Olah Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, SIG Tingkatkan Kualitas Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat di Aceh

GRESIK,1minute.id –  PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui unit usahanya, PT Solusi Bangun Andalas mengubah persoalan sampah kelapa dari kawasan wisata Pantai Lampuuk, Aceh, menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Melalui program Sakeladera (Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera) sekitar 60 ton limbah kelapa per bulan diolah menjadi cocopeat (serbuk halus dari sabut kelapa) untuk campuran pakan ternak, yang berhasil menekan biaya pakan peternak unggas hingga 60% sekaligus mengurangi emisi karbon dari pembakaran sampah.

Inovasi program Sakeladera dilatarbelakangi timbulan sampah kelapa dari aktivitas pariwisata di Pantai Lampuuk mencapai ± 60 ton per bulan yang dibiarkan membusuk atau dimusnahkan dengan cara dibakar sehingga menghasilkan emisi karbon hingga 34,8 ton CO₂ per bulan. Di sisi lain, para peternak unggas lokal mengalami kesulitan mendapatkan pakan dan bergantung pada pasokan dari luar daerah. Kondisi ini membuat tingginya biaya pakan yang mencapai Rp48 juta per bulan.

Pada 2024, PT Solusi Bangun Andalas menginisiasi program Sakeladera. Dalam pelaksanaannya, Perusahaan kembali menggandeng komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil) yang sebelumnya telah bekerja sama dalam program Sobat Si Abes (Solusi Bangun Andalas Sahabat Pesisir) sejak 2022.

Tidak hanya memberikan bantuan peralatan pengolah sampah kelapa menjadi cocopeat sebagai alternatif campuran pakan ternak, Perusahaan juga memberikan edukasi dan pendampingan menyeluruh kepada Basagemil, serta ikut menyosialisasikan kepada masyarakat sehingga program ini dapat diterima dan berjalan dengan baik.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, program Sakeladera adalah wujud komitmen SIG terhadap pembangunan berkelanjutan yang sesuai dengan pilar keberlanjutan Perusahaan ”Perlindungan terhadap Lingkungan” dan ”Menciptakan Nilai untuk Karyawan dan Komunitas”  dalam Sustainability Roadmap SIG 2030.

”Sustainability Roadmap SIG 2030 merupakan panduan strategis bagi seluruh entitas bisnis SIG dalam mewujudkan komitmen keberlanjutan, yang memuat strategi dan indikator kinerja keberlanjutan secara komprehensif dan aplikatif. Program Sakeladera PT Solusi Bangun Andalas selaku unit usaha SIG menjadi bukti nyata kepedulian Perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat di Aceh,” kata Vita Mahreyni.

Program Sakeladera terbukti berhasil memberikan dampak positif berganda. Timbulan sampah berhasil diturunkan menjadi 20–24 ton per bulan dari sebelumnya 60 ton  per bulan. Inovasi ini juga membantu sejumlah kelompok ternak unggas di Lhoknga, Aceh, dalam menurunkan biaya pakan hingga 60% atau sekitar Rp28,2 juta per bulan, sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Lebih dari itu, program Sakeladera juga menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat lokal. Program ini melibatkan 28 orang dalam proses rantai pasok, mulai dari pengumpulan sampah kelapa di pantai, proses pemilahan dan pengolahan menjadi cocopeat, hingga distribusi. Produk cocopeat juga telah lulus uji laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri terkait kandungan kalsium dan protein.

”Program Sakeladera menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan dengan rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,5. Artinya, setiap Rp1 investasi, menghasilkan Rp2,5 manfaat bagi masyarakat. Kami memberikan apresiasi kepada PT Solusi Bangun Andalas atas inovasi sosial ini yang telah menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan terbukti berhasil mengatasi kerusakan lingkungan,” ujar Vita Mahreyni.

Salah seorang masyarakat penerima manfaat program Sakeladera, Muhammad Ikhsan menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan kepedulian Perusahaan terhadap masyarakat khususnya para peternak lokal. Ikhsan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Puyuh Andalas binaan PT Solusi Bangun Andalas menilai program Sakeladera telah banyak membawa perubahan positif yang berdampak langsung pada kelancaran operasional usaha yang dijalankan kelompoknya.

“Program Sakeladera sangat inovatif dan memberikan banyak manfaat. Program ini telah membawa perubahan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Sekarang sampah kelapa tidak lagi dibuang percuma. Kami bisa mengolahnya menjadi produk yang bernilai ekonomi, bahkan membantu menekan biaya produksi pakan ternak. Terima kasih SIG dan PT Solusi Bangun Andalas. Semoga sukses selalu dan terus peduli kepada kami masyarakat,” ungkap Ikhsan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Olah Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, SIG Tingkatkan Kualitas Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat di Aceh Selengkapnya

Selama 4 Dekade, Sambut HUT, Petrokimia Gresik Fasilitasi Khitan Gratis untuk Anak di Gresik dan Sekitarnya 

GRESIK, 1minute.id – Petrokimia Gresik,, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, (Persero) memfasilitasi 100 anak untuk mengikuti “Khitan Umum Gratis 2026” di GOR Tri Dharma pada Selasa, 23 Juni 2026.

Program tahunan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak-anak sebagai generasi unggul bangsa adalah rangkaian HUT Ke-54 Petrokimia Gresik. Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa khitan umum ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kegiatan ini sekaligus wujud komitmen perusahaan untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Petrokimia Gresik menyelenggarakan program khitan gratis ini sejak empat dekade silam, atau tahun 1985. Alhamdulillah Petrokimia Gresik bisa konsisten memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujar Daconi.

Menurut Daconi, keberhasilan perusahaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, Petrokimia Gresik terus berupaya menghadirkan berbagai program TJSL yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

“Petrokimia Gresik tidak hanya berfokus pada pencapaian kinerja bisnis, tetapi juga berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat. Melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat, kami ingin memastikan keberadaan perusahaan dapat memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Nuril Huda menambahkan, kegiatan khitan Petrokimia Gresik digelar dalam rangka HUT Ke-54 Petrokimia Gresik. Program khitan tahun ini diikuti oleh 100 anak yang berasal dari sekitar operasional perusahaan, mulai dari Gresik, Lamongan, hingga Surabaya.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan layanan khitan menggunakan metode Super Ring yang ditangani tenaga medis profesional dari RS Grha Husada. Selain khitan gratis, setiap peserta juga memperoleh uang saku sebesar Rp200.000, celana khitan, sarung, dan obat-obatan. Peserta khitan juga mendapatkan layanan kontrol pascakhitan di RS Grha Husada.

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi kesehatan anak-anak serta menjadi bagian dari kebahagiaan keluarga dalam menyambut salah satu momen penting dalam tumbuh kembang mereka,” ujarnya.

Sementara itu, senyum bahagia terpancar dari wajah Siti Muzayanah saat mendampingi putra pertamanya, Abdullah Rosyidul Rahman (9), mengikuti khitan gratis yang diselenggarakan Petrokimia Gresik. Keputusannya untuk mendaftarkan sang buah hati berawal dari rekomendasi teman dan kerabat yang lebih dulu merasakan manfaat program tersebut.

Awalnya, Siti mengaku sempat merasa cemas seperti kebanyakan orang tua yang akan mengantarkan anaknya menjalani khitan. Namun kekhawatiran itu berangsur hilang setelah melihat langsung profesionalisme tenaga medis serta pelayanan yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, proses khitan berjalan dengan baik dan didukung layanan pascakhitan yang membuat peserta maupun orang tua merasa lebih tenang.

Memanfaatkan momen liburan sekolah, Siti memilih agar putranya yang akan naik ke Kelas 4 Sekolah Dasar mengikuti khitan Petrokimia Gresik. Baginya, kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat dari sisi biaya, tetapi juga menghadirkan rasa nyaman dan kebahagiaan bagi anak-anak yang menjadi peserta.

“Alhamdulillah, rekomendasi dari teman dan saudara memang benar. Pelayanannya sangat baik, tenaga medisnya profesional, dan anak-anak juga mendapatkan banyak perhatian, hadiah, serta mainan. Terima kasih Petrokimia Gresik yang sudah membantu masyarakat dan membuat momen penting bagi anak kami menjadi lebih berkesan,” kata warga Kelurahan Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik tersebut. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Selama 4 Dekade, Sambut HUT, Petrokimia Gresik Fasilitasi Khitan Gratis untuk Anak di Gresik dan Sekitarnya  Selengkapnya

Menteri PPPA Apresiasi Sinergi Pemkab dan Petrokimia Gresik dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

GRESIK,1minute.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gresik pada Senin, 22 Juni 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambut langsung kedatangan Menteri PPPA ini di Wisma Kebomas PT Petrokimia Gresik. Kunjungan tersebut menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia industri dalam upaya pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak.

Dalam sambutannya, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi  memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan Gresik mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya. Menurutnya ini adalah bukti bahwa hak-hak anak di sini benar-benar diprioritaskan.

Selain itu, Kabupaten Gresik juga mencatatkan capaian membanggakan dengan menempati peringkat ketiga nasional dalam Indeks Perlindungan Anak (IPA) dan Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA). Capaian ini sekaligus menjadikan Gresik sebagai yang terbaik di Provinsi Jawa Timur.

“Gresik saat ini berada di peringkat ketiga tingkat nasional untuk Indeks Perlindungan Anak dan menjadi yang terbaik di Provinsi Jawa Timur. Ini luar biasa dan mudah-mudahan dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan,” ujar Menteri Arifah.

Ia juga menyoroti langkah Pemkab Gresik dalam melindungi kelompok rentan. Salah satunya melalui keberadaan Tempat Penitipan Anak (TPA) Masmundari yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga pekerja rentan perempuan. Seperti pengemudi ojek online dan pekerja harian. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah bagi perempuan pekerja.

Selain itu, Arifah turut mengapresiasi perhatian Pemkab Gresik terhadap anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia yang selama ini mengalami keterbatasan akses identitas, pendidikan, dan layanan kesehatan. “Belum semua pimpinan daerah memiliki komitmen terhadap hal-hal seperti ini. Karena itu saya memberikan apresiasi kepada Bupati Gresik, dan mudah-mudahan upaya ini dapat terus berkelanjutan,” ungkap Arifah.

Menteri Arifah menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Gresik dan PT Petrokimia Gresik atas kolaborasi yang sudah terjalin.  “Sekali lagi apresiasi kami dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk Pemerintah Kabupaten Gresik dan Petrokimia Gresik atas sinergi dan komitmen yang luar biasa. Saya berharap setelah ini kita bisa melanjutkan kolaborasi dan sinergi program yang bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa sebagai daerah industri terbesar di Jawa Timur, Gresik terus membangun sinergi dengan perusahaan BUMN maupun swasta. Tujuannya untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak. 

Berbagai upaya dilakukan, seperti pemenuhan hak-hak pekerja, penyediaan ruang laktasi, hingga pengaturan jam kerja yang lebih ramah bagi pekerja perempuan. Menurut Bupati Yani, komunikasi dan kolaborasi dengan dunia usaha telah menjadi budaya yang terus dikembangkan di Kabupaten Gresik.

“Sebagai kabupaten industri, kami terus bersinergi dengan dunia usaha dalam isu perlindungan perempuan dan anak, pemenuhan hak-hak pekerja, serta kebijakan yang ramah perempuan. Hal-hal seperti ini terus kami diskusikan dan menjadi budaya di Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Direktur PT Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, memaparkan berbagai fasilitas dan program perusahaan dalam mendukung pekerja perempuan. Ia menjelaskan bahwa perusahaan menyediakan sejumlah layanan yang ramah bagi pekerja perempuan.

Salah satunya adalah keberadaan TPA yang telah beroperasi sejak 1993, yang tidak hanya diperuntukkan bagi anak pegawai perusahaan. Fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum di sekitar perusahaan.

Dalam rangkaian kunjungannya, Menteri Arifah turut meninjau TPA Masmundari. Kehadiran Menteri PPPA disambut antusias oleh anak-anak yang berada di tempat penitipan tersebut. Di sela-sela kunjungan, seorang ibu yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online sempat berbagi cerita kepada Ibu Menteri. Ia mengaku hidupnya jauh lebih tenang semenjak ada fasilitas ini.

“Saya sangat terbantu dengan adanya TPA ini. Karena ini fasilitas resmi dari pemerintah, saya percaya menitipkan anak di sini. Anak saya juga betah berada di sini, jadi saya bisa bekerja dengan tenang,” ungkapnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Menteri PPPA Apresiasi Sinergi Pemkab dan Petrokimia Gresik dalam Perlindungan Perempuan dan Anak Selengkapnya

Kapolres Gresik Pimpin Baksos Bedah Rumah Purnawirawan Polri 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar Bakti Sosial (Baksos) Bedah Rumah untuk masyarakat. Kegiatan sosial ini, rangkaian HUT ke-80 Bhayangkara yang diperintahkan setiap 1 Juli itu. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution yang memimpin langsung peninjauan renovasi rumah AKP (Purn) Mulyo Utomo di Desa Tanjungan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik pada Senin, 22 Juni 2026.

Kapolres Ramadhan didampingi Kapolsek Driyorejo Kompol Gatot Setyo Budi, Kasat Lantas AKP Nur Arifin, Kasi Humas Iptu Hepi Muslih Riza, serta Kanit Gakkum Satlantas Iptu Ahmad Andri Aswoko. Mulyo Utomo, pensiun polisi itu terharu karena rumahnya dikunjungi oleh Kapolres Ramadhan. 

Kehadiran jajaran Polres Gresik menjadi bentuk nyata perhatian institusi kepada para purnawirawan yang telah mengabdikan diri bagi bangsa dan negara. Selain melakukan pengecekan kondisi bangunan, rombongan juga menyempatkan diri berdialog dengan keluarga penerima bantuan.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu rangkaian kegiatan sosial dalam memperingati HUT ke-80 Bhayangkara. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat dan keluarga besar Bhayangkara.

“Melalui program ini kami berharap dapat membantu mewujudkan hunian yang lebih layak dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat. Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Suasana penuh kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut Mulyo Utomo beserta keluarga mengaku terharu atas perhatian yang diberikan Polres Gresik. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.

Baginya, program bedah rumah tersebut bukan sekadar bantuan renovasi bangunan, melainkan juga wujud kepedulian dan penghargaan dari institusi Polri kepada para purnawirawan yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk negara.

Melalui kegiatan sosial ini, Polres Gresik kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan Polri yang Presisi, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat agar semakin dekat, humanis, dan dicintai rakyat. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik Pimpin Baksos Bedah Rumah Purnawirawan Polri  Selengkapnya

Menteri PPPA Apresiasi Penanganan Cepat Polres Gresik Ungkap Kasus Kekerasan Seksual Anak

GRESIK,1minute.id –  Penanganan cepat dugaan kasus kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan Satreskrim Polres Gresik mendapat apresiasi dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi.

Apresiasi tersebut diberikan atas respons cepat kepolisian dalam mengungkap dan menindak tegas pelaku yang merupakan kakek kandung korban di wilayah Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Kasus yang menyita perhatian publik ini terungkap setelah ibu korban melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke Polres Gresik.

Menindaklanjuti laporan itu, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik langsung melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka berinisial W, 61 tahun.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melalui Kasat Reskrim AKP Arya Widjaya menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari Laporan Polisi pada 5 Juni 2026. Berdasarkan hasil penyidikan, tindak kekerasan seksual tersebut diduga terjadi berulang kali terhadap korban yang masih berusia 14 tahun.

Dalam proses penanganan perkara, penyidik tidak hanya berfokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga memastikan perlindungan dan pemulihan kondisi korban.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, memfasilitasi pemeriksaan medis melalui visum et repertum, serta memberikan pendampingan psikologis guna membantu proses pemulihan trauma korban.

Selain itu, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut. Setelah seluruh alat bukti dinilai cukup, tersangka kemudian ditetapkan sebagai pelaku dan dilakukan penahanan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi memberikan apresiasi atas langkah cepat dan profesional yang dilakukan Polres Gresik. Menurutnya, penanganan kasus kekerasan terhadap anak membutuhkan sinergi seluruh pihak agar hak-hak korban dapat terlindungi dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada korban serta menindak tegas setiap pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

“Kami akan menangani perkara ini secara profesional dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Perlindungan terhadap korban menjadi prioritas utama,” tegas AKP Arya Widjaya.

Ia juga mengimbau para orang tua untuk terus membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak mereka serta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas sehari-hari. Menurutnya, kewaspadaan keluarga menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap anak.

Polres Gresik memastikan akan terus membuka akses pengaduan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan tindak kekerasan. Masyarakat dapat menghubungi Hotline WhatsApp Polres Gresik di nomor 0811-8800-2006 maupun Call Center 110 untuk mendapatkan layanan kepolisian secara cepat dan responsif. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Menteri PPPA Apresiasi Penanganan Cepat Polres Gresik Ungkap Kasus Kekerasan Seksual Anak Selengkapnya

Wabup Gresik Dorong APPSI jadi Mitra Strategis Pemerintah untuk Kesejahteraan Pedagang Pasar 

GRESIK,1minute.id –  Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Gresik periode 2026-2031 resmi dilantik. Organisasi yang menaungi para pedagang ini dinakhodai oleh Munawarah. 

Pelantikan dilakukan di Ruang Putri Mijil, Kompleks Pendapa Bupati Gresik di Alun-alun Gresik Jalan KH Wachid Hasyim Gresik. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap APPSI dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat keberadaan pasar rakyat sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pedagang.

“Catatan penting dari kami untuk Bu Muna beserta seluruh jajaran adalah pentingnya koordinasi. Sinergi berarti menempatkan diri sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Gresik, bukan sekadar menyampaikan tuntutan, tetapi bersama-sama mencari solusi terbaik bagi berbagai persoalan di pasar,” ujar Wabup Alif.

Wabup Alif mendorong kepengurusan baru APPSI untuk segera membentuk kepengurusan di masing-masing unit pasar yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Gresik. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memudahkan pemetaan persoalan dan kebutuhan yang dihadapi para pedagang di setiap pasar.

Selain itu, ia mengingatkan agar organisasi yang menaungi pedagang pasar tersebut tetap berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota. Ia juga berpesan agar APPSI dijalankan secara profesional dan tidak terlibat dalam politik praktis sehingga program-program organisasi dapat berjalan dengan baik.

“Tujuan APPSI adalah menyejahterakan para pedagang pasar. Maka rangkul semua. Saya pesan, jangan terlalu banyak dibawa ke politik praktis, nanti organisasi ini tidak bergerak dan kerdil lagi,” pungkas Wabup Alif.

Dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, Wabup Alif mengajak APPSI memanfaatkan platform digital pemantauan harga SIBAPO, serta saluran pengaduan resmi Pemkab Gresik di nomor 0812-1788-9986. Dengan kolaborasi tersebut, kenaikan harga yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) dapat segera ditindaklanjuti melalui operasi pasar maupun kerja sama dengan Bulog.

Sementara itu, Ketua DPD APPSI Kabupaten Gresik Munawarah, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Gresik terhadap para pedagang pasar. Ia menegaskan bahwa kepengurusan yang baru siap memperkuat organisasi serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak demi meningkatkan kesejahteraan pedagang.

“Kami siap menjadikan APPSI sebagai wadah aspirasi pedagang sekaligus mitra strategis pemerintah. Dengan sinergi yang baik, kami berharap pasar rakyat di Kabupaten Gresik semakin maju dan para pedagang semakin sejahtera,” kata Munawarah. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Dorong APPSI jadi Mitra Strategis Pemerintah untuk Kesejahteraan Pedagang Pasar  Selengkapnya

Buku ‘Futuhus Sama’, Mahasiswa di Gresik Jadikan Malik Ibrahim Teladan Spirit Pergerakan

GRESIK,1minute.id – Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Atas Langit Daruttaqwa melaunching buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasaq Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’.

Peluncuran buku antologi karya  mahasiswa ini ditandai dengan acara ‘Ngaji Sejarah’ dengan menghadirkan para tokoh budayawan dan sejarawan di Kabupaten Gresik sebagai narasumber yaitu,  Prof. Menachem Ali (Ahli Filologi) ;  Nurul Yaqin (Ketua Umum MAPSINU), Kris Adji AW (Budayawan Gresik) serta dihadiri Himpunan Dzuriyah Sunan Giri, Pengurus MAPSINU, Akhmad Khoiri, owner Batik Gajah Mungkur. 

Launching digelar di kawasan Heritage Kampung Kemasan di Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik. 

Secara singkat, buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasa Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’ ini awalnya merupakan kumpulan materi yang disampaikan dalam agenda Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII Atas Langit Daruttaqwa beberapa waktu lalu. 

Buku ini memuat tentang sejarah Sunan Maulana Malik Ibrahim sebagai tokoh penyebar agama Islam Wali Songo yang kemudian dijadikan rujukan sebagai teladan dalam menggugah spirit pergerakan.

Ketua Pengurus Komisariat (PK) PK PMII Atas Langit Daruttaqwa M. Hadi Khoirur Roziqin mengatakan, buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasa Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’ hadir dengan tujuan untuk menggugah spirit pergerakan sekaligus instrumen kaderisasi bagi kalangan mahasiswa khususnya kader PMII melalui penguatan literasi dan kajian sejarah lokal Gresik.

“Buku Futuhus sama’ (tersingkapnya cakrawala pemikiran kader PMII) merupakan hasil dari proses belajar kader pada pelatihan kader dasar v kemarin, dengan harapan dapat menjadi instrument untuk proses kaderisasi, sekaligus memperdalam literasi kader PMII Atas Langit tentang sejarah lokal Gresik,” ujarnya.

Menurutnya, sejarah perjalanan Sunan Maulana Malik Ibrahim sebagai tokoh penyebar agama Islam Wali Songo patut dijadikan rujukan. Sehingga perjuangan para tokoh Islam dapat menjadi inspirasi dan spirit pergerakan bagi aktivis mahasiswa khususnya di Kabupaten Gresik. “Karena itu perlu sangat penting memperdalam literasi tentang sejarah lokal Gresik,” tegasnya.

Sementara Ketua Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) PK PMII Atas Langit Daruttaqwa M. Gus Maulana Yasin menuturkan bahwa buku berjudul ‘Malik Ibrahim Sang Penguasa Islam, Teladan Sebagai Spirit Pergerakan’ diharapkan menjadi simbol titik balik bagi kader PMII untuk berbenah dan memperdalam sejarah lokal Gresik. Sehingga dapat terus bergerak dan berkarya sesuai tuntutan zaman.

“Jika Futuhus Sama’ (Isra’ Mi’raj) Nabi Muhammad SAW sebagai perjalanan vertikal dan Hijrahnya sebagai implementasi horizontal untuk membangun peradaban, maka buku Futuhus Sama’ diharapkan menjadi simbol titik balik bagi kader PMII untuk berbenah dan peringatan tahun baru Hijriyah sebagai momentum untuk terus bergerak dan berkarya sesuai tuntutan zaman,” terangnya.

Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Gresik M. Dafa Abie Almadhani menegaskan, launching buku Futuhus Sama’ oleh PK PMII Atas Langit Darurttaqwa ini merupakan bentuk komitmen kader dalam mengembangkan tradisi literasi dan intelektual di lingkungan PMII. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi pemantik semangat membaca, menulis, dan berpikir kritis bagi seluruh kader.

“Melalui buku Futuhus Sama’, diharapkan kualitas kader PMII semakin meningkat, tidak hanya dalam aspek literasi dan keilmuan, tetapi juga dalam menerjemahkan gagasan menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, rangkaian kegiatan Ngaji Sejarah menjadi sarana penting untuk membangun kesadaran historis kader. Sebagai representasi pemuda dan mahasiswa, kader PMII diharapkan mampu memahami sejarah kedaerahan, menjaga nilai-nilai lokal, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah dengan berlandaskan pemahaman sejarah yang kuat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Buku ‘Futuhus Sama’, Mahasiswa di Gresik Jadikan Malik Ibrahim Teladan Spirit Pergerakan Selengkapnya

SIG Garap Peluang Renovasi dan Hunian Perkotaan lewat Layanan Beton MiniMix

GRESIK,1minute.id –  PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membidik peluang pertumbuhan pembangunan dan renovasi rumah di kawasan permukiman padat melalui layanan MiniMix. MiniMix merupakan layanan armada truk pengantar beton berukuran kecil, solusi beton siap pakai berukuran mini yang dirancang untuk menjangkau area dengan akses jalan terbatas yang tidak dapat dilalui truk mixer konvensional. 

Inovasi ini membuka pasar baru beton siap pakai di segmen retail untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dan renovasi hunian atau properti di kawasan perkotaan.

Melalui unit bisnis PT Solusi Bangun Beton, SIG melihat potensi pasar beton siap pakai terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan penyangga perkotaan, kebutuhan hunian baru, hingga maraknya renovasi dan pengembangan properti eksisting. Tren konsumen yang semakin mengutamakan efisiensi pengerjaan, kepraktisan, dan kepastian mutu juga mendorong peningkatan permintaan layanan beton siap pakai skala kecil dan menengah.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan bahwa tantangan pembangunan di kawasan permukiman padat justru membuka peluang bisnis baru yang potensial bagi perusahaan untuk menghadirkan solusi konstruksi yang lebih adaptif dan efisien.

“Sebagai pemain utama di industri bahan bangunan, SIG terus menghadirkan solusi inovatif untuk menjawab kebutuhan pembangunan yang semakin beragam. Melalui layanan MiniMix, SIG membawa beton berkualitas tinggi yang biasa digunakan pada bangunan bertingkat ke area permukiman padat yang sebelumnya sulit dijangkau truk beton konvensional. Solusi ini membantu masyarakat mewujudkan hunian yang lebih kuat, aman, dan berkualitas,” kata Vita Mahreyni.

MiniMix merupakan layanan armada truk pengantar beton berukuran kecil yang dioperasikan PT Solusi Bangun Beton. Dengan dimensi lebar 2,2 meter, tinggi 3,2 meter, dan panjang 6,4 meter, armada ini dirancang agar mampu mengakses jalan sempit dan area padat penduduk yang tidak dapat dilalui truk mixer konvensional.

Selain fleksibel dalam akses, layanan MiniMix juga memungkinkan pemesanan volume beton sesuai kebutuhan proyek sehingga lebih efisien bagi masyarakat, kontraktor, maupun pengembang properti skala kecil dan menengah.

Untuk memperluas penetrasi pasar, SIG terus meningkatkan kapasitas dan jangkauan layanan MiniMix. Saat ini, PT Solusi Bangun Beton mengoperasikan 42 armada MiniMix yang melayani wilayah Jakarta, Bandung, Cianjur, Yogyakarta, Surabaya, dan sekitarnya. Operasi tersebut didukung oleh 30 batching plant yang tersebar di Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Vita Mahreyni menambahkan, kombinasi antara kualitas produk, keandalan layanan, dan jaringan operasional yang luas menjadi modal penting bagi SIG untuk memperkuat posisi di bisnis beton siap pakai nasional.

“Layanan MiniMix menggabungkan keunggulan mutu produk, fleksibilitas pengiriman, serta dukungan jaringan batching plant yang luas. Kami optimistis layanan ini dapat menjangkau lebih banyak pelanggan sekaligus mengoptimalkan peluang pertumbuhan bisnis beton siap pakai secara berkelanjutan,” ujar Vita Mahreyni. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

SIG Garap Peluang Renovasi dan Hunian Perkotaan lewat Layanan Beton MiniMix Selengkapnya

Meriah Pembukaan Kapolres Gresik Esports Competition 2026, AKBP Ramadhan : Momentum Lahirkan Bibit Atlet Esports Nasional 

GRESIK,1minute.id – Pembukaan Kapolres Gresik Esports Competition 2026 di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik meriah pada Jumat malam, 19 Juni 2026. Ratusan peserta mayoritas generasi Z (Gen-Z) berlaga untuk menjadi yang terbaik dalam ajang memperingati Hari Bhayangkara ke-80 ini.

Kompetesi sekaligus wadah pembinaan talenta digital di Kabupaten Gresik menjadi pembuka jalan atlet asal Gresik untuk berlaga di Esports Kapolri Cup 2026 ini dibuka oleh Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution. 

Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik yakni, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gresik Achmad Rifai, Ketua Pengadilan Agama Gresik Rusdiansyah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kadis Parekrafbudpora Saifudin Ghozali hadir dan berkumpul bersama ratusan peserta. 

Dalam sambutannya, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen, mulai dari pemerintah daerah, instansi terkait, komunitas esports, hingga para peserta.

Menurutnya, Kapolres Gresik Esports Competition 2026 bukan hanya sekadar kompetisi permainan digital, melainkan menjadi sarana positif untuk membangun karakter generasi muda yang kreatif, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Pada saat ini, esports telah berkembang menjadi olahraga yang diminati berbagai kalangan. Melalui kolaborasi Polres Gresik bersama Disparekrafbudpora dan ESI Kabupaten Gresik, kami ingin menghadirkan wadah yang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan prestasinya,” ujar AKBP Ramadhan Nasution.

Kapolres menegaskan bahwa olahraga, termasuk esports, mengajarkan nilai-nilai penting seperti kerja sama tim, kekompakan, strategi, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan upaya membangun generasi muda yang produktif dan berdaya saing. 

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Kapolres Gresik Esports Competition 2026 dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucapnya yang disambut tepuk tangan meriah dari para undangan dan peserta.

Kapolres juga berpesan kepada seluruh peserta agar bertanding dengan penuh semangat, menjaga etika, serta menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung. Ia berharap kompetisi yang digelar selama dua hari tersebut dapat melahirkan atlet-atlet esports berbakat yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Gresik di tingkat yang lebih tinggi.

Melalui penyelenggaraan Kapolres Gresik Esports Competition 2026, Polres Gresik tidak hanya memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung perkembangan olahraga digital yang semakin diminati generasi muda.

Kapolres Gresik Esports Competition 2026 diharapkan menjadi momentum lahirnya bibit-bibit atlet esports potensial sekaligus mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi langkah Polres Gresik yang menghadirkan kompetisi esports sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarkomunitas esports dan generasi muda di Kabupaten Gresik.

“Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi bagi komunitas esports. Mudah-mudahan seluruh peserta merasa senang dan kompetisi ini berjalan sukses hingga akhir,” ujarnya.

Ia menilai Kabupaten Gresik memiliki banyak talenta muda di bidang esports yang berpotensi meraih prestasi lebih tinggi di tingkat regional maupun nasional. “Kami melihat banyak bakat esports di Gresik. Turnamen ini bisa menjadi langkah awal untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah,” pungkasnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Meriah Pembukaan Kapolres Gresik Esports Competition 2026, AKBP Ramadhan : Momentum Lahirkan Bibit Atlet Esports Nasional  Selengkapnya

Wabup Gresik Dorong Link and Match Vokasi-Industri untuk Buka Peluang Kerja Lebih Luas di Gresik

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik, salah satu daerah industri terbesar di Jawa Timur terus memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendorong pengembangan ekosistem vokasi yang mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.

Upaya tersebut diperkuat melalui Workshop Pengembangan Ekosistem Vokasi Berbasis Sinergi Industri dan Dunia Pendidikan sekaligus Monitoring dan Evaluasi Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 19 Juni 2026. 

Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, kamar dagang dan industri (KADIN) Gresikk dan Jawa Timur, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), SMK negeri dan swasta, serta perguruan tinggi vokasi untuk memperkuat konsep link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan, pengembangan pendidikan vokasi menjadi salah satu strategi penting Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus mendukung percepatan penurunan angka pengangguran terbuka dan kemiskinan.

Tantangan pembangunan saat ini, menurut dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif tidak hanya berkaitan dengan penyediaan lapangan kerja, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. “Tujuan kami bersama Bupati Gresik jelas, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu caranya adalah memastikan masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sehingga peluang kerja yang tersedia dapat diisi oleh tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Alif mengatakan, sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri harus dibangun secara berkelanjutan. Karena itu, keberadaan TKDV diharapkan menjadi wadah koordinasi yang mampu menyatukan berbagai program pengembangan sumber daya manusia, ketenagakerjaan, investasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia mengungkapkan, Bupati Gresik mendorong adanya forum komunikasi rutin antara dunia pendidikan dan industri. Pertemuan tersebut diharapkan mampu memastikan kurikulum pendidikan vokasi terus menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan industri yang bergerak cepat. “Dunia pendidikan perlu mengetahui kebutuhan industri secara berkala. Sebaliknya, industri juga perlu terlibat aktif agar lulusan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan,” tegasnya.

Selain menyiapkan tenaga kerja, Wabup Alif juga mendorong agar pertumbuhan industri memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat melalui penguatan rantai pasok lokal. Menurutnya, kebutuhan industri yang selama ini dipenuhi dari luar daerah dapat menjadi peluang bagi UMKM dan IKM di Kabupaten Gresik.

“Ekosistem ini harus dibangun secara menyeluruh. Tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga membuka peluang usaha baru sehingga pertumbuhan industri dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya.

Wabup Alif menambahkan, kesiapan memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kompetensi, tetapi juga kondisi kesehatan dan karakter peserta didik. Ia mendorong sekolah agar aktif memanfaatkan berbagai program pemeriksaan kesehatan bagi siswa sebagai bagian dari persiapan menuju dunia kerja.

Sementara itu, Ketua KADIN Jawa Timur Adik Dwi Putranto menyampaikan bahwa dunia usaha dan dunia industri memiliki peran strategis dalam pengembangan pendidikan vokasi. Menurutnya, industri harus menjadi bagian penting dalam memastikan kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang berlangsung cepat membuat dunia pendidikan perlu memperoleh informasi yang akurat mengenai kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja di masa mendatang. “Penyelarasan kurikulum harus berangkat dari kebutuhan nyata industri. Karena itu komunikasi dan kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan dunia usaha harus terus diperkuat,” ujarnya.

Ia mengatakan, keterlibatan industri tidak cukup hanya pada proses rekrutmen, tetapi juga dalam penyusunan kurikulum, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, hingga memberikan pengalaman kerja bagi peserta didik. KADIN Jawa Timur juga mengapresiasi langkah Kabupaten Gresik yang dinilai progresif dalam pengembangan pendidikan vokasi. Gresik menjadi salah satu daerah yang lebih awal membentuk Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) sekaligus menyusun strategi daerah pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Gresik Zainul Arifin menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat ekosistem vokasi melalui penyusunan strategi daerah pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi. Penguatan tersebut salah satunya diwujudkan melalui Peraturan Bupati Gresik Nomor 91 Tahun 2025 tentang Perencanaan Strategi Daerah Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi di Kabupaten Gresik. Regulasi tersebut menjadi landasan dalam membangun sistem pendidikan dan pelatihan vokasi yang terintegrasi, berkelanjutan, serta selaras dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.

Melalui strategi tersebut, Pemkab Gresik mendorong penguatan kemitraan antara lembaga pendidikan vokasi dan industri, penyelarasan kurikulum berbasis kompetensi, serta pengembangan sertifikasi kompetensi bagi lulusan vokasi.

Dalam pengembangan kapasitas SDM, Disnaker Gresik menjalankan program Guru Sinau Industri yang diikuti 60 guru SMK untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai proses kerja di industri. Program tersebut diharapkan membantu tenaga pendidik memahami perkembangan kebutuhan dunia usaha sehingga pembelajaran di sekolah dapat semakin relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.

Pemkab Gresik juga melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi yang telah diikuti 450 peserta, dengan 438 peserta dinyatakan kompeten. Ke depan, penguatan sertifikasi kompetensi terus dikembangkan sebagai pendamping ijazah bagi lulusan SMK dan pendidikan vokasi.

“Kami ingin lulusan pendidikan vokasi tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang menjadi bukti kemampuan sesuai kebutuhan industri,” jelas Kadisnaker. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Dorong Link and Match Vokasi-Industri untuk Buka Peluang Kerja Lebih Luas di Gresik Selengkapnya