Happy Ending, Warga Dua Desa Sepakat Damai, Sepakat Jogo Gresik Kondusif 

GRESIK,1minute.id – Kondisi kesehatan Wahyu Agung Pratama membaik. Pemuda 24 tahun asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng ini, satu dari dua korban penusukan yang dilakukan oleh terduga berinisial S, 45, asal Paciran, Lamongan pada Jumat, 27 Februari 2026 dini hari.

Pelaku S mengakui perbuatannya. Namun, ia mengaku tidak memiliki target seseorang. Pelaku pun menyesali perbuatannya. Apalagi, ia mendapatkan kabar rumah di Paciran, Lamongan dibakar oleh massa. 

Pada Sabtu malam, 28 Februari 2026 hingga Minggu pagi, 1 Maret 2026, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memimpin langsung proses mediasi warga dua desa yakni Desa Campurejo dan Desa Banyutengah yang sempat bersitegang yang di picu aktivitas Patrol Sahur itu.

Mediasi dilakukan di balai Desa Banyutengah itu dihadiri Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, jajaran pejabat utama Polres Gresik, Camat Panceng Muhammad Sampurno, Babinsa, serta tokoh masyarakat dan perwakilan pemuda dari kedua desa berlangsung hingga waktu sahur tiba. 

Hasil ? Warga dua desa sepakat untuk damai alias happy ending.  

Dalam arahannya, Kapolres AKBP Ramadhan Nasution menyayangkan terjadinya gesekan antarwarga yang sempat memicu keresahan. Ia menegaskan kepolisian telah bertindak cepat dengan mengamankan pelaku sebagai bentuk komitmen penegakan hukum yang tegas dan profesional.

“Polri tidak ada apa-apanya tanpa dukungan masyarakat. Kami berharap perwakilan warga yang hadir malam ini dapat mengendalikan warganya masing-masing agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Kapolres Ramadhan. 

Ia juga menyoroti maraknya isu provokatif serta ajakan balas dendam yang beredar melalui media sosial. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, demi menjaga stabilitas keamanan bersama.

Langkah mediasi yang dipimpin Kapolres Gresik tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terpeliharanya kerukunan dan stabilitas kamtibmas di wilayah Kecamatan Panceng secara berkelanjutan.

Sementara itu, pascaperdamaian warga dua desa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution bersama Forkopimda lainnya membesuk korban Wahyu Agung Pratama, 24 tahun di RSUD Ibnu Sina Gresik pada Ahad, 1 Maret 2026. 

Setelah dua hari menjalani perawatan intensif di Ruang Cempaka rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Gresik itu, kondisi Wahyu membaik. Ia mulai bisa beraktivitas makan tanpa bantuan dari infus. Rasa nyeri akibat tusukan juga mulai mereda. 

“Alhamdulillah berdasarkan laporan dokter yang menangani di rumah sakit, kondisinya membaik. Kemarin belum bisa makan kemudian masih dipasang infus. Tapi hari ini sudah bisa membaik dan bisa makan normal,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Jika dalam satu hingga dua hari ke depan kondisi terus membaik, imbuhnya, maka perawatan dapat dilanjutkan secara rawat jalan. Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini mengajak untuk menjaga situasi Kabupaten Gresik tetap aman dan kondusif, apalagi selama bulan suci Ramadan.

“Kami mengajak kepada seluruh warga untuk menjaga kondusivitas kondisinya bulan suci Ramadan sangat tidak baik ketika ada peristiwa yang seperti ini. Kita harus menahan diri,  boleh melakukan kegiatan yang positif asalkan tidak mengganggu antarsesama. Dan yang paling penting adalah menjaga kondusivitas orang beribadah biar bisa mendapatkan rasa aman,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Kesehatan Korban Membaik

Dari sisi medis, dokter RSUD Ibnu Sina Gresik, dr. Agung Kusumanegara, menjelaskan bahwa korban diterima pada waktu subuh dan langsung dilakukan stabilisasi. “Terdapat luka terbuka di bagian perut. Hari itu juga kami lakukan pembersihan dan perbaikan lapis demi lapis mulai dari otot, fasia sampai kulit,” jelasnya.

Pada hari pertama pascaoperasi, pasien sudah mulai duduk dan menerima asupan makanan secara bertahap. Jika tidak ada komplikasi dalam satu hingga dua hari ke depan, kondisi pasien diperkirakan semakin membaik. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Happy Ending, Warga Dua Desa Sepakat Damai, Sepakat Jogo Gresik Kondusif  Selengkapnya

Bupati Gresik, Kapolres Gresik Bezuk Korban Penusukan Patrol Sahur di RSUD Ibnu Sina Gresik

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution membezuk Wahyu Agung Pratama di RSUD Ibnu Sina Gresik pada Ahad, 1 Maret 2026. 

Pemuda 24 tahun asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng itu, satu di antara dua korban pembacokan terduga pelaku berinisial S pada Jumat, 27 Februari 2026. Sekitar pukul 12.30 WIB, Bupati Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution davln Forkopimda serta Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah tiba di ruang Cempaka, tempat korban menjalani perawatan intensif.

Dua hari menjalani perawatan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kondisi kesehatan Wahyu membaik. Wahyu sudah mulai bisa makan nasi. Wajahnya pun semringah. Meski, infus masih menancap di tangannya.  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendoakan Wahyu untuk lekas sembuh. 

“Alhamdulillah, berdasarkan diagnosis dokter yang menangani pasien terus membaik. Membaik artinya pasien mulai bisa maka. Sebelumnya makan dibantu infus. Istirahat juga mulai enak. Tinggql sedikit rasa nyeri akibat tusukan,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution telah melakukan pertemuan dengan para tokoh masyarakat dan warga dari dua desa yakni Campurejo dan Banyutengah. Dua desa sepakat untuk berdamai. “Tidak Ada balas dendam lagi. Untuk menjaga kesucian Bulan Suci Ramadan,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Pada kesempatan itu, Gus Yani mengajak seluruh warga di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik untuk menjaga kondusivitas daerah. Apalagi saat ini, di bulan Suci Ramadan. Kita boleh melakukan aktivitas asalkan tidak mengganggu antarsesama. “Dan, yang paling penting menjaga kondusivitas agar seorang bisa melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman. Mudah-mudahan tidak ada lagi peristiwa seperti lagi di waktu mendatang,” harap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyatakan, pihaknya telah menangkap satu orang terduga pelaku. Selain itu, kami sedang melakukan pendalaman terkait dugaan adanya provokasi terkait perkara itu. Selain itu, kedua belah pihak sudah sepakat untuk damai. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya warga Panceng untuk menjaga kondusivitas serta menjaga kesucian  Bulan Ramadan ini,” kata perwira dua melati di pundak itu.

Untuk diketahui, Patrol Sahur berujung keributan. Dua pemuda asal Campurejo, Kecamatan Panceng mengalami luka tusuk. Korban bernama Wahyu Agung Pratama, 24, mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke RS Ibnu Sina Gresik dan Moh Ruhul Madani, 25, menjalani perawatan di Puskesmas Panceng.

Polisi mengamankan seorang pemuda berinisial berinisial S, 45 tahun yang diduga kuat sebagai pelaku penusukan. Pelaku S di tangkap di Paciran, Lamongan. Warga yang gemas akhirnya membakar rumah pelaku yang berada di Desa Tlogosandang, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik, Kapolres Gresik Bezuk Korban Penusukan Patrol Sahur di RSUD Ibnu Sina Gresik Selengkapnya

Selama Ramadan, Satlantas Polres Gresik Berikan Layanan Khusus bagi Santri, SIM Santri Trendi

GRESIK,1minute.id – Satuan Lalu Lintas Polres Gresik menghadirkan inovasi pelayanan publik bertajuk SIM Santri Trendi (Taat dan Tertib dalam Mengemudi). Program ini dirancang sebagai solusi jemput bola bagi para santri di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik yang ingin tetap tertib administrasi berkendara tanpa harus mengorbankan kewajiban ibadah dan pendidikan di pesantren.

Kasat Lantas Satlantas Polres Gresik Nur Arifin, menjelaskan bahwa layanan permohonan baru SIM A dan SIM C dibuka secara khusus setiap hari Jumat selama Ramadan 1447 H. 

“Kami menyesuaikan pelayanan publik dengan realitas di lapangan. Santri memiliki aktivitas yang sangat padat selama Ramadan, maka kami hadirkan akses khusus agar mereka tetap bisa memenuhi kewajiban administratifnya sebagai pengendara,” ujarnya.

Kebijakan ini menjadi bentuk fleksibilitas pelayanan kepolisian, tanpa mengurangi standar dan prosedur yang berlaku. Salah satu poin menarik dari program ini adalah sifatnya yang inklusif.

Layanan SIM Santri Trendi tidak membatasi pemohon hanya bagi santri ber-KTP Gresik.

Ketentuannya meliputi:

* Identitas: Terbuka bagi santri dengan KTP wilayah mana pun (nasional).

* Syarat Validasi: Cukup menunjukkan Kartu Santri atau kartu identitas pondok yang masih aktif sebagai bukti domisili di pesantren wilayah Gresik.

* Jenis Layanan: Permohonan baru untuk SIM A (mobil) dan SIM C (sepeda motor).

Dengan kebijakan tersebut, para santri perantauan tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengurus legalitas berkendara. Meski memberikan kemudahan akses waktu dan administrasi, pihak kepolisian menegaskan tidak ada jalur instan dalam proses penerbitan SIM.

Seluruh pemohon tetap wajib melalui tahapan standar, mulai dari verifikasi administrasi, ujian teori terkait pemahaman aturan lalu lintas, hingga ujian praktik untuk mengukur keterampilan berkendara. Hal ini memastikan bahwa predikat “Trendi” bukan sekadar slogan, melainkan representasi santri yang benar-benar cakap dan patuh di jalan raya.

Program SIM Santri Trendi sejatinya menjadi jembatan antara dua ruang disiplin. Di pesantren, kedisiplinan dibentuk melalui ketekunan mengkaji kitab dan kepatuhan terhadap tata tertib. Di jalan raya, disiplin diwujudkan melalui kepatuhan pada rambu dan etika berlalu lintas.

Melalui inovasi ini, Polres Gresik berharap para santri tidak hanya menjadi teladan dalam urusan spiritual, tetapi juga tampil sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas. Ramadan pun dimuliakan, bukan hanya di ruang ibadah, melainkan juga di setiap lajur jalan raya Kabupaten Gresik. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Selama Ramadan, Satlantas Polres Gresik Berikan Layanan Khusus bagi Santri, SIM Santri Trendi Selengkapnya

Tradisi Ramadan, Bupati, PWI & Baznas Gresik Gelar Buka Bersama dan Menyantuni Anak Yatim

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik kembali melanjutkan tradisi baik di bulan Ramadan dengan menggelar buka puasa dan menyantuni anak yatim.

Kegiatan rutin saban bulan Ramadan yang dihadiri antara lain Bupati Gresik Fandi Akhmad, anggota F-PDI Perjuangan juga Bendahara DPC PDI-P Gresik Ahmad Nadlir, serta Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik Johar Gunawan digelar di halaman Sekretariat PWI Gresik di Jalan AIS Nasution Gresik pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Sebanyak 42 anak yatim hadir dalam kegiatan hasil kolaborasi dengan Badan Amil Zakat dan Infaq Nasional (Baznas) Gresik yang mengusung tajuk “Tebarkan Kebaikan Silaturahmi di Bulan Ramadhan” ini berlangsung khidmat.

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiyono mengatakan, kegiatan santunan anak yatim merupakan agenda rutin tahunan yang digelar setiap bulan suci Ramadan.

“Alhamdulillah di tahun ini kita bisa kembali menggelar santunan anak yatim dan buka puasa bersama. Ini sudah menjadi komitmen kami untuk terus berbagi di bulan suci,” ujarnya.

Deni juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari Pemerintah Kabupaten Gresik hingga para donatur. “Terima kasih kepada semuanya yang telah mendukung acara ini. Semoga ke depan bisa lebih baik dan lebih besar lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Diskominfo mewakili Bupati Gresik, Johar Gunawan mengapresiasi konsistensi PWI Gresik dalam menyelenggarakan kegiatan sosial di bulan Ramadan. “Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi anak-anak yatim yang menerima santunan dan terus berlangsung di tahun-tahun berikutnya,” tuturnya.

Wakil Ketua I Baznas Gresik Mustoha mengaku bangga atas kolaborasi yang terjalin antara PWI Gresik dan Baznas dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kami mengapresiasi teman-teman PWI atas kolaborasi ini. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan ke depan bisa semakin baik lagi,” ungkapnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tradisi Ramadan, Bupati, PWI & Baznas Gresik Gelar Buka Bersama dan Menyantuni Anak Yatim Selengkapnya

Sahur Patrol di Gresik Berujung Penusukan, Satreskrim Polres Gresik Tangkap Pelaku di Lamongan 

GRESIK,1minute.id – Sahur Patrol berujung keributan. Dua pemuda asal Campurejo, Kecamatan Panceng mengalami luka tusuk. Korban bernama Wahyu Agung Pratama, 24, mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke RS Ibnu Sina Gresik dan Moh Ruhul Madani, 25,  menjalani perawatan di Puskesmas Panceng.

Polisi menangkap seorang yang diduga pelaku berinisial S, 45, warga Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.  “Tim langsung bergerak dan berhasil mengamankan tersangka di wilayah tersebut. Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolres Gresik dengan didampingi pihak keluarga untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Berdasarkan keterangan polisi pada Jumat, 27 Februari 2026 sekitar pukul 00.30 WIB saat sejumlah pemuda Desa Campurejo, Kecamatan Panceng menggelar kegiatan sahur patrol. Saat itu terjadi aksi saling lempar bom air dengan pemuda dari Desa Banyutengah.

Situasi memanas setelah terjadi perang bom air dan saling ejek. Pemuda Campurejo sempat mundur, namun didatangi kelompok dari Banyutengah yang tidak terima dengan ucapan yang dilontarkan. Di lokasi kejadian, tepatnya di depan sebuah tempat biliar & cafe di Desa Campurejo, tiba-tiba muncul seorang pria membawa senjata tajam jenis parang dan melakukan pembacokan terhadap dua korban.

Korban pertama, Wahyu Agung Pratama, 24, dan Moh Ruhul Madani, 25. Usai kejadian, korban Moh Ruhul Madani melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Panceng untuk proses hukum lebih lanjut.

Untuk mengantisipasi eskalasi konflik, personel Satreskrim dan Sat Samapta Polres Gresik bersama jajaran Polsek diterjunkan ke lokasi guna melakukan patroli gabungan dan penjagaan intensif.

Saat ini situasi dilaporkan mulai kondusif.

Pada Jumat, 27 Februari 2026 sekitar pukul 23.40 WIB, Unit Resmob gabungan yang dipimpin Kanit Resmob Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan, menerima informasi dari masyarakat bahwa pelaku berada di wilayah Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu buah parang, satu potong jaket jeans warna biru, satu potong sarung warna putih.

Tersangka dijerat Pasal 468 Ayat (1) KUHP atau Pasal 466 Ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat atau penganiayaan yang mengakibatkan luka berat.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Wdjaya, menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas setiap bentuk kekerasan yang mengganggu ketertiban masyarakat. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” tegasnya.

Masyarakat jika mengetahui atau melihat adanya tindak pidana, masyarakat bisa langsung melapor ke kantor polisi terdekat, menghubungi call center 110, atau hotline Lapor Cak Rama di 0811-8800-2006. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Sahur Patrol di Gresik Berujung Penusukan, Satreskrim Polres Gresik Tangkap Pelaku di Lamongan  Selengkapnya

Sosok Rayyan Rabbani, Siswa SD NU 1 Trate Gresik yang Multitalenta, Lukisannya Lolos Open Call Nasional di Vinautism Gallery

GRESIK,1minute.id – Sosok Muhammad Rayyan Rabbani Riyanto yang multitalenta sedang naik daun. Bocah kelas IV International Class Program (ICP) SD Nahdlatul Ulama 1 Trate Gresik ini tidak hanya hafal 2 juz Alquran. Ia juga pandai melukis. Goresan tangan bocah 10 tahun yang mondok di Ponpes Roudlotut Tholibin Islamiyah asuhan KH.Chotib Hambari putra KH.Muhammad Bashori Mansyur berjudul “Laut Darat Udara” turut menyemarakkan pameran Open Call Skala Nasional di Vinautism Gallery di Citraland Surabaya.

Pameran lukisan berskala nasional. Lukisan ukuran 40×50 cm (3 panel) menggunakan Mix Media ini mendapatkan apresiasi dari Torando Tori, Manager Vinautism Gallery. 

Menurut Muhammad Riyanto, ayahanda Rayyan, sejak kecil memiliki hobi melukis, seni Hadrah, Banjari dan Tilawah. “Cuma setahun ini, Rayyan mulai progres suka sket dan mulai pewarnaan pakai pen Acrylic marker dan tempel tempel,” kata Riyanto yang pelukis Kaligrafi Nasional ini pada Jumat, 27 Februari 2026.

Rayyan pun semakin seregep mengikuti kegiatan berkesenian di tingkat kabupaten. “Yang nasional yang pertama. Kalau di tingkat kota juga pernah,” terang Riyanto yang alumnus Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Islamiyah asuhan KH. Muhammad Bashori Mansyur, Tambak Osowilangun, Surabaya ini.

Riyanto mengatakan, karya Rayyan berjudul Laut Darat Udara terdiri tiga panel menghadirkan sebuah dunia penuh warna melalui teknik mix media. Setiap panel bukan hanya gambar, tetapi cerita yang mengalir dari laut, ke daratan, hingga ke udara. Imajinasi sangat luas. “Seolah-olah kita sedang mengikuti perjalanan sebuah petualangan besar yang keluar dari pikirannya yang ceria,” ujar Riyanto. 

Panel kiri: tentang Laut. Panel pertama memancarkan kehidupan bawah laut yang ramai dan penuh kejutan. Dengan latar warna keemasan yang hangat, Rayyan menggambarkan ikan-ikan lucu, ubur-ubur berwajah ceria, kepiting yang bersiul, dan bahkan kapal kecil yang tampak seperti sedang berlayar melintasi dunia warna-warni miliknya. 

Ganggang laut dan makhluk-makhluk kecil lainnya berdansa di antara ombak, seakan semuanya hidup dan bersahabat. “Laut versi Rayyan adalah tempat yang tidak menakutkan, melainkan taman bermain bagi makhluk,” terang Riyanto.

Panel Tengah: Darat. Pada panel tengah ini, jelas Riyanto, Rayyan mengimajinasikan dunia darat tampil sebagai tempat yang penuh sukacita. Warna ungu cerah menjadi latar bagi berbagai hewan dan manusia yang tampak hidup berdampingan. Ada katak besar yang tersenyum, burung-burung mungil, anak-anak yang bermain, hingga keluarga yang tampak menikmati kebersamaan.

“Rumah-rumah kecil, bunga-bunga yang mekar, dan balon berwarna-warni menambah kesan bahwa daratan adalah tempat yang damai dan hangat. Rayyan menggambar semuanya dengan gaya khas anak-anak bebas, jujur, dan penuh kegembiraan,” tegasnya. 

Kemudian panel kanan yakni Udara. Panel terakhir ini, Rayyan seakan membawa kita terbang tinggi ke langit berwarna merah muda cerah. Di sini, Rayyan memenuhi udara dengan pesawat, helikopter, balon udara, roket kecil, hingga makhluk-makhluk terbang yang tampak seakan berasal dari dunia fantasi. 

Anak-anak melayang dengan parasut, burung berwarna-warni membubung, dan UFO imut ikut meramaikan suasana. Langit menjadi panggung bagi petualangan yang tak berujung, menggambarkan betapa bebasnya imajinasi seorang anak ketika membayangkan dunia dari atas.

“Laut Darat Udara” adalah gambaran bagaimana Rayyan melihat dunia: penuh kehidupan, penuh warna, dan dipenuhi hal-hal yang selalu membuatnya penasaran. Bagi Rayyan, setiap tempat adalah ruang bermain, dan setiap makhluk baik yang nyata maupun imajinatif memiliki tempat di dalam ceritanya. Lewat karya ini, ia mengajak kita semua untuk kembali melihat dunia dengan mata seorang anak: sederhana, ceria, dan tak pernah kehabisan keajaiban. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Sosok Rayyan Rabbani, Siswa SD NU 1 Trate Gresik yang Multitalenta, Lukisannya Lolos Open Call Nasional di Vinautism Gallery Selengkapnya

Gresik Menuju Kabupaten Bersih di Indonesia, Bupati Gresik Berikan Apresiasi pada Petugas Keberhasilan

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi dengan meraih Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah – Sertifikat menuju Kabupaten Bersih 2025. Penghargaan itu diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Penghargaan Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih itu diterima langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Jakarta. Kepulangan orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik disambut meriah pada Jumat, 27 Februari 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif serta Forkopimda diarak keliling kota dengan becak listrik, mobil listrik karya siswa SMK PGRI 1 Gresik serta kendaraan lainnya. 

Meriah : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kiri) dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif (kanan) mendapatkan sambutan meriah dari masyarakat dan pelajar dalam Kirab Adipura, Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih pada Jumat, 27 Februari 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Rute arak-arakan sepanjang 5 kilometer mulai dari Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) jalan Veteran – Jalan Panglima Sudirman dan finish di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Jalan Jaksa Agung Suprapto. Sepanjang rute tersebut ribu pasang mata berjajar di pinggir jalan menyambut Kirab Adipura. 

Penghargaan bidang lingkungan itu menjadi kado istimewa bagi masyarakat Gresik yang sedang merayakan HUT ke-52 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-539 Kota Gresik. HUT Pemkab diperingati setiap 27 Februari sedangkan Hari Jadi Kota Gresik diperingati setiap 9 Maret. 

“Ini bukan sekadar penghargaan. Ini adalah pengingat bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan masing-masing. TPA sudah kita benahi, formatnya sudah ada. Sekarang kita mulai dari sekolah, minimal 30 menit sebelum masuk kelas untuk bersih-bersih lingkungan,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani pada Jumat, 27 Februari 2026.

Ia menegaskan, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan semua elemen. Misalnya, lembaga pendidikan didorong menjadi pusat edukasi pengolahan sampah, masyarakat diminta aktif memilah sampah dari rumah, dan perusahaan diajak turut mendukung

Dalam sektor perizinan perumahan, ia melanjutkan, Pemkab Gresik juga akan mewajibkan penyediaan tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R).

Ia meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik untuk mulai masuk ke pesantren. “Pengelolaan sampah di lingkungan pesantren mulai dianggarkan agar sampah dapat dipilah disana,” harap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Ia mencontohkan Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu yang dinilai berhasil dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat, termasuk gerakan satu rumah satu biopori. Desa tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi desa lain. Hal serupa juga dilakukan Kelurahan Sukorame, Kecamatan Gresik melalui program kampung proklim. 

“Kedua desa dan kelurahan itu jadi percontohan, dan hari ini kami beri kado dan mendapat bantuan motor pengangkut sampah roda tiga,” ungkapnya.

Kabupaten Gresik, satu dari 35 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil meraih Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup. Capaian ini menempatkan Gresik dalam jajaran daerah yang dinilai berhasil membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

APRESIASI PETUGAS KEBERSIHAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah mendampingi seorang petugas kebersihan mengangkat Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dalam Kirab Adipura di WEP Gresik pada Jumat, 27 Februari 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ia menjelaskan bahwa salah satu alasan utama Gresik memperoleh penghargaan adalah keberhasilan mengelola sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni energi terbarukan pengganti fosil batu bara yang disinergikan dengan PT Semen Indonesia sebagai off taker. Skema ini menjadikan sampah sebagai sumber daya sekaligus mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen, terutama dedikasi para petugas kebersihan dan pertamanan yang ada lapangan. “Hari ini kita tidak sekadar membawa penghargaan. Kita membawa penghormatan untuk panjenengan semua yang setiap hari memastikan Gresik tetap bersih,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Sri Subaidah, menuturkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. “Ini bukan hanya keberhasilan DLH, tetapi hasil kolaborasi pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Dia menjelaskan, penghargaan tahun ini diraih melalui proses penilaian ketat. Dari 420 kabupaten/kota se-Indonesia yang dinilai, tidak ada satu pun daerah yang meraih predikat Pengelolaan Sangat Bersih maupun Pengelolaan Bersih.

“Hanya 35 daerah secara nasional yang meraih predikat Kabupaten/Kota Bersertifikat atau Menuju Kabupaten/Kota Bersih, dan Kabupaten Gresik menjadi salah satunya,” jelas Sri. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi

Gresik Menuju Kabupaten Bersih di Indonesia, Bupati Gresik Berikan Apresiasi pada Petugas Keberhasilan Selengkapnya

Jaksa Kejari Gresik Tuntut Terdakwa Pembunuhan Driver Ojol Perempuan Hukuman Seumur Hidup

GRESIK,1minute.id –  Jaksa penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menuntut  terdakwa Syahrama, 36, hukuman seumur hidup. Sidang lanjutan agenda pembacaan tuntutan terdakwa dugaan pembunuhan driver ojol perempuan Sevi Ayu Claudia di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Gresik pada Kamis, 26 Februari 2026.

Tuntutan seumur hidup ini kali pertama dalam kurun waktu satu dekade di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini. 

Jaksa Penuntut Umum Immamal Muttaqin dihadapan majelis hakim Aunur Rofiq menyatakan bahwa rangkaian fakta persidangan menunjukkan adanya perencanaan untuk membunuh korban Sevi Ayu Claudia, 30, asal Sidoarjo. 

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana pasal 340 KUHP dan diubah pasal 459 KUHP tahun 2023 tentang pembunuhan berencana. Menjatuhkan pidana seumur hidup,” tegasnya.

Jaksa penuntut menganggap perbuatan terdakwa sangat keji dan tidak manusiawi. Selain itu terdakwa telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana. “Perbuatan terdakwa menyebabkan korban kehilangan nyawa dan kerugian uang 7 juta. Selain itu terdakwa residivis pembunuhan. Bahkan perbuatannya itu meresahkan masyarakat,” ujarnya. 

Untuk diketahui  warga Kedamean digegerkan dengan penemuan mayat dalam kardus di tepi jalan raya Kedamean pada Senin 28 Juli 2025. Belakangan diketahui mayat tersebut berinisial SAC, driver ojol asal Sidoarjo. Terduga pelaku adalah Syahrama, 36, warga Sidoarjo. Pelaku dan korban sama-sama berprofesi sebagai driver ojek online alias ojol.

Pada Sabtu, 26 Juli 2025 sekitar pukul 16.45 WIB, Sevi datang ke lokasi sesuai janji. Sevi masuk ke dalam toko dan langsung diajak SR menuju ruang kerja. Di ruangan itulah pelaku menjalankan aksinya. Tanpa banyak bicara, SR memukul korban secara brutal menggunakan alat pemotong kertas ke bagian belakang kepala. Korban sempat mencoba melawan, namun SR terus menghantamkan alat berat tersebut hingga Sevi tak berdaya dan akhirnya meninggal dunia di tempat. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jaksa Kejari Gresik Tuntut Terdakwa Pembunuhan Driver Ojol Perempuan Hukuman Seumur Hidup Selengkapnya

Pemkab Gresik bersama Kemensos Serahkan Bantuan Langsung ODHIV 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyerahkan bantuan langsung tahap pertama bagi Orang dengan HIV (ODHIV) di Kantor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Gresik pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan itu bekerjasama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia. 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengapresiasi langkah pemerintah pusat dalam memberikan dukungan sosial dan penguatan kemandirian ekonomi bagi ODHIV. “Penanggulangan HIV dan AIDS bukan semata persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut aspek sosial, ekonomi, dan kemanusiaan,” ungkap dokter Alif yang juga Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Gresik ini.

Pada tahap pertama ini, bantuan diberikan dalam bentuk dukungan nutrisi dan pemenuhan kebutuhan Activity Daily Living (ADL) kepada 18 ODHIV yang tergolong pada kelompok masyarakat desil 1-5. Tahap kedua berupa bantuan kewirausahaan kepada 16 penerima manfaat sebagai langkah strategis mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan produktivitas.

Wabup Alif mengingatkan pentingnya disiplin dalam kontrol kesehatan serta rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV). Ia turut mengajak seluruh pihak berkomitmen menerapkan prinsip “3 Zero”, yakni zero infeksi baru HIV, zero kematian terkait AIDS, serta zero stigma dan diskriminasi.

“Komitmen ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama menuju eliminasi HIV/AIDS di Kabupaten Gresik pada tahun 2030,” tegasnya. Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun lingkungan yang inklusif, tanpa stigma dan diskriminasi, serta penuh empati. Hal ini agar setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk hidup sehat, produktif, dan bermartabat. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik bersama Kemensos Serahkan Bantuan Langsung ODHIV  Selengkapnya

DPRD Gresik Menetapkan 3 Ranperda Inisiatif yang Berdampak Peningkatan PAD & Pelayanan Publik 

GRESIK,1minute.id –  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik  menggelar dua kali Rapat Paripurna di ruang Paripurna DPRD Gresik pada pada Kamis, 26 Februari 2026. Rapat pertama tentang Penetapan Perubahan Propemperda Kabupaten Gresik Tahun 2026. 

Rapat kedua tentang Penetapan Tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Gresik Hasil Fasilitasi Gubenur Jawa Timur. Kedua rapat itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir dihadiri tiga Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim, Mujid Riduan dan Luthfi Dhawam serta Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. 

Tiga Ranperda yang ditetapkan meliputi yakni Ranperda tentang Pengelolaan Pemakaman, Ranperda tentang Pelayanan Publik, dan Ranperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah Kabupaten Gresik.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Gresik Khoirul Huda mengatakan, laporan Bapemperda terkait penetapan Ranperda hasil fasilitasi dari Gubernur Jawa Timur.

Huda menjelaskan bahwa tiga Ranperda tersebut telah disempurnakan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sesuai hasil fasilitasi Gubernur Jawa Timur. Ia menambahkan, penetapan ini merupakan tindak lanjut dari surat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur terkait hasil fasilitasi terhadap ketiga Ranperda tersebut. 

Menindaklanjuti surat hasil fasilitasi tersebut, Bapemperda DPRD bersama perangkat daerah terkait dan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik telah melaksanakan rapat penyelarasan guna memastikan substansi dan redaksional aturan telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Dengan telah terpenuhinya seluruh tahapan pembentukan peraturan daerah, maka ketiga Rancangan Peraturan Daerah tersebut secara substansi dan prosedural telah memenuhi ketentuan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Kabupaten Gresik,” kata Huda.

Pihaknya berharap, Huda melanjutkan, setelah resmi ditetapkan menjadi Peraturan Daerah, Pemerintah Kabupaten Gresik dapat segera menindaklanjuti dengan penyusunan peraturan pelaksana agar implementasi di lapangan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Gresik.

Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, menyampaikan rapat paripurna berlangsung lancar dan menjadi bagian dari komitmen DPRD bersama Pemerintah Daerah dalam memperkuat regulasi serta meningkatkan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Gresik.

3 Ranperda Berfokus Peningkatan PAD & Layanan Publik

DPRD Gresik menggelar Rapat Paripurna Penetapan 3 Ranperda di ruang Paripurna DPRD Gresik pada Kamis, 26 Februari 2026 ( Foto : itl
(ki-ka) Wakil Ketua DPRD Gresik Luthfi Dhawam, Ahmad Nurhamim dan Wakil Ketua Komisi I DPRD Gresik Elvita Yulianti saat konferensi pers di ruang rapat Ketua DPRD Gresik pada Kamis, 26 Februari 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Usai rapat penetapan dua agenda penting itu, dilanjutkan dengan Konferensi Pers di ruang rapat pimpinan DPRD Gresik. Konferensi pers dihadiri oleh dua Wakil Ketua DPRD Gresik yakni Ahmad Nurhamim dan Luthfi Dhawam serta Wakil Ketua Komisi I (Bidang Hukum dan Pemerintahan) DPRD Gresik Elvita Yulianti.

Ahmad Nurhamim mengatakan tiga Perda inisiatif baru dan penyesuaian/perubahan Propemperda 2026 ini semuanya adalah inisiatif DPRD Gresik ini bertujuan mengoptimalkan pendapatan daerah dan pelayanan masyarakat. Perda berfokus pada pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), pemakaman dan peningkatan pelayanan publik.

Nurhamim mengatakan, saat ini ada tiga sumber pendapatan bagi Pemkab Gresik dalam menjalankan roda pemerintahan.  Tiga sumber pendapatan itu berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) ; Pendapatan Transfer dan lain-lain Pendapatan yang Sah. Pemerintah pusat, saat ini tidak lagi mengucurkan anggaran “fresh money” tapi berfokus anggaran kegiatan. 

DPRD Gresik fokus menetapkan Ranperda yang berdampak pada peningkatan PAD melalui optimalisasi aset BMD yang sebelumnya banyak terlantar. ” Ada 1.065 hektar aset tanah pemerintah daerah baik lahan siap pakai, bentuk telaga dan lainnya. Lahan ini kami dorong untuk dioptimalkan sehingga bisa meningkatkan PAD,” ujar Nurhamim. 

Ia mencontohkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Gresik Properti semula diproyeksikan mampu mengoptimalkan Barang Milik Daerah (BMD) yang berupa tanah atau bangunan. Manajemen Gresik Properti ini kita proyeksi bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah. “Kalau jalan (Gresik Properti) bisa menjadi salah satu jalan alternatif pembiayaan pembangunan,” ujar Nurhamim. 

Apalagi saat ini, ada pergeseran mindset kebijakan pemerintah pusat yang selama ini cash transfer menjadi transfer program. “Kita harus berinovasi, mengembangkan potensi dan yang paling lagi konsolidasi antar OPD dengan satu tujuan bersama,” katanya. 

Terkait perda pemakaman, Nurhamim mencontohkan, saat ini mulai banyak pengembang perumahan skala kecil. “Apakah pengembang kluster rumah 50 unit dan seterusnya juga telah menyiapkan fasum untuk pemakaman. Kami khawatir kejadian ada penghuni perumahan yang meninggal, Desa menolak karena pemakaman itu aset pemerintah desa,” katanya. (*/adv)

Editor : Chusnul Cahyadi 

DPRD Gresik Menetapkan 3 Ranperda Inisiatif yang Berdampak Peningkatan PAD & Pelayanan Publik  Selengkapnya