini sudah kami cek langsung seluruhnya sesuai,” tegas Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution pada Rabu, 18 Maret 2026.
Adapun tiga aspek utama yang menjadi fokus dalam sidak ini meliputi Antisipasi Kelangkaan: Memastikan stok BBM, Kualitas Produk dan Akurasi Takaran. Perwira dua melati di pundak itu menambahkan bahwa kegiatan pengawasan akan terus dilakukan secara intensif selama periode mudik Lebaran, sebagai bagian dari komitmen Polres Gresik dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’. Karena itu, pengawasan di lapangan akan terus kami tingkatkan,” ujar alumnus Akpol 2007 ini.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk turut berperan aktif dalam pengawasan. Apabila menemukan indikasi kecurangan atau permasalahan di SPBU, warga dapat segera melapor melalui layanan Call Center 110 (bebas pulsa) maupun layanan aduan “Cak Rama” 0811-8800-2006 yang tersedia di kanal resmi Polres Gresik.
Dengan langkah ini, Polres Gresik berharap seluruh proses distribusi BBM selama masa angkutan lebaran dapat berjalan lancar, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan tanpa hambatan. (*)
GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberangkatkan 750 pemudik gratis ke sejumlah kabupaten/kota di Jatim Timur pada Rabu, 18 Maret 2026.
Ratusan pemudik itu berangkat dari halaman Kantor Bupati Gresik dengan menggunakan 15 bus. Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Gresik untuk menghadirkan layanan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain membantu warga pulang kampung tanpa biaya, mudik gratis juga diharapkan membuat perjalanan lebih aman, nyaman, dan tertata.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat. Menurutnya, mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi juga momen penting untuk berkumpul kembali bersama keluarga di kampung halaman.
“Momentum mudik gratis ini menandakan Pemerintah Kabupaten Gresik hadir secara langsung di tengah masyarakat, untuk membantu masyarakat merayakan hari raya di kampung halaman. Harapannya, mudik ini berjalan lancar, para peserta selamat sampai tujuan, dan bisa berlebaran bersama keluarga di kampung halaman,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.
Ia mengapresiasi dukungan sejumlah pihak yang ikut berkontribusi dalam pelaksanaan program ini. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi penguat agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut membantu dan berkontribusi. Mudah-mudahan ini menjadi kontribusi nyata untuk masyarakat Kabupaten Gresik dalam pelaksanaan mudik gratis tahun ini,” imbuhnya.
Adapun tujuh rute tujuan dalam Mudik Gratis 2026 meliputi Gresik-Situbondo-Banyuwangi ; Gresik-Pasuruan-Probolinggo-Lumajang-Jember ; Gresik-Malang-Blitar dab Gresik-Jombang-Kediri-Tulungagung-Trenggalek. Kemudian, Gresik-Madiun-Magetan ; Gresik-Madiun-Ponorogo, serta Gresik-Bojonegoro-Padangan-Ngawi.
Bupati juga mengingatkan para peserta untuk memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggal mudik, mulai dari memeriksa aliran listrik hingga memastikan kompor sudah dimatikan.
Untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan perjalanan, Pemerintah Kabupaten Gresik juga menyediakan booth pemeriksaan kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik bagi para pemudik sebelum keberangkatan. Layanan ini dimanfaatkan untuk memastikan kondisi kesehatan peserta tetap prima sebelum menempuh perjalanan ke kampung halaman. (*)
GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Lalu lintas (Satlantas) Gresik melakukan penertiban terhadap kendaraan angkutan barang bersumbu tiga ke atas di kawasan Bundaran Bunder pada Selasa, 17 Maret 2026.
Penertiban dilakukan oleh korp Sabuk Putih, sebutan lain, Polisi Lalu Lintas dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru untuk menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Petugas melakukan penertiban terhadap kendaraan angkutan barang yang melanggar ketentuan pembatasan operasional selama masa mudik.
Kegiatan yang dipusatkan di depan Pos Pelayanan (Posyan) Masjid Ahmad Dahlan, kawasan Bunder. Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menegaskan bahwa kegiatan penertiban ini bertujuan menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) selama periode mudik Lebaran.
“Penindakan dilakukan secara humanis namun tetap tegas. Kami memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 berjalan optimal, terutama dalam mengatur kendaraan angkutan barang yang dibatasi operasionalnya selama masa arus mudik,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Kanit Turjawali bersama Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik memimpin langsung personel di lapangan. Selain melakukan pengawasan, petugas juga memberikan edukasi kepada para pengemudi angkutan barang mengenai pentingnya mematuhi jadwal pembatasan operasional demi kenyamanan bersama di jalan raya.
Bagi pengemudi yang kedapatan melanggar aturan di ruas jalan yang dibatasi, petugas memberikan teguran melalui sistem digital menggunakan Aplikasi Teguran Presisi.
Pendekatan ini dilakukan sebagai bentuk penegakan hukum yang tetap mengedepankan edukasi dan profesionalitas. Kegiatan tersebut melibatkan personel Satgas Kamseltibcar Lantas.
Kehadiran petugas di titik strategis seperti kawasan Bundaran Bunder diharapkan mampu mengurai potensi kepadatan lalu lintas serta menekan risiko kecelakaan yang kerap terjadi akibat aktivitas kendaraan berat pada jam-jam sibuk.
Melalui pengawasan yang intensif ini, Polres Gresik berharap arus mudik dan balik Lebaran dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar sehingga masyarakat dapat sampai ke kampung halaman dengan selamat. (*)
GRESIK,1minute.id – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Gresik AKBP Ramadhan Nasution melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar pada Selasa, 17 Maret 2026.
Sidak untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman serta harga kebutuhan pokok tetap stabil menjelang hari raya Idul Fitri ini, Kapolres AKBP Ramadhan Nasution didampingi Kepala Dinas Koperasi. Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik Darmawan.
Sasaran sidak antara lain, Pasar Baru Gresik di Jalan Gubernur Suryo, Gresik ; Pasar Modern Superindo, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) hingga rumah potong hewan (RPH) Gresik.
Hasilnya? Secara umum stok kebutuhan bahan pokok masih dalam kondisi aman dan mencukupi hingga Hari Raya Idul Fitri.
Meski demikian, terdapat kenaikan harga pada sejumlah komoditas, terutama cabai dan bawang, yang dipicu faktor cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan sehingga berdampak pada hasil panen petani.
Kepala Dinas Koperindag Gresik Darmawan, menyampaikan bahwa harga bahan pokok di pasaran masih tergolong stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia juga memastikan distribusi barang berjalan lancar tanpa kendala berarti dari para pedagang. “Dari hasil sidak, harga masih relatif stabil dan stok barang mencukupi. Pedagang juga tidak mengalami kesulitan pasokan, sehingga kebutuhan masyarakat selama Lebaran dipastikan aman,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik ini.
Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying). Ia menegaskan bahwa ketersediaan bahan pangan masih cukup dan terjamin.
“Kami bersama pemerintah daerah telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi riil. Stok masih aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Kami juga mengingatkan pedagang agar tetap mematuhi HET demi menjaga stabilitas harga,” tegasnya.
Adapun harga rata-rata sejumlah bahan pokok di Gresik, antara lain, beras premium Rp 14.900/kg, beras medium Rp12.600/kg, cabai rawit Rp 90.000/kg, bawang merah Rp35.000/kg, telur Rp 29.000/kg, daging ayam Rp 44.000/kg, dan daging sapi Rp 113.000/kg. Secara umum, harga masih dalam batas wajar meski terdapat fluktuasi pada beberapa komoditas.
Selain itu, hasil sidak di Rumah Potong Hewan menunjukkan bahwa ketersediaan daging sapi dan unggas juga dalam kondisi aman. Pemerintah daerah melalui dinas terkait telah menyiagakan tenaga pemotong untuk memastikan pasokan tetap terjaga selama periode Lebaran. (*)
GRESIK,1minute.id – Kontes Bandeng Kawak berlangsung semarak pada Senin malam, 16 Maret 2026. Ada tiga ekor bandeng seukuran bayi yang ikut kontes yang dihelat di kawasan heritage Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat, Gresik. Ikan bandeng itu, masing-masing milik Syaifullah Mahdi, petambak asal Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah kembali meraih besar. Bobotnya, 19 kilogram dengan panjang 114 sentimeter. Dalam lelang bandeng seukuran bayi itu laku seharga Rp 50 juta dibeli oleh PT Petrokimia Gresik.
Posisi runner up diraih Askin, petambak Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, dengan bandeng berbobot 14 kilogram dan panjang 100 sentimeter dan posisi ketiga diraih Zainul Abidin dari Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, dengan bandeng berbobot 8 kilogram dan panjang 90 sentimeter.
Ketiga petambak ini adalah jawara kontes tahun sebelumnya. Tradisi Pasar dan Kontes Bandeng ini menegaskan diri sebagai perayaan budaya yang hidup dan dinanti oleh masyarakat. Pasar Bandeng masih berlangsung hari ini, Selasa, 17 Maret 2026.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa Pasar Bandeng bukan sekadar tradisi tahunan menjelang Lebaran, melainkan bagian dari identitas budaya yang terus hidup dan dijaga masyarakat Gresik.
“Banyak budaya yang alhamdulillah satu per satu kami arsipkan dan juga kami lestarikan. Mulai dari Rebo Wekasan di Manyar, Malam Selawe di Kebomas, hingga Festival Bandeng Kawak yang hari ini kita rayakan melalui Pasar Bandeng. Ini adalah tradisi budaya yang terus kita jaga,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.
Menurutnya, tradisi seperti Pasar Bandeng tidak hanya penting sebagai warisan budaya, tetapi juga membawa dampak nyata bagi masyarakat. “Festival-festival budaya ini punya multiplier effect, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya. Mudah-mudahan identitas Kabupaten Gresik terus terjaga. Kalau ingat bandeng, ya pasti ingat Kabupaten Gresik,” tegasnya.
Ia juga menyoroti sektor perikanan sebagai salah satu penopang penting pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, dukungan terhadap para petambak terus diperkuat, salah satunya melalui distribusi 9.825 ton pupuk bersubsidi untuk budidaya tambak di Kabupaten Gresik. Pupuk tersebut terdiri dari urea, SP-36, dan pupuk organik, dengan harga sekitar Rp1.800 per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang hampir menyentuh Rp10.000 per kilogram.
KIRAB Bandeng Kawak sebelum Kontes dan Lelang Bandeng dalam tradisi Pasar dan Kontes Bandeng Kawak di depan Gedung Nasional Indonesia pada Senin, 16 Maret 2026. Pasar dan Kontes Bandeng telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan pada 2025 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
“Selamat buat para petani tambak. Mudah-mudahan ini menjadi spirit dan motivasi agar terus membudidayakan bandeng yang ada di Kabupaten Gresik,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, dalam laporannya menegaskan bahwa Pasar Bandeng bukan hanya agenda budaya tahunan, tetapi juga ruang untuk menjaga kesinambungan tradisi lokal sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Sekda menyampaikan bahwa Pasar Bandeng telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTBI) pada tahun 2025. Penetapan ini mempertegas bahwa Pasar Bandeng bukan sekadar keramaian musiman, melainkan tradisi khas Gresik yang memiliki nilai sejarah, sosial, dan budaya yang terus diwariskan.
Tak hanya itu, pada tahun 2025 Kabupaten Gresik juga mencatat penetapan lima karya budaya sebagai WBTB, yakni Pasar Bandeng, Malam Selawe, Kupat Keteg, Pencak Macan, dan Rebo Wekasan Desa Suci. Deretan penetapan ini memperlihatkan bahwa Gresik tidak hanya merawat tradisi, tetapi juga serius meneguhkan warisan budayanya di tingkat nasional.
Dalam laporannya, Sekda Washil juga menekankan bahwa penyelenggaraan kontes dan lelang bandeng tahun ini diarahkan untuk melestarikan budaya asli Kabupaten Gresik, meningkatkan perekonomian masyarakat, memberi motivasi kepada petani tambak agar semakin giat berbudidaya, serta menghasilkan bandeng berkualitas super.
Sementara itu, Syaifullah Mahdi menuturkan, bandeng berukuran besar memang membutuhkan waktu pemeliharaan yang tidak sebentar. “Kalau melihat tahun-tahun yang lalu, berat bandeng yang kami budidayakan bisa besar. Masa budidayanya sekitar 17 sampai 18 tahun,” ujar Sandi, sapaan, Syaifullah Mahdi.
Kemeriahan Pasar Bandeng terasa sejak awal acara. Masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan hiburan pembuka, penyambutan tamu, santunan anak yatim, penampilan tari tradisi, hingga rangkaian seremoni budaya yang menghidupkan suasana malam.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan live cooking Chef Rudy Choiruddin dan makan bandeng gratis sebanyak 2.000 porsi untuk masyarakat. Pasar Bandeng 2026 kembali menunjukkan bahwa tradisi di Gresik bukan sekadar dipertahankan, tetapi terus dihidupkan.
Dari kirab WBTbI, kontes bandeng kawak, hingga lelang yang ramai disambut warga, seluruh rangkaian malam itu menjadi gambaran bagaimana budaya, kebersamaan, dan geliat ekonomi rakyat bertemu dalam satu perayaan khas Gresik. (*)
GRESIK, 1minute.id – Kirab wisata budaya tak benda Indonesia (WBTbI) Gresik berlangsung meriah pada Senin, 16 Maret 2026. Sebanyak lima WBTbI yaitu, Rabowekasan, Desa Suci, Kecamatan Manyar ; Malem Selawe Ramadan dan Kupat Ketheg, Desa Giri, Kecamatan Kebomas dan Pasar dan Lelang Bandeng Kawak, tradisi yang dipusatkan di pusat ekonomi di Gresik Kota Lama (GKL). Serta, Pencak Macan, Pesisir Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik.
Kirab WBTbI kali pertama ini dilepas oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif ; Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir; Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Perwakilan dari Kodim 0817/Gresik serta Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman berlangsung meriah.
Start depan Gedung Nasional Indonesia (GNI) Jalan Panglima Sudirman, lima tradisi seni, budaya dan kuliner khas Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini finish di Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik di Alun-Alun Gresik Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik. Sepanjang rute kirab warga berjubel.
Kirab awalnya berlangsung tertib. Sejumlah penampilan tari Kupat Ketheg dan Pencak Macan menyita perhatian warga. Namun, perjalanan kirab berlangsung riuh ketika Kirab Bandeng Kawak yang berjumlah tiga ekor. Dalam kirab panitia mengklaim menyiapkan seribu ekor ikan bandeng.
Ribuan ekor bandeng dimasukkan dalam wadah. Bandeng itu rencananya digunakan untuk udik-udikan. Akan tetapi, antusiasme warga yang sangat tinggi, langsung “menyerbu” bandeng. Warga pun saling dorong. Untuk tidak ada yang terluka dalam udik-udikan ikan bandeng itu. (*)
GRESIK,1minute.id – PT Wilmar Nabati Indonesia kembali merealisasikan program tanggung jawab sosial perusahaan. Melalui kegiatan Wilmar Peduli dan Berbagi pada momentum Ramadan 1447 hijiriah/2026, korporasi menyalurkan bantuan 19.640 paket sembako kepada masyarakat di Kabupaten Gresik.
Kegiatan sosial sebagai upaya memperkuat kontribusi sosial sekaligus menjaga keberlanjutan hubungan dengan masyarakat sekitar wilayah operasional.
Deputi General Manager PT Wilmar Nabati Indonesia Dimas Wibisono menyampaikan program berbagi di bulan suci memiliki makna strategis, tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai refleksi komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai bersama (shared value) bagi para pemangku kepentingan.
Menurutnya, keberadaan industri harus mampu memberikan manfaat yang terukur dan berkelanjutan, baik dalam bentuk kontribusi ekonomi, penciptaan lapangan kerja, maupun penguatan ketahanan sosial masyarakat.
“Kami memandang program ini sebagai bagian dari tanggung jawab korporasi untuk terus hadir secara konstruktif di tengah masyarakat. Harapannya, bantuan paket sembako yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama Ramadan sekaligus memperkuat hubungan harmonis yang telah terbangun,” ujar Dimas disela-sela kegiatan Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama Karyawan PT WINA pada Jumat, 13 Maret 2026.
Secara lebih luas, implementasi program Wilmar Peduli dan Berbagi juga menjadi representasi strategi perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) ke dalam aktivitas operasional. Melalui berbagai inisiatif sosial yang konsisten dijalankan, Wilmar berupaya menjaga keseimbangan antara produktivitas industri dan stabilitas sosial di kawasan sekitar.
“Di tengah dinamika industri pengolahan berbasis agribisnis yang semakin kompetitif, kami berupaya memastikan pertumbuhan usaha berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan lingkungan sekitar,” tegasnya.
Disamping itu, sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting dalam memastikan efektivitas program. Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif dan inklusif.
Dengan peningkatan jumlah bantuan serta cakupan penerima manfaat dari tahun ke tahun, Wilmar menunjukkan komitmen untuk terus mengembangkan program sosial yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap apa yang dilakukan ini dapat memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya dalam konteks penguatan relasi sosial perusahaan, tetapi juga dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
GRESIK,1minute.id – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Gresik AKBP Ramadhan Nasution melakukan peninjauan langsung Pos Pelayanan (Posyan) Idul Fitri 1447 Hijriah di Alun-alun Gresik pada Minggu, 15 Maret 2026.
Pada lebaran tahun kepolisian mendirikan satu posyan dan lima pos pengamanan (Pospam). Pada pengecekan di Posyan Alun-alun di depan Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik, Kapolres Ramadhan menyempatkan dialog dengan warga dan penjual takjil di sentra Takjil Alun-alun Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik.
Ia menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta memberikan semangat kepada para pedagang yang beraktivitas di sekitar kawasan pos.
Kegiatan yang bertujuan untuk memastikan kesiapan personel serta kelengkapan sarana dan prasarana dalam rangka pengamanan arus mudik dan aktivitas masyarakat selama momentum hari raya ini, Kapolres Ramadhan didampingi Padal Pospam Ipda Cipto Suciono bersama personel yang terlibat dalam Surat Perintah (Sprint) pengamanan, serta anggota Saka Bhayangkara yang turut membantu kegiatan pelayanan masyarakat.
AKBP Ramadhan Nasution melakukan pengecekan menyeluruh, mulai dari kesiapan fisik personel, kelengkapan peralatan operasional, hingga fasilitas pelayanan yang disiapkan bagi masyarakat maupun para pemudik yang melintas di kawasan pusat Kota Gresik.
“Kami ingin memastikan seluruh personel dalam kondisi siap siaga, baik dari segi fisik, peralatan maupun fasilitas yang ada di Pos Pelayanan. Dengan kesiapan maksimal, kami optimistis pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal serta situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar AKBP Ramadhan Nasution.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan arahan kepada personel agar senantiasa menjaga kesehatan di tengah tingginya intensitas pengamanan selama pelaksanaan Operasi Ketupat. Ia juga meminta anggota meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya di titik-titik keramaian masyarakat.
Selain itu, mengucapkan terimakasih kepada personel Pos Pam juga Saka Bhayangkara atas dedikasinya dalam pengamanan serta menekankan pentingnya memberikan pelayanan terbaik dengan mengedepankan sikap humanis dan responsif, terutama kepada para pemudik yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.
Melalui pengecekan langsung ini diharapkan seluruh personel dapat menjalankan tugas pengamanan secara optimal, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar selama berada di wilayah Kabupaten Gresik.
Berikut Pos Yan dan Pos Pam Ops Ketupat Semeru 2026 di Wilayah Hukum Polres Gresik.
GRESIK,1minute.id – Ribuan warga tumplek-blek ngalab berkah di malam selawe Ramadan 1447 hijiar. Jalan Sunan Giri mulai simpang lima Kebomas hingga makam Sunan Giri ditutup untuk semua kendaraan.
Masyarakat yang akan melaksanakan tradisi malam 25 Ramadan itu harus jalan kaki. Cuaca Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik yang cerah menjadi tradisi yang konon sejak zaman Sunan Giri, Wali Sanga, penyebar agama Islam juga Kepala Pemerintahan di Bukit Giri Kedaton bergelar Prabu Satmata begitu riuh.
Di Jalan Sunan Giri bagaian lautan manusia. Sesak. Mereka ada berbelanja kuliner atau perlengkapan untuk kebutuhan Idul Fitri. Sedangkan, warga lainnya memadati Masjid Jamik dan makam Sunan Giri. Berikhtikaf, berzikir dan bersalawat. Serta Mahalul Qiyam.
Suasana religius semakin terasa saat ribuan jamaah secara serentak melantunkan Surat Al-Ikhlas hingga 1.000 kali. Tradisi tersebut menjadi bentuk munajat kepada Allah SWT dalam menjemput keberkahan malam Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang memimpin langsung tradisi itu didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif, Ketua DPRD Muhammad Syahrul Munir, serta Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, Kasdim 0817/Gresik Mayor Siari.
Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa syukur atas terjaganya tradisi Malam Selawe yang telah berlangsung selama ratusan tahun.
“Ini adalah tahun kedua kegiatan Malam Selawe kita selenggarakan secara lebih terorganisir. Dampaknya luar biasa, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga ekonomi. Pasar UMKM di Kebomas sangat ramai, membuktikan bahwa warisan para pendahulu membawa berkah nyata bagi masyarakat,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.
Momentum bersejarah juga ditandai dengan penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia(WBTbI) dari kementerian Kebudayaan untuk kategori Malam Selawe Kupat Ketheg. Sebagai bentuk syukur, panitia menyediakan sekitar 2.000 porsi nasi kebuli dan 500 porsi kupat ketheg yang dibagikan kepada jamaah.
Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat, skema pengamanan terpadu diterapkan di bawah koordinasi Kabag Ops Polres Gresik Kompol Yusis Budi Krismanto. Sebanyak 123 personel gabungan diterjunkan yang terdiri dari unsur TNI–Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, tenaga medis dari Dinas Kesehatan, serta unsur organisasi kemasyarakatan seperti Banser dan Pemuda Pancasila.
Berkat koordinasi yang solid antara petugas dan kesadaran masyarakat, seluruh rangkaian kegiatan yang berakhir sekitar pukul 23.10 WIB berjalan aman, tertib, dan kondusif. Malam Selawe 2026 pun ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Gresik KH Ainur Rofiq.
Sementara itu, Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan menjaga situasi tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengapresiasi masyarakat yang turut membantu menjaga keamanan serta seluruh personel pengamanan yang telah menjalankan tugas dengan baik sehingga kegiatan Malam Selawe dapat berlangsung aman dan lancar,” pungkasnya. (*)
GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik menjadi tuan rumah Safari Ramadan yang digelar PT Pupuk Indonesia (Persero). Dalam kegiatan ini, Pupuk Indonesia bersama Petrokimia Gresik menyalurkan santunan kepada ribuan masyarakat. Total bantuan yang diberikan Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri di bulan suci Ramadan tembus Rp 1,52 miliar.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Gresik sehingga Pupuk Indonesia dan Petrokimia Gresik mampu menjalankan amanah menyalurkan pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia dengan baik. Tugas ini menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Ini adalah Safari Ramadan yang ketiga Pupuk Indonesia. Dengan Safari Ramadan ini kita bisa membangun silaturahmi, membangun kekompakan, dan berbagi keberkahan. Banyak sekali keberkahan yang diberikan kepada masyarakat. Tolong Petrokimia Gresik dijaga dengan baik. Dengan gejolak dunia seperti saat ini, Indonesia bisa tetap menjaga ketahanan pangannya. Ini karena kita mempunyai industri (pupuk, Red) yang besar,” ujar Rahmad.
Adapun keberkahan yang disalurkan dalam Safari Ramadan kali ini antara lain santunan untuk 1.455 guru Taman Pendidikan Quran (TPQ) yang ada di Gresik dengan total Rp 218,3 juta; kemudian santunan untuk 73 Imam Rawatib masjid dan musala sebesar Rp 109,5 juta; santunan 80 anak yatim dan 15 anak didik dari Perkumpulan Istri Karyawan Petrokimia Gresik (PIKA-PG) sebesar Rp 23,8 juta.
Berikutnya, Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia juga menyerahkan 500 paket sembako kepada abang becak dan masyarakat sekitar perusahaan. Setiap paket berisi 1 liter minyak goreng, 3 kilogram beras, dan 1 kilogram gula.
Selain itu, perusahaan juga memberikan 270 Alquran untuk 27 musala di sekitar perusahaan. Bantuan ini juga merupakan kolaborasi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Petrokimia Gresik dan Serikat Karyawan Petrokimia Gresik (SKPG).
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk rasa syukur dan terima kasih perusahaan kepada masyarakat Gresik. Petrokimia Gresik sebagai bagian dari Pupuk Indonesia menyadari bahwa keberadaan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat di sekitarnya.
“Karena itu, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata, sekaligus menjaga hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar sebagai bagian dari keberlanjutan perusahaan,” katanya.
Daconi menambahkan, bantuan dalam Safari Ramadan ini melengkapi program kepedulian yang sebelumnya telah dijalankan Petrokimia Gresik selama bulan Ramadan.
Sebelumnya, Petrokimia Gresik telah menyalurkan bantuan kepada 16 masjid dan 77 musala di sekitar perusahaan, serta 23 pondok pesantren dan 27 panti asuhan di Kabupaten Gresik. Adapun total bantuan yang diberikan Petrokimia Gresik selama bulan puasa ini mencapai Rp1,52 miliar.
“Kami juga menggelar silaturahmi Safari Ramadan dengan buka bersama dan tarawih di masjid-masjid sekitar perusahaan. Kami hadir di tengah-tengah masyarakat dan memberikan bantuan operasional sehingga masjid-masjid tersebut semakin semarak di momen Ramadan,” tandas Daconi.
Terakhir, ia berharap masyarakat dapat terus memberikan doa dan dukungan kepada perusahaan sehingga Petrokimia Gresik dapat terus menjalankan amanah dalam memajukan pertanian Indonesia.
“Kami berharap setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini dapat menjadi benih kebaikan yang kelak tumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan serta generasi yang akan datang. Setiap kepedulian yang kita tanam hari ini akan tumbuh menjadi kebaikan yang menguatkan kebersamaan dan menghadirkan harapan,” tutupnya. (*)