Bupati Gresik Serahkan 3 Mobil CSR Bank Jatim ke Pondok Pesantren dan GP Ansor Bawean

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menerima tiga unit mobil operasional sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jatim. Tiga unit kendaraan tersebut masing-masing diserahkan kepada Pondok Pesantren Sirojul Haromain, Pondok Pesantren Ar-Roudloh, serta GP Ansor Bawean.

Kegiatan serah terima ini ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Wakil Direktur Utama Bank Jatim Arief Wicaksono bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif di Pendapa Kabupaten Gresik pada Selasa, 3 Maret 2026.

Fandi Akhmad Yani  mengapresiasi upaya yang dilakukan Bank Jatim atas bantuan kendaraan operasional. Pihaknya berharap kendaraan tersebut mendukung kelancaran kegiatan keagamaan, sosial, dan pendidikan di Pondok Pesantren. Serta untuk mempermudah mobilitas GP Ansor di wilayah Kepulauan Bawean yang berjarak 180 mil laut dari pusat Pemerintah Kabupaten Gresik. 

“Kendaraan ini akan menjadi bagian operasional pondok pesantren yang masih berkembang dan masih harus didukung oleh pemerintah daerah. Untuk GP Ansor selain mendukung pekerjaan organisasi mudah mudahan juga bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia mengatakan, sebagai salah satu bank pembangunan daerah terbesar di Kabupaten Gresik, Bank Jatim memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat sektor UMKM serta mendukung pembiayaan pembangunan. 

“Kontribusi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui layanan perbankan. Tetapi juga melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang secara konsisten memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Bank Jatim atas komitmen dan kepeduliannya terhadap pembangunan Kabupaten Gresik. Menurutnya, program CSR yang diserahkan hari ini merupakan bentuk sinergi nyata antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mendukung pembagunan yang berkelanjutan, inklusif dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. 

Pemerintah Kabupaten Gresik terus mendorong agar program CSR selaras dengan prioritas pembangunan daerah. Baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lingkungan hidup, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, sosial dan keagamaan, serta olahraga dan seni budaya. 

“Sinergi seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pencapaian target pembangunan daerah, ” ungkap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Bupati berharap bantuan CSR ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Pondok Pesantren Sirojul Haromain, Pondok Pesantren Ar-Roudloh dan GP Ansor Bawean untuk dikelola dengan baik. Serta mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kemaslahatan bersama. 

“Dua pondok pesantren ini sedang bertumbuh, dan mudah-mudahan kedepan santrinya tambah banyak. Saya yakin pondok pesantren ini mencetak generasi yang unggul dengan spiritual dan intelektual yang bagus. Untuk GP Ansor semoga dapat meningkatkan operasional dan membantu masyarakat,” pungkasnya.

Di tempat sama, Wakil Direktur Utama Bank Jatim Arief Wicaksono menyampaikan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Bank Jatim dalam pembangunan daerah. Sebagai mitra kami berkomitmen mendukung program-program pemerintah daerah guna mewujudkan kesejahteraan dan membangun perekonomian yang lebih kuat. 

“Mudah-mudahan bantuan kendaraan operasional CSR Bank Jatim ini memberikan dampak, manfaat dan dapat meningkatkan operasional. Serta juga bisa untuk membantu masyarakat,” katanya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Serahkan 3 Mobil CSR Bank Jatim ke Pondok Pesantren dan GP Ansor Bawean Selengkapnya

Emak-emak di Gresik Gagalkan Curanmor, Pelaku sempat Kabur Naik Trailer 

GRESIK,1minute.id – Warung Pink di Jalan Raya Duduksampeyan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan disatroni  maling pada Selasa, 3 Maret 2026. Namun, aksi pencurian sepeda motor (curanmor) berhasil digagalkan warga.

Pelaku berinisial FR, 38, warga Semampir, Kota Surabaya akhirnya diamankan setelah upaya melarikan diri dengan cara nekat melompat ke atas truk trailer yang sedang berjalan. Kini, FR menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Duduksampeyan. 

“Benar, telah terjadi tindak pidana pencurian kendaraan bermotor pada Selasa pagi sekitar pukul 08.30 WIB di depan Warung Pink, Desa Tambakrejo. Terduga pelaku sudah kami amankan dan saat ini dalam proses penyidikan lebih lanjut,” ujar Kapolsek Duduksampeyan AKP Bakri. 

Menurut keterangan korban Titik Fidyawati, 42, kepada polisi sekitar pukul 07.30 WIB memarkir Honda Beat rakitan 2022 di depan warung pink di Jalan Raya Duduksampeyan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan. Perempuan 42 tahun bergegas masuk. Kunci motor tetap menempel.

Sekitar pukul 08.30 WIB, saksi Epi Deriyanti, 55, pemilik warung, keluar untuk mengambil barang belanjaan dan melihat sepeda motor korban sudah dinaiki orang tak dikenal dengan kondisi mesin menyala

“Saksi langsung berusaha menggagalkan aksi pelaku dengan memegang setang dan bagian belakang motor sambil berteriak maling. Namun saksi terseret sekitar tiga meter dan sempat tertindih sepeda motor hingga mengalami memar di pergelangan kaki kiri,” jelas Kapolsek AKP Bakri. 

Pelaku kemudian melarikan diri ke arah barat atau arah Lamongan dan dikejar saksi lainnya, Afandi, 50, warga Duduksampeyan. Dalam upaya kabur, pelaku nekat melompat ke atas truk trailer yang sedang melintas dan bersembunyi di sela antara kabin dan muatan.

Saksi kedua ikut melompat ke atas truk tersebut. Pelaku akhirnya terjatuh dan berhasil diamankan warga yang turut membantu pengejaran.

Warga kemudian menghubungi Polsek Duduksampeyan. Petugas yang datang ke lokasi langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat lengkap dengan kunci kontak dan STNK asli.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp 15 juta. Atas perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 476 KUHP dan atau Pasal 479 KUHP tentang tindak pidana pencurian. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi | Gambar : ilustrasi Meta AI

Emak-emak di Gresik Gagalkan Curanmor, Pelaku sempat Kabur Naik Trailer  Selengkapnya

Safari Ramadan di Driyorejo, Bupati Gresik Ajak Warga Doakan Gresik semakin Berkah

GRESIK,1minute.id – “Alhamdulillah, dalam rangka silaturahim ini mudah-mudahan kita semua menjadi umat yang pandai dalam menikmati rasa syukur. Dan juga mudah-mudahan di momen Hari Ulang Tahun Pemerintah Kabupaten Gresik yang ke-52 dan Hari Jadi Gresik yang ke-539 ini, mudah-mudahan Gresik semakin berkah, Indonesia semakin jaya dan semakin aman”.

Doa itu yang diucapkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat melakukan Safari Ramadan di Masjid Siti Hajar Al Madinah, Kota Baru Driyorejo (KBD) Desa Petikan, Kecamatan Driyorejo pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan itu santunan anak yatim, serta berbuka puasa dilanjutkan Salat Maghrib berjamaah diikuti ratusan warga, tokoh agama (Toga) maupun Tokoh Masyarakat (Tomas).

Bupati Fandi Akhmad Yani hadir bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman serta Forkopimda. Kegiatan berlangsung khidmat. Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat rasa syukur.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas daerah di tengah dinamika global. “Jika melihat berita belakangan, peristiwa yang terjadi adalah perang. Ini yang harus kita syukuri, bahwa daerah kita masih dalam keadaan aman dan kondusif,” tutur mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Pada kesempatan itu, Ia juga menyinggung wilayah Driyorejo sebagai kawasan strategis perbatasan dengan Surabaya yang berkembang pesat dan memiliki banyak industri. Menurutnya, pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan masyarakat. “Driyorejo adalah salah satu wilayah perbatasan dengan Surabaya. Semoga semakin maju. Isunya adalah banjir dan jalan JPD. Dua hal tersebut, itu telah menjadi perhatian kita bersama,” ungkapnya.

Di tengah geliat industri yang terus berkembang, Gus Yani juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi masyarakat agar mampu menangkap peluang kerja.

“Dan yang perlu dipikirkan lagi adalah banyaknya industri. Artinya kesempatan kerja dengan kompetensi yang ada harus diimbangi. Pelatihan-pelatihan itu juga perlu didorong, supaya masyarakat punya kesiapan dan daya saing,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Safari Ramadan di Driyorejo, Bupati Gresik Ajak Warga Doakan Gresik semakin Berkah Selengkapnya

Baznas Gelar OASE, 300 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mal Bersama Bupati Gresik 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka kegiatan OASE (Orang Tua Asuh Sehari) Belanja Baju Lebaran bersama anak yatim. Kegiatan berbagi di bulan Suci Ramadan ini diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gresik di  pusat perbelanjaan Mal Gresik pada Minggu, 1 Maret 2026.

Kegiatan ini digelar bersama 300 anak yatim ini dalam rangka memperingati HUT ke-52 Pemerintah Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-539 Kota Gresik. 

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur, BAZNAS Kabupaten Gresik, serta UPZ BAZNAS Petrokimia Gresik atas sinergi dan komitmennya menghadirkan program yang membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim, khususnya di bulan suci Ramadan.

“Program OASE ini merupakan wujud nyata kepedulian dan semangat berbagi kepada anak-anak yatim. Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kita ingin memastikan mereka juga merasakan kebahagiaan menyambut Hari Raya Idul Fitri,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Melalui program OASE, masing-masing anak menerima voucher belanja senilai Rp 500.000 yang dapat digunakan untuk membeli baju Lebaran maupun kebutuhan lainnya sesuai keinginan mereka. Konsep “Orang Tua Asuh Sehari” juga menghadirkan para donatur dan muzakki untuk mendampingi anak-anak secara langsung saat berbelanja. 

Bupati Fandi Akhmad Yani berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. “Ini sudah berjalan 3 tahun, kami targetkan tahun depan bisa bertambah jadi 500 anak yatim,” ungkapnya optimis. (*)

EDITOR : Chusnul Cahyadi

Baznas Gelar OASE, 300 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mal Bersama Bupati Gresik  Selengkapnya

Lagi, Polres Gresik Razia Mihol di Warung Remang sepanjang Raya Romoo, Manyar 

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar razia peredaran minuman beralkohol atau minuman keras di sejumlah warung remang-remang pada Minggu malam, 1 Maret 2026. 

Dalam razia di sepanjang Jalan Raya Romoo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu, polisi menyita puluhan botol mihol. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan.

Saat melaksanakan patroli rutin, petugas mencurigai sebuah warung yang masih beroperasi hingga larut malam dengan aktivitas tidak biasa. Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, petugas menemukan belasan botol miras berbagai merek yang disembunyikan secara rapi di dalam kamar tempat peristirahatan pramusaji.

Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan seorang perempuan berinisial MP beserta puluhan barang bukti Arak Bali, Atlas, Kawa-Kawa, Anggur Merah, Api, Guinness, dan Arak Tuban.

Seluruh barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Gresik untuk proses lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku digelandang ke Mapolres Gresik untuk menjalani proses Tindak Pidana Ringan (Tipiring). 

Kepolisian menegaskan akan menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, khususnya selama bulan suci. Kasat Samapta Polres Gresik, AKP Satriyono, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi peredaran miras di wilayah hukumnya, terlebih di bulan Ramadan.

“Kami mengimbau kepada pemilik warung maupun tempat hiburan untuk menghormati bulan suci Ramadan. Kami tidak segan-segan melakukan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku bagi siapa saja yang masih nekat menjual miras atau mengganggu ketertiban umum,” tegasnya.

Polres Gresik juga membuka layanan pengaduan masyarakat melalui hotline 110. Selain itu, masyarakat dapat melaporkan gangguan kamtibmas, tindak kejahatan, maupun kecelakaan lalu lintas melalui nomor Laporcakrama 0811-8800-2006.

Sebagai bentuk komitmen menjaga kondusivitas wilayah, Polres Gresik akan terus melakukan penyisiran dan patroli rutin di berbagai titik rawan guna memastikan suasana Ramadan tetap aman, tertib, dan penuh kekhusyukan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Lagi, Polres Gresik Razia Mihol di Warung Remang sepanjang Raya Romoo, Manyar  Selengkapnya

Happy Ending, Warga Dua Desa Sepakat Damai, Sepakat Jogo Gresik Kondusif 

GRESIK,1minute.id – Kondisi kesehatan Wahyu Agung Pratama membaik. Pemuda 24 tahun asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng ini, satu dari dua korban penusukan yang dilakukan oleh terduga berinisial S, 45, asal Paciran, Lamongan pada Jumat, 27 Februari 2026 dini hari.

Pelaku S mengakui perbuatannya. Namun, ia mengaku tidak memiliki target seseorang. Pelaku pun menyesali perbuatannya. Apalagi, ia mendapatkan kabar rumah di Paciran, Lamongan dibakar oleh massa. 

Pada Sabtu malam, 28 Februari 2026 hingga Minggu pagi, 1 Maret 2026, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memimpin langsung proses mediasi warga dua desa yakni Desa Campurejo dan Desa Banyutengah yang sempat bersitegang yang di picu aktivitas Patrol Sahur itu.

Mediasi dilakukan di balai Desa Banyutengah itu dihadiri Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, jajaran pejabat utama Polres Gresik, Camat Panceng Muhammad Sampurno, Babinsa, serta tokoh masyarakat dan perwakilan pemuda dari kedua desa berlangsung hingga waktu sahur tiba. 

Hasil ? Warga dua desa sepakat untuk damai alias happy ending.  

Dalam arahannya, Kapolres AKBP Ramadhan Nasution menyayangkan terjadinya gesekan antarwarga yang sempat memicu keresahan. Ia menegaskan kepolisian telah bertindak cepat dengan mengamankan pelaku sebagai bentuk komitmen penegakan hukum yang tegas dan profesional.

“Polri tidak ada apa-apanya tanpa dukungan masyarakat. Kami berharap perwakilan warga yang hadir malam ini dapat mengendalikan warganya masing-masing agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Kapolres Ramadhan. 

Ia juga menyoroti maraknya isu provokatif serta ajakan balas dendam yang beredar melalui media sosial. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, demi menjaga stabilitas keamanan bersama.

Langkah mediasi yang dipimpin Kapolres Gresik tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terpeliharanya kerukunan dan stabilitas kamtibmas di wilayah Kecamatan Panceng secara berkelanjutan.

Sementara itu, pascaperdamaian warga dua desa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution bersama Forkopimda lainnya membesuk korban Wahyu Agung Pratama, 24 tahun di RSUD Ibnu Sina Gresik pada Ahad, 1 Maret 2026. 

Setelah dua hari menjalani perawatan intensif di Ruang Cempaka rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Gresik itu, kondisi Wahyu membaik. Ia mulai bisa beraktivitas makan tanpa bantuan dari infus. Rasa nyeri akibat tusukan juga mulai mereda. 

“Alhamdulillah berdasarkan laporan dokter yang menangani di rumah sakit, kondisinya membaik. Kemarin belum bisa makan kemudian masih dipasang infus. Tapi hari ini sudah bisa membaik dan bisa makan normal,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Jika dalam satu hingga dua hari ke depan kondisi terus membaik, imbuhnya, maka perawatan dapat dilanjutkan secara rawat jalan. Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini mengajak untuk menjaga situasi Kabupaten Gresik tetap aman dan kondusif, apalagi selama bulan suci Ramadan.

“Kami mengajak kepada seluruh warga untuk menjaga kondusivitas kondisinya bulan suci Ramadan sangat tidak baik ketika ada peristiwa yang seperti ini. Kita harus menahan diri,  boleh melakukan kegiatan yang positif asalkan tidak mengganggu antarsesama. Dan yang paling penting adalah menjaga kondusivitas orang beribadah biar bisa mendapatkan rasa aman,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Kesehatan Korban Membaik

Dari sisi medis, dokter RSUD Ibnu Sina Gresik, dr. Agung Kusumanegara, menjelaskan bahwa korban diterima pada waktu subuh dan langsung dilakukan stabilisasi. “Terdapat luka terbuka di bagian perut. Hari itu juga kami lakukan pembersihan dan perbaikan lapis demi lapis mulai dari otot, fasia sampai kulit,” jelasnya.

Pada hari pertama pascaoperasi, pasien sudah mulai duduk dan menerima asupan makanan secara bertahap. Jika tidak ada komplikasi dalam satu hingga dua hari ke depan, kondisi pasien diperkirakan semakin membaik. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Happy Ending, Warga Dua Desa Sepakat Damai, Sepakat Jogo Gresik Kondusif  Selengkapnya

Bupati Gresik, Kapolres Gresik Bezuk Korban Penusukan Patrol Sahur di RSUD Ibnu Sina Gresik

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution membezuk Wahyu Agung Pratama di RSUD Ibnu Sina Gresik pada Ahad, 1 Maret 2026. 

Pemuda 24 tahun asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng itu, satu di antara dua korban pembacokan terduga pelaku berinisial S pada Jumat, 27 Februari 2026. Sekitar pukul 12.30 WIB, Bupati Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution davln Forkopimda serta Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah tiba di ruang Cempaka, tempat korban menjalani perawatan intensif.

Dua hari menjalani perawatan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kondisi kesehatan Wahyu membaik. Wahyu sudah mulai bisa makan nasi. Wajahnya pun semringah. Meski, infus masih menancap di tangannya.  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendoakan Wahyu untuk lekas sembuh. 

“Alhamdulillah, berdasarkan diagnosis dokter yang menangani pasien terus membaik. Membaik artinya pasien mulai bisa maka. Sebelumnya makan dibantu infus. Istirahat juga mulai enak. Tinggql sedikit rasa nyeri akibat tusukan,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution telah melakukan pertemuan dengan para tokoh masyarakat dan warga dari dua desa yakni Campurejo dan Banyutengah. Dua desa sepakat untuk berdamai. “Tidak Ada balas dendam lagi. Untuk menjaga kesucian Bulan Suci Ramadan,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Pada kesempatan itu, Gus Yani mengajak seluruh warga di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik untuk menjaga kondusivitas daerah. Apalagi saat ini, di bulan Suci Ramadan. Kita boleh melakukan aktivitas asalkan tidak mengganggu antarsesama. “Dan, yang paling penting menjaga kondusivitas agar seorang bisa melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman. Mudah-mudahan tidak ada lagi peristiwa seperti lagi di waktu mendatang,” harap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyatakan, pihaknya telah menangkap satu orang terduga pelaku. Selain itu, kami sedang melakukan pendalaman terkait dugaan adanya provokasi terkait perkara itu. Selain itu, kedua belah pihak sudah sepakat untuk damai. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya warga Panceng untuk menjaga kondusivitas serta menjaga kesucian  Bulan Ramadan ini,” kata perwira dua melati di pundak itu.

Untuk diketahui, Patrol Sahur berujung keributan. Dua pemuda asal Campurejo, Kecamatan Panceng mengalami luka tusuk. Korban bernama Wahyu Agung Pratama, 24, mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke RS Ibnu Sina Gresik dan Moh Ruhul Madani, 25, menjalani perawatan di Puskesmas Panceng.

Polisi mengamankan seorang pemuda berinisial berinisial S, 45 tahun yang diduga kuat sebagai pelaku penusukan. Pelaku S di tangkap di Paciran, Lamongan. Warga yang gemas akhirnya membakar rumah pelaku yang berada di Desa Tlogosandang, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik, Kapolres Gresik Bezuk Korban Penusukan Patrol Sahur di RSUD Ibnu Sina Gresik Selengkapnya

Selama Ramadan, Satlantas Polres Gresik Berikan Layanan Khusus bagi Santri, SIM Santri Trendi

GRESIK,1minute.id – Satuan Lalu Lintas Polres Gresik menghadirkan inovasi pelayanan publik bertajuk SIM Santri Trendi (Taat dan Tertib dalam Mengemudi). Program ini dirancang sebagai solusi jemput bola bagi para santri di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik yang ingin tetap tertib administrasi berkendara tanpa harus mengorbankan kewajiban ibadah dan pendidikan di pesantren.

Kasat Lantas Satlantas Polres Gresik Nur Arifin, menjelaskan bahwa layanan permohonan baru SIM A dan SIM C dibuka secara khusus setiap hari Jumat selama Ramadan 1447 H. 

“Kami menyesuaikan pelayanan publik dengan realitas di lapangan. Santri memiliki aktivitas yang sangat padat selama Ramadan, maka kami hadirkan akses khusus agar mereka tetap bisa memenuhi kewajiban administratifnya sebagai pengendara,” ujarnya.

Kebijakan ini menjadi bentuk fleksibilitas pelayanan kepolisian, tanpa mengurangi standar dan prosedur yang berlaku. Salah satu poin menarik dari program ini adalah sifatnya yang inklusif.

Layanan SIM Santri Trendi tidak membatasi pemohon hanya bagi santri ber-KTP Gresik.

Ketentuannya meliputi:

* Identitas: Terbuka bagi santri dengan KTP wilayah mana pun (nasional).

* Syarat Validasi: Cukup menunjukkan Kartu Santri atau kartu identitas pondok yang masih aktif sebagai bukti domisili di pesantren wilayah Gresik.

* Jenis Layanan: Permohonan baru untuk SIM A (mobil) dan SIM C (sepeda motor).

Dengan kebijakan tersebut, para santri perantauan tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengurus legalitas berkendara. Meski memberikan kemudahan akses waktu dan administrasi, pihak kepolisian menegaskan tidak ada jalur instan dalam proses penerbitan SIM.

Seluruh pemohon tetap wajib melalui tahapan standar, mulai dari verifikasi administrasi, ujian teori terkait pemahaman aturan lalu lintas, hingga ujian praktik untuk mengukur keterampilan berkendara. Hal ini memastikan bahwa predikat “Trendi” bukan sekadar slogan, melainkan representasi santri yang benar-benar cakap dan patuh di jalan raya.

Program SIM Santri Trendi sejatinya menjadi jembatan antara dua ruang disiplin. Di pesantren, kedisiplinan dibentuk melalui ketekunan mengkaji kitab dan kepatuhan terhadap tata tertib. Di jalan raya, disiplin diwujudkan melalui kepatuhan pada rambu dan etika berlalu lintas.

Melalui inovasi ini, Polres Gresik berharap para santri tidak hanya menjadi teladan dalam urusan spiritual, tetapi juga tampil sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas. Ramadan pun dimuliakan, bukan hanya di ruang ibadah, melainkan juga di setiap lajur jalan raya Kabupaten Gresik. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Selama Ramadan, Satlantas Polres Gresik Berikan Layanan Khusus bagi Santri, SIM Santri Trendi Selengkapnya

Tradisi Ramadan, Bupati, PWI & Baznas Gresik Gelar Buka Bersama dan Menyantuni Anak Yatim

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik kembali melanjutkan tradisi baik di bulan Ramadan dengan menggelar buka puasa dan menyantuni anak yatim.

Kegiatan rutin saban bulan Ramadan yang dihadiri antara lain Bupati Gresik Fandi Akhmad, anggota F-PDI Perjuangan juga Bendahara DPC PDI-P Gresik Ahmad Nadlir, serta Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik Johar Gunawan digelar di halaman Sekretariat PWI Gresik di Jalan AIS Nasution Gresik pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Sebanyak 42 anak yatim hadir dalam kegiatan hasil kolaborasi dengan Badan Amil Zakat dan Infaq Nasional (Baznas) Gresik yang mengusung tajuk “Tebarkan Kebaikan Silaturahmi di Bulan Ramadhan” ini berlangsung khidmat.

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiyono mengatakan, kegiatan santunan anak yatim merupakan agenda rutin tahunan yang digelar setiap bulan suci Ramadan.

“Alhamdulillah di tahun ini kita bisa kembali menggelar santunan anak yatim dan buka puasa bersama. Ini sudah menjadi komitmen kami untuk terus berbagi di bulan suci,” ujarnya.

Deni juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari Pemerintah Kabupaten Gresik hingga para donatur. “Terima kasih kepada semuanya yang telah mendukung acara ini. Semoga ke depan bisa lebih baik dan lebih besar lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Diskominfo mewakili Bupati Gresik, Johar Gunawan mengapresiasi konsistensi PWI Gresik dalam menyelenggarakan kegiatan sosial di bulan Ramadan. “Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi anak-anak yatim yang menerima santunan dan terus berlangsung di tahun-tahun berikutnya,” tuturnya.

Wakil Ketua I Baznas Gresik Mustoha mengaku bangga atas kolaborasi yang terjalin antara PWI Gresik dan Baznas dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kami mengapresiasi teman-teman PWI atas kolaborasi ini. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan ke depan bisa semakin baik lagi,” ungkapnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tradisi Ramadan, Bupati, PWI & Baznas Gresik Gelar Buka Bersama dan Menyantuni Anak Yatim Selengkapnya

Sahur Patrol di Gresik Berujung Penusukan, Satreskrim Polres Gresik Tangkap Pelaku di Lamongan 

GRESIK,1minute.id – Sahur Patrol berujung keributan. Dua pemuda asal Campurejo, Kecamatan Panceng mengalami luka tusuk. Korban bernama Wahyu Agung Pratama, 24, mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke RS Ibnu Sina Gresik dan Moh Ruhul Madani, 25,  menjalani perawatan di Puskesmas Panceng.

Polisi menangkap seorang yang diduga pelaku berinisial S, 45, warga Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.  “Tim langsung bergerak dan berhasil mengamankan tersangka di wilayah tersebut. Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolres Gresik dengan didampingi pihak keluarga untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Berdasarkan keterangan polisi pada Jumat, 27 Februari 2026 sekitar pukul 00.30 WIB saat sejumlah pemuda Desa Campurejo, Kecamatan Panceng menggelar kegiatan sahur patrol. Saat itu terjadi aksi saling lempar bom air dengan pemuda dari Desa Banyutengah.

Situasi memanas setelah terjadi perang bom air dan saling ejek. Pemuda Campurejo sempat mundur, namun didatangi kelompok dari Banyutengah yang tidak terima dengan ucapan yang dilontarkan. Di lokasi kejadian, tepatnya di depan sebuah tempat biliar & cafe di Desa Campurejo, tiba-tiba muncul seorang pria membawa senjata tajam jenis parang dan melakukan pembacokan terhadap dua korban.

Korban pertama, Wahyu Agung Pratama, 24, dan Moh Ruhul Madani, 25. Usai kejadian, korban Moh Ruhul Madani melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Panceng untuk proses hukum lebih lanjut.

Untuk mengantisipasi eskalasi konflik, personel Satreskrim dan Sat Samapta Polres Gresik bersama jajaran Polsek diterjunkan ke lokasi guna melakukan patroli gabungan dan penjagaan intensif.

Saat ini situasi dilaporkan mulai kondusif.

Pada Jumat, 27 Februari 2026 sekitar pukul 23.40 WIB, Unit Resmob gabungan yang dipimpin Kanit Resmob Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan, menerima informasi dari masyarakat bahwa pelaku berada di wilayah Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu buah parang, satu potong jaket jeans warna biru, satu potong sarung warna putih.

Tersangka dijerat Pasal 468 Ayat (1) KUHP atau Pasal 466 Ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat atau penganiayaan yang mengakibatkan luka berat.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Wdjaya, menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas setiap bentuk kekerasan yang mengganggu ketertiban masyarakat. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” tegasnya.

Masyarakat jika mengetahui atau melihat adanya tindak pidana, masyarakat bisa langsung melapor ke kantor polisi terdekat, menghubungi call center 110, atau hotline Lapor Cak Rama di 0811-8800-2006. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Sahur Patrol di Gresik Berujung Penusukan, Satreskrim Polres Gresik Tangkap Pelaku di Lamongan  Selengkapnya