238 Proyek Konstruksi di Gresik Jadi Sorotan, Pemkab Wajibkan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Saat ini ada 238 pekerjaan konstruksi di Kabupaten Gresik yang menjadi perhatian.

Setiap pekerja yang terlibat dalam proyek pemerintah, termasuk yang bekerja melalui penyedia jasa, didorong untuk mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ikhtiar itu dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Akselerasi Universal Coverage Jamsostek melalui Perlindungan Pekerja Jasa Konstruksi dan Mitra OPD bertema “Menguatkan Sinergi Lintas Sektor demi Perlindungan Tenaga Kerja dan Kepatuhan Regulasi di Kabupaten Gresik.”

Sekda: Kepesertaan BPJS Wajib Dipastikan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan, perlindungan jaminan sosial merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah. Karena itu, perlindungan perlu dipastikan tidak hanya bagi pekerja di lingkungan pemerintah daerah, tetapi juga mereka yang terlibat melalui penyedia jasa.

“Kalau ada konstruksi, pekerja dari konstruksi dan pekerja yang terlibat dalam proyek pemerintah melalui penyedia jasa, baik konsultan maupun jasa lainnya, ini penting untuk kita dukung. Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaannya harus dipastikan,” ujar Washil pada Kamis, 17 September 2026.

Menurut Sekda, 238 pekerjaan konstruksi itu mencakup pembangunan jalan poros desa, jalan lingkungan dan jalan kabupaten, sektor perumahan dan kawasan permukiman, pembangunan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan Pustu, serta sarana pendidikan.

Banyaknya proyek membuat aspek perlindungan pekerja perlu diperhatikan sejak pelaksanaan hingga proses pembayaran kepada penyedia jasa. “Pada tahapan pembayaran pekerjaan konstruksi, kepesertaan pekerja di perusahaan tersebut harus menjadi perhatian dan dipastikan sesuai dengan ketentuan BPJS Ketenagakerjaan,” tegasnya.

Baru 20 dari 50 OPD Daftarkan Pekerja

Selain pekerja konstruksi, perhatian serupa diberikan kepada tenaga outsourcing, tenaga kebersihan, tenaga keamanan, tenaga pendukung pelayanan, serta pekerja yang terlibat dalam proyek pemerintah melalui penyedia jasa lainnya.

Sekda menegaskan, pemenuhan jaminan sosial bukan hanya tugas satu perangkat daerah. “Ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Tenaga Kerja atau BKPSDM, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Dari sekitar 50 OPD, baru sekitar 20 OPD yang telah menginformasikan atau mendaftarkan tenaga kerjanya kepada BPJS Ketenagakerjaan. Sekda meminta data segera direkonsiliasi.

Kejar Target 55 Persen di 2026

Upaya memperluas perlindungan sejalan dengan target universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan Kabupaten Gresik 55 persen pada 2026.

Untuk mengejar target, Pemkab juga memperluas kepesertaan dari guru ngaji, marbot, penjaga makam, dan pelaku UMKM. Tambahan kepesertaan dari kelompok tersebut mencapai sekitar 13.942 orang.

“Dalam tiga bulan ke depan, ini akan kita maksimalkan untuk mengejar capaian 55 persen. Kemudian pada 2027 targetnya lebih tinggi lagi, dalam RPJMD berada di angka 59 persen,” ujar Sekda.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gresik Purwantono mengatakan masih ada sekitar 100.000 tenaga kerja yang perlu diperluas perlindungannya untuk mendukung target 55 persen tersebut. “Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan universal coverage di Kabupaten Gresik,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

238 Proyek Konstruksi di Gresik Jadi Sorotan, Pemkab Wajibkan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan Selengkapnya

HUT ke-81 PMI di Gresik, Bupati Gus Yani Ajak Kolaborasi Atasi Krisis Air Bersih 

GRESIK,1minute.id – Palang Merah Indonesia (PMI) genap berusia 81 tahun. Di Kabupaten Gresik, peringatan PMI dipusatkan di Lapangan Pusdiklat PMI, Bunder Asri, Kecamatan Kebomas pada Kamis,17 September 2026.

Peringatan dihadiri di antaranya, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo dan  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Pada kesempatan itu, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani mengajak berkolaborasi dengan semua stakeholder untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, khususnya kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah.

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemkab Gresik terus memantau laporan masyarakat terkait wilayah yang mengalami kekeringan. Masyarakat dapat menyampaikan informasi melalui kanal pengaduan pemerintah, termasuk Gresik AKAS 112 dan WhatsApp Lapor Gus.

“Beberapa titik sudah memberikan informasi melalui Gresik AKAS 112 maupun Lapor Gus. Salah satunya kemarin di Kecamatan Balongpanggang,” tuturnya.

Menurutnya, kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah telah diantisipasi melalui kolaborasi antara BPBD, PMI, Baznas, serta berbagai unsur masyarakat. Sejumlah partai politik melalui jajaran di tingkat daerah juga turut membantu distribusi air bersih kepada masyarakat.

“Insyaallah kami sudah mempersiapkan kebutuhan air bersih. Ada BPBD, PMI, Baznas, dan teman-teman dari berbagai partai politik yang juga memberikan bantuan air bersih di wilayah Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Ia menyebut, wilayah yang saat ini membutuhkan perhatian antara lain Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang. Sementara beberapa wilayah lain mulai terantisipasi dengan adanya layanan air perpipaan.

Dari sisi anggaran, ia memastikan dukungan untuk penanganan kebutuhan air bersih masih tersedia. Pemkab Gresik juga telah menambah alokasi anggaran melalui perubahan APBD untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

“Alhamdulillah anggaran masih cukup. Di P-APBD kemarin juga ada tambahan untuk kebutuhan air bersih di musim kemarau ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo menekankan pentingnya kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Ia meminta PMI di kabupaten dan kota memastikan personel dan posko selalu siap serta memperkuat koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait.

“Kesiapan relawan harus lebih baik dan lebih handal. Kalau terjadi pengungsian, yang paling utama adalah membantu dapur umum, kemudian evakuasi dan kebutuhan lainnya,” ujar Imam.

Ia juga mengingatkan masyarakat dan relawan untuk mengikuti informasi resmi BMKG terkait perkembangan cuaca dan potensi bencana. “Kesiapan relawan dan kesiapan anggota kita harus selalu siap. Kita bersama-sama dengan instansi terkait dan BPBD akan bisa bergerak bersama-sama,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

HUT ke-81 PMI di Gresik, Bupati Gus Yani Ajak Kolaborasi Atasi Krisis Air Bersih  Selengkapnya

Satlantas Polres Gresik dan Subdenpom Kolaborasi Gelar Coaching Clinic Keselamatan Berkendara

GRESIK,1minute.id – Keselamatan berkendara menjadi perhatian Satlantas Polres Gresik bersama Subdenpom V/4-2 Gresik. Dua institusi itu berkolaborasi menggelar coaching clinic dan safety riding untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan berkendara aman bagi para personel.

Safety Riding dan Coaching Clinic bersama jajaran Subdenpom V/4-2 Gresik Denpom V/4 Surabaya digelar di Aula Makodim 0817/Gresik pada Rabu, 16 September 2026. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro, mewakili Kasat Lantas Polres Gresik AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie.

Kegiatan yang juga melibatkan sejumlah pihak terkait, di antaranya Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, Jasa Raharja Gresik, serta Supervisor diler mobil di Gresik. Sinergi lintas instansi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam membangun budaya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.

Ditempat terpisah Kasat Lantas Polres Gresik AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie mengatakan, Safety Riding dan Coaching Clinic tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga membekali para peserta dengan keterampilan praktis dalam menghadapi berbagai situasi di jalan raya.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel jajaran Subdenpom V/4-2 Gresik memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai keselamatan berkendara, serta mampu menerapkan budaya tertib dan aman berlalu lintas, baik dalam pelaksanaan tugas maupun kegiatan sehari-hari,” ujar AKP Hariyazie.

Kanit Kamsel Ipda Andreas Dwi Anggoro bersama tim memberikan materi mengenai berbagai aspek keselamatan berkendara. Mulai dari pentingnya pemeriksaan kondisi dan kelayakan kendaraan sebelum digunakan, penggunaan perlengkapan keselamatan sesuai standar, hingga penerapan teknik berkendara yang aman dan antisipatif atau defensive driving.

Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik dan simulasi safety riding. Para personel mendapatkan edukasi secara langsung mengenai cara berkendara yang benar, aman, serta mampu mengantisipasi potensi bahaya selama berada di jalan raya.

Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Gresik berharap pemahaman keselamatan berlalu lintas dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh personel, baik saat menjalankan tugas maupun dalam aktivitas sehari-hari.

Kolaborasi Polri, Subdenpom V/4-2 Gresik, Dishub, Jasa Raharja, dan pihak swasta ini sekaligus menjadi langkah bersama untuk memperkuat budaya tertib berlalu lintas. Para personel diharapkan tidak hanya menjaga keselamatan diri sendiri, tetapi juga mampu menjadi contoh dan pelopor keselamatan berlalu lintas di tengah masyarakat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Satlantas Polres Gresik dan Subdenpom Kolaborasi Gelar Coaching Clinic Keselamatan Berkendara Selengkapnya

Wabup Alif : Agen Perlinsos Harus Objektif, Jangan Sampai Warga Miskin Tak Masuk Data

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai menyiapkan pelaksanaan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Program anyar ini akan melibatkan masyarakat dalam proses pendataan penerima bantuan sosial.

Gagasan ini dibahas dalam rapat koordinasi Program Perlindungan Sosial Digital di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 16 September 2026.  Program yang mendorong transformasi bantuan sosial melalui data yang lebih terintegrasi, akses yang lebih mudah, serta penyaluran yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat rentan.

Tahap awal dimulai dari pembentukan agen Perlinsos yang berasal dari berbagai unsur yang dekat dengan masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, kader, pendamping sosial, aparatur pemerintah daerah, serta mitra yang telah memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, keterlibatan organisasi kemasyarakatan dipilih karena sejumlah organisasi memiliki jaringan dan struktur hingga tingkat bawah. Jaringan tersebut dinilai dapat membantu pemerintah menjangkau warga yang selama ini belum masuk dalam data perlindungan sosial.

“Kami berharap agen yang dipilih benar-benar memiliki rasa tanggung jawab dan memahami kondisi masyarakat di lingkungannya. Jangan sampai warga yang memang membutuhkan justru belum masuk data,” kata dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Menurutnya, agen Perlinsos nantinya memiliki dua peran utama, yakni membantu mendaftarkan masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial dan menjalankan mekanisme sanggah terhadap penerima bantuan yang dinilai sudah tidak memenuhi syarat. Kedua tugas tersebut memang tercantum sebagai kewenangan agen dalam materi program Perlinsos Digital.

Wabup Alif menegaskan, mekanisme tersebut bukan untuk menggantikan jalur pendataan formal pemerintah, melainkan melengkapinya melalui partisipasi masyarakat. Pemerintah desa, kecamatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta instansi terkait tetap menjalankan kewenangannya sesuai prosedur.

“Prinsipnya harus objektif, bukan subjektif. Agen bukan penentu kelayakan penerima bantuan. Agen membantu pendataan, memberikan informasi, mendampingi masyarakat, dan menyampaikan sanggahan sesuai mekanisme,” ujarnya.

Ia juga meminta agen tidak menarik pungutan maupun menjanjikan bantuan kepada masyarakat. Edukasi dan pendampingan menjadi bagian penting agar masyarakat memahami proses Perlinsos Digital dan dapat mengikuti prosedur secara benar.

Ia mengatakan, perbaikan data menjadi penting karena jumlah masyarakat yang masuk dalam kelompok Desil 1 sampai Desil 4 di Gresik mencapai 168.909 keluarga atau 530.455 jiwa. Sementara pada periode Juli–September 2026, penerima PKH tercatat 47.048 keluarga dan penerima sembako sebanyak 64.695 keluarga.

“Yang ingin kita lakukan adalah memperbaiki data bersama-sama. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kami meminta kolaborasi seluruh pihak agar data kemiskinan semakin akurat dan bantuan sosial semakin tepat sasaran,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, rapat koordinasi tersebut sekaligus menjadi langkah awal pembentukan tim pelaksana Perlinsos lintas perangkat daerah dan agen Perlinsos di tingkat masyarakat.

Kabupaten Gresik termasuk dalam 114 kabupaten/kota yang menjadi lokasi tahap kedua uji coba Perlinsos Digital. Program tersebut merupakan pengembangan dari uji coba tahap awal yang melibatkan sejumlah daerah di Indonesia.

“Output yang kami harapkan adalah terbentuknya tim pelaksana lintas OPD dan agen Perlinsos. Melalui agen inilah masyarakat yang membutuhkan dapat dibantu untuk masuk dalam proses pendataan dan pengusulan bantuan sosial,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan partisipatif tersebut diharapkan membuat proses pendataan lebih dekat dengan kondisi riil masyarakat. Terlebih, target Perlinsos Digital mencakup keluarga rentan dan berpenghasilan rendah, warga yang belum terdaftar IKD, penerima bantuan sosial yang tidak lagi memenuhi kriteria, serta warga miskin yang belum memiliki IKD.

Tahapan selanjutnya akan mencakup pembentukan tim percepatan pendataan penduduk miskin, peningkatan pendaftaran IKD melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sosialisasi kepada masyarakat, serta bimbingan teknis bagi para agen. Materi rapat menempatkan pembentukan tim pada September dan bimbingan teknis agen pada Oktober.

Melalui skema tersebut, Pemkab Gresik berharap partisipasi masyarakat dapat menjadi penguat bagi sistem perlindungan sosial yang sudah berjalan. Tujuannya bukan sekadar menambah jumlah data, tetapi memastikan data yang digunakan pemerintah semakin mencerminkan kondisi warga di lapangan sehingga intervensi bantuan dapat diberikan secara lebih tepat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Alif : Agen Perlinsos Harus Objektif, Jangan Sampai Warga Miskin Tak Masuk Data Selengkapnya

Satresnarkoba Polres Gresik Gagalkan Pengiriman Paket Vespa Berisi 10 Kilogram Ganja

GRESIK,1minute.id – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik gagalkan pengiriman paket motor Vespa berisi ganja seberat 10,85 kilogram. Barang terlarang puluhan kilogram dimasukkan  dalam bekas tangki BBM dan bagasi motor. 

Kini, polisi memburu pengirim paket tujuan Sulawesi Tengah itu. Menurut polisi kasus ini terbongkar bermula dari kecurigaan pekerja gudang jasa pengiriman barang, ekspedisi kargo di Jalan Raya Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Pekerja itu kemudian melaporkan melalui call center polisi 110 pada Rabu, 9 September 2026. Sejumlah anggota Satresnarkoba Polres Gresik langsung ke gudang ekspedisi. Satu unit Vespa Piaggio kelir cokelat tanpa nomor polisi itu. 

Motor itu sudah dikemas rapi. Dibungkus karton kardus warna coklat. Petugas buka jok motor untuk nemeriksa isi bahan bakar. Tapi, tangki motor ditutup selembar plat besi. Lalu di sekrup empat sisi. Petugas semakin penasaran lalu membuka skrup dengan kunci pas ring. Isinya? Puluhan paket berbentuk persegi panjang. Secara acak petugas membuka bungkusan itu. 

Isinya, daun ganja kering lengkap dengan batangnya. Waka Polres Gresik Kompol Rizki Santoso mengatakan, dari hasil penindakan tersebut polisi mengamankan 30 kantong plastik berisi batang, daun, dan biji kering yang diduga merupakan narkotika jenis ganja.

“Barang bukti yang kami amankan sebanyak 30 kantong plastik berisi tanaman kering yang diduga ganja dengan berat total bruto sekitar 10,858 kilogram,” kata Kompol Rizki Santoso dalam konferensi pers di Mapolres Gresik pada Senin, 15 September 2026. Kompol Rizki didampingi Kasatresnarkoba AKP Ahmad Yani dan Kasi Humas Iptu Hepi Muslih Riza.

Selain ganja, polisi juga menyita satu unit sepeda motor Piaggio Vespa warna cokelat tanpa nomor polisi. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, barang bukti tersebut diketahui berkaitan dengan pengiriman dengan tujuan Provinsi Sulawesi Tengah. Pengirim paket masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Petugas lalu menyita puluhan paket ganja dan satu unit motor Vespa. Polres Gresik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap identitas pengirim dan calon penerima barang haram itu. Penyidik juga akan mengirim barang bukti ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur untuk pemeriksaan serta 

menyiapkan tahapan penyidikan lanjutan, termasuk rekonstruksi dan gelar perkara.

Atas perbuatannya, pelaku bisa dijerat Pasal 114 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo UU No 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana yang berbunyi : setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman melebihi 1 kilogram atau 5 batang pohon; dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun dan/ atau pidana denda paling banyak kategori VI atau Rp  2 miliar ditambah sepertiga.

Kasatresnarkoba Polres Gresik AKP Ahmad Yani menambahkan paket ganja tersebut memang disimpan di dalam vespa untuk dikirim ke Sulawesi. “Barang jenis ganja ini disamarkan di dalam tanki BBM-nya dan di bagasi depan,” jelasnya.

Polres Gresik menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, dengan melaporkan melalui Call Centre 110 dan selain itu Masyarakat juga bisa menghubungi melalui Hotline khusus ‘Lapor Cak Rama’ di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Satresnarkoba Polres Gresik Gagalkan Pengiriman Paket Vespa Berisi 10 Kilogram Ganja Selengkapnya

“Kesiapsiagaan Itu Keren”, BPBD Gresik Ajari Siswa Spenda Gresik Hadapi Bencana

GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) mengikuti penyuluhan Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Alam pada Senin, 14 September 2026. 

Pematerinya, FX Driatmiko Herlambang, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. Seluruh civitas akademika, mulai guru dan sisw kelas VII sampai kelas IX terlihat antusias mengikuti pembelajaran tentang Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Alam untuk Siswa yang dipusatkan di halaman sekolah di Jalan KH Kholil Gresik ini.

Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik rawan bencana hidrometeorologi. Bencana hidrometeorologi ada bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca, air atau iklim ekstrem seperti curah hujan tinggi, banjir dan angin puting beliung. Bencana alam seperti gempa bumi, kali terakhir terjadi pada Jumat, 22 Maret 2024. Gempa magnitudo hingga 6,5 mengguncang wilayah Tuban-Pulau Bawean.

FX Driatmiko Herlambang mengatakan, Kabupaten Gresik dan Jawa Timur tergolong rawan bencana seperti gempa bumi, banjir dan rob, angin puting beliung , kebakaran dan tsunami. Mitigasi bencana sangat penting dilakukan. 

Ada tiga tahapan yang dijelentrehkan oleh Miko, panggilan akrab, F.X Driatmiko Herlambang, tanggap bencana ini. Pertama, sebelum bencana yakni kenali bahaya seperti jalur evakuasi di sekolah atau rumah, titik kumpul aman seperti lapangan, jauh dari gedung dan pohon. Kemudian, siapkan tas siaga bencana di sekolah & rumah.

“Isinya: Air mineral, makanan ringan, obat pribadi, senter, peluit, masker, jas hujan, powerbank, fotokopi KTP/KK, uang tunai,” katanya. Berikutnya, latihan seperti simulasi gempa, evakuasi kebakaran dan Hafalkan nomor penting yakni 112, 119, 110.

Saat terjadi bencana atau tanggap, katanya, tetap tenang, lindungi diri dan cari tempat aman. Ia mencontohkan bencana gempa : jongkok, berlindung di bawah meja dan pegang kaki meja. Bencana banjir : naik ke tempat tinggi, matikan arus listrik dan jangan lewat jembatan. Bagaimana dengan bencana kebakaran: Merangkak, tutup hidung pakai kain basah ; cari jalur evakuasi, jangan pakai lift dan kumpul di titik kumpul.

Tahapan sesudah bencana yakni pemulihan. Apa yang harus dilakukan. Pertama, Cek diri sendiri dan teman. Apakah ada yang luka? ; Jangan langsung pulang. Tunggu informasi resmi dari BPBD/Guru ; Waspada bahaya susulan* – Gempa susulan, kabel listrik putus,  bangunan roboh, berikutnya bantu sesuai kemampuan. “Bisa jadi relawan kecil: bagi air, hibur teman,” ujarnya. 

Pada kesempatan itu, Miko memberikan apresiasi kepada sekolah karena berinisiatif membentengi diri dengan ilmu pengetahuan bencana ini modal dasar untuk usaha awal dalam menghadapi bencana yang kita tidak tau kapan itu terjadi. “Ilmu yang diterima hari ini hendaknya disampaikan pada keluarga dirumah, tetangga maupun teman agar bermanfaat untuk sesama,” ujarnya. 

Mengapa? Sebab, kita tidak  bisa cegah bencana, tapi kita bisa cegah jadi korban.  

“Kesiapsiagaan itu keren,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, ilmu tentang siaga bencana diajarkan kepada siswa Spenda sangat berguna untuk anak-anak dan keluarga mereka yang nantinya akan menjadi bagian dari ikhtiar jika terjadi bencana. “terima kasih BPBD Gresik yang telah merespon cepat kebutuhan sekokah ditengah maraknya isu bencana gempa, sunami dan gunung meletus akhir akhir ini,” kata Salim (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

“Kesiapsiagaan Itu Keren”, BPBD Gresik Ajari Siswa Spenda Gresik Hadapi Bencana Selengkapnya

Pemkab Gresik Matangkan Pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri 5 KM, Anggaran Rp 76 Miliar

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mematangkan rencana pengadaan tanah untuk pelebaran Jalan Raya Menganti-Lakarsantri. Panjangnya  sekitar lima kilometer hingga perbatasan Surabaya. Rencana strategis itu dibahas dalam Ekspose Rencana Pelaksanaan Pengadaan Tanah untuk Pembangunan bagi Kepentingan Umum di Kantor ATR/BPN Provinsi Jawa Timur pada Senin, 14 September 2026.

Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama duet Fandi Akhmad Yani – Asluchul Alif, Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Penguatan konektivitas antarkawasan menjadi bagian dari upaya tersebut, termasuk melalui peningkatan akses yang menghubungkan Gresik dengan Surabaya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan, pelebaran Jalan Menganti, Gresik – Lakarsantri, Surabaya menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat konektivitas kedua wilayah. Akses tersebut juga strategis bagi mobilitas warga Gresik yang bekerja dan beraktivitas di Surabaya maupun wilayah sekitarnya.

“Ruas Menganti menuju Lakarsantri ini menjadi salah satu fokus kita untuk diselesaikan. Harapannya, akses antara Gresik dan Surabaya semakin baik dan masyarakat bisa memanfaatkannya dengan lebih lancar,” ujar Sekda Washil.

Rencana pengadaan tanah mencakup koridor sekitar lima kilometer dengan lebar yang bervariasi antara 7 meter hingga 11 meter. Sejumlah segmen jalan akan dikembangkan dengan lebar berbeda, antara lain sekitar 11 meter untuk ruas Menganti-Lakarsantri. Kemudian,  lebar 8,5 meter untuk Menganti-Kepatihan, dan tujuh meter untuk Menganti-Banjaran

Berdasarkan identifikasi awal, terdapat ratusan bidang tanah yang berpotensi terdampak. Di antaranya 93 bidang pada ruas Menganti-Lakarsantri, 177 bidang di Kepatihan, 67 bidang di Desa Setro, dan 297 bidang di Desa Laban.

Sekda Washil mengatakan proses pengadaan tanah telah memasuki tahapan persiapan. Sosialisasi kepada masyarakat telah dilakukan sejak awal Juli 2026 dan sejauh ini berlangsung kondusif.

Dari sisi pembiayaan, kebutuhan anggaran pengadaan tanah diperkirakan mencapai sekitar Rp 76,022 miliar. Sementara anggaran yang tersedia tahun ini sekitar Rp 6 miliar. Pemkab Gresik menyiapkan penganggaran secara bertahap hingga 2030.

“Anggarannya memang besar. Karena itu kita tuntaskan step by step sesuai kemampuan anggaran dan tahapan yang sudah direncanakan,” ujar Sekda Washil.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dony Novantoro, mengatakan tahapan berikutnya perlu memastikan kembali data bidang, batas tanah, serta kondisi masing-masing bidang. Hal itu penting untuk mengantisipasi bidang yang hanya terdampak sebagian atau menyisakan lahan setelah pelepasan.

“Yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah bidang, tetapi juga batas-batas dan kondisi bidang yang terdampak. Ada kemungkinan bidang yang hanya terdampak sebagian, sehingga perlu diantisipasi sejak awal,” tutur Dony.

Menurutnya, komponen biaya operasional dan kemungkinan persoalan hukum dalam proses pengadaan juga perlu diperhitungkan sejak tahap perencanaan agar pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai ketentuan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Matangkan Pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri 5 KM, Anggaran Rp 76 Miliar Selengkapnya

Hidayah itu Turun, Isa pun Memeluk Agama Islam

GRESIK,1minute.id – Hidayah itu akhirnya datang. Isa, 40 tahun mantap memilih Islam sebagai agama yang diyakininya. Ikrar dua kalimat syahadat lelaki kelahiran Rembang, Jawa Tengah tinggal di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik dilakukan di di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik pada Sabtu,  12 September 2026.

Ikrar mualaf Isa dipimpin Sekretaris MUI Gresik KH. Muhsin Munhamir. Turut hadir Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik Makmun, dan Anggota Komisi Pemberdayaan Ekonomi Syariah H. Rasyid Rasminto.

Sebelum membimbing Isa mengucapkan dua kalimat syahadat, KH. Muhsin Munhamir menyampaikan nasihat tentang hidayah Allah yang mengantarkan seseorang menuju jalan kebenaran.Kiai Munhamir mengingatkan, bahwa seseorang yang memperoleh petunjuk dari Allah tidak akan ada yang mampu menyesatkannya. Sebaliknya, orang yang disesatkan Allah tidak akan mendapatkan petunjuk dari siapa pun.

“Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa disesatkan Allah, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk,” tutur Kiai Munhamir.

Menurutnya, keputusan Isa untuk datang ke Kantor MUI Gresik dan mengikrarkan syahadat merupakan bagian dari perjalanan menuju kebaikan, dan mengajak Isa agar menjadikan momentum tersebut sebagai awal untuk terus belajar dan menjalankan ajaran Islam dengan baik.

“Dari hati nurani menuju agama Islam. Langkah panjenengan dari rumah sampai ke sini termasuk bagian dari ibadah,” ujarnya. Kiai Munhamir juga menyampaikan bahwa setiap orang yang mendapatkan hidayah dan kemudian memilih Islam patut disyukuri. Setelah mengucapkan syahadat, seorang mualaf perlu mendapatkan pendampingan agar semakin mengenal ajaran Islam dan mampu menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kiai Munhamir berpesan agar Isa tidak berhenti pada ikrar syahadat, tetapi terus belajar tentang dasar-dasar keislaman, memperkuat ibadah, serta membangun lingkungan pergaulan yang mendukung prosesnya sebagai seorang muslim.

“Semoga setelah ini panjenengan terus belajar, karena menjadi muslim itu bukan hanya mengucapkan syahadat. Kita harus belajar menjalankan ajaran Islam sedikit demi sedikit,” pesan Kiai Munhamir.

Sementara itu, Isa mengungkapkan bahwa keputusan memeluk Islam lahir dari keyakinan pribadi. Ia menyampaikan tidak ada pihak yang memaksanya untuk memilih Islam. “Yang mendasari saya memilih Islam adalah dari hati nurani saya yang paling terdalam memilih agama Islam,” ungkap Isa.

Ia juga menyampaikan bahwa keyakinannya semakin kuat setelah menemukan pemahaman yang menurutnya memberikan jawaban atas pencarian keagamaannya. Isa menyebut salah satu ayat dalam Al-Quran yang menjadi bagian dari proses tersebut.

“Tidak ada paksaan untuk masuk agama Islam. Saya mendapatkan kebenaran di Surat Al-A’raf ayat 25,” katanya. Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, Isa mengaku merasakan kebahagiaan. Ia berharap dapat menjalani kehidupan barunya sebagai seorang muslim dengan baik dan meminta doa agar diberikan kekuatan dalam mempelajari serta mengamalkan ajaran Islam.

“Rasanya begitu bahagia. Saya juga minta doanya, semoga bisa menjadi muslim yang baik,” ujar Isa. Momentum ikrar tersebut menjadi awal perjalanan Isa untuk mengenal Islam lebih dalam. Dengan bimbingan dan dukungan lingkungan sekitarnya, ia diharapkan dapat menjalani kehidupan sebagai muslim dengan keyakinan, ketekunan, dan terus meningkatkan pemahaman terhadap ajaran agama. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Hidayah itu Turun, Isa pun Memeluk Agama Islam Selengkapnya

PFI Surabaya Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan 5 Jurnalis dan 3 Kru yang Hilang di Selat Sunda

SURABAYA,1minute.id – Pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda pada Senin, 7 September 2026 terus dilakukan. Saat ini memasuki hari ke-6. Kondisi ini membuat sejumlah organisasi wartawan menggelar doa bersama dengan harapan mereka bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Organisasi wartawan yang menggelar doa bersama antara lain Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Surabaya, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Surabaya, dan sejumlah wartawan di Surabaya. Mereka menggelar doa bersama di Taman Apsari, Surabaya, pada Jumat sore, 11 September 2026. Doa bersama dipimpin oleh Humas Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Khoirul Anam sebagai bentuk dukungan agar seluruh jurnalis dan kru kapal tersebut segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Ketua PFI Kota Surabaya Suryanto menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan merupakan aksi, melainkan doa bersama yang dilakukan sebagai bentuk harapan dan kepedulian sesama jurnalis.  “Ini sebenarnya bukan aksi, tapi ini adalah doa bersama untuk lima orang jurnalis dan tiga orang kru yang saat ini masih dalam pencarian. Harapan kami kelima jurnalis dan tiga orang kru ini bisa segera ditemukan dengan selamat,” ujar Suryanto di sela kegiatan.

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari Perum LKBN ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Dalam doa bersama tersebut, para wartawan juga menyalakan lilin sebagai simbol harapan agar kelima jurnalis dan tiga kru kapal segera ditemukan. “Simbol lilin adalah simbol harapan dari kami semua agar kelima jurnalis dan tiga orang rekan kami itu bisa segera ditemukan,” kata Suryanto.

PFI Nasional juga terus berkoordinasi dengan organisasi jurnalis, tim SAR gabungan, serta pihak keluarga untuk memantau perkembangan proses pencarian. Selain berkoordinasi dengan PFI Nasional, komunikasi juga dilakukan dengan media tempat para jurnalis bekerja.

Untuk Firman Daus yang bekerja di Anadolu Agency, Suryanto menyebut pihak media tersebut telah mengetahui kejadian tersebut dan turut melakukan komunikasi dengan Tim SAR dan Basarnas.  “Pihak tempat Mas Daus bekerja sudah tahu dan sudah melakukan pendekatan sendiri kepada Tim SAR dan Basarnas,” ujarnya.

Dorong Keselamatan Jurnalis

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi para jurnalis mengenai pentingnya keselamatan dan mitigasi risiko ketika menjalankan tugas di lapangan, terutama saat meliput wilayah dengan tingkat bahaya tinggi seperti gunung berapi, laut, maupun wilayah konflik.

Suryanto mengatakan jurnalis memang dituntut untuk mendekati objek liputan guna mendapatkan informasi dan visual yang dibutuhkan, namun hal tersebut harus tetap diimbangi dengan perhitungan jarak aman dan mitigasi risiko.  “Sebagai jurnalis, kita memang harus mendekat, tetapi tidak boleh terlalu dekat dan tidak boleh terlalu jauh. Mitigasi risiko itu memang harus dihitung,” katanya.

Menurut Suryanto, kondisi alam tetap memiliki faktor yang tidak selalu dapat diprediksi, meskipun jurnalis telah melakukan berbagai persiapan dan mitigasi sebelum menjalankan tugas.  “Namanya alam juga kita tidak bisa lawan. Mungkin tiba-tiba ada ombak besar, itu kita tidak bisa hitung. Itu yang tidak bisa kita prediksi,” ujarnya. 

Karena itu, PFI Surabaya berencana memperkuat pembekalan keselamatan bagi jurnalis melalui program pelatihan mitigasi risiko bencana yang sebelumnya telah direncanakan organisasi tersebut.

Suryanto mengatakan program tersebut masih dalam tahap persiapan, termasuk mencari materi pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan jurnalis di lapangan. PFI juga mendorong setiap perusahaan media untuk memberikan pembekalan dan sertifikasi keselamatan kepada jurnalis sebelum menugaskan mereka ke wilayah berisiko tinggi.  

“Harusnya sebelum jurnalis diberangkatkan ke peliputan di wilayah konflik, media sendiri sudah membekali dengan sertifikasi-sertifikasi khusus. Jadi yang diberangkatkan adalah orang-orang yang memang sudah memiliki sertifikasi khusus untuk wilayah tersebut,” tuturnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

PFI Surabaya Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan 5 Jurnalis dan 3 Kru yang Hilang di Selat Sunda Selengkapnya

Tambah Pasokan dari Smelter Manyar, Petrokimia Gresik dan Freeport Jaga Keberlanjutan Pupuk Nasional

GRESIK1minute.id – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), bersama MIND ID dan PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkuat sinergi penyediaan bahan baku pupuk untuk menjaga keberlanjutan produksi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Penguatan sinergi tersebut dilakukan melalui rencana peningkatan pasokan asam sulfat dari Smelter Manyar PTFI dibahas dalam pertemuan ketiga perusahaan di Kantor MIND ID, Jakarta pada Rabu, 9 September 2026.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan, Petrokimia Gresik saat ini telah memiliki kerja sama dengan PTFI terkait penyediaan dan penyerapan asam sulfat dari PTFI Smelting untuk periode 2026–2028. Seiring telah beroperasinya Smelter Manyar PTFI, kedua perusahaan terus mematangkan rencana peningkatan kerja sama melalui tambahan pasokan bahan baku tersebut.

“Asam sulfat merupakan salah satu bahan baku utama Petrokimia Gresik selain gas alam. Karena itu, kepastian dan keandalan pasokannya sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pupuk. Tambahan pasokan dari dalam negeri akan semakin memperkuat keandalan produksi pupuk nasional, terutama untuk memenuhi penugasan pemerintah dalam penyediaan Pupuk,” ujar Daconi.

Asam sulfat digunakan dalam rantai produksi sejumlah produk pupuk Petrokimia Gresik, antara lain NPK, SP-36, dan ZA. Karena itu, kepastian pasokan bahan baku tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan operasional dan kontinuitas produksi pupuk untuk mendukung produktivitas pertanian serta ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan hasil pembahasan dalam pertemuan tersebut, Petrokimia Gresik dan PTFI akan menindaklanjuti dan mengupayakan tambahan pasokan asam sulfat dari Smelter Manyar secara bertahap. Selain tambahan pasokan dari Smelter Manyar, Petrokimia Gresik dan PTFI juga membahas keberlanjutan pasokan asam sulfat dari PTFI Smelting.

Penguatan sumber pasokan dari dalam negeri tersebut diharapkan semakin meningkatkan ketahanan rantai pasok bahan baku Petrokimia Gresik. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari mitigasi risiko disrupsi rantai pasok global, termasuk yang dapat dipengaruhi oleh dinamika dan ketegangan geopolitik, sehingga kontinuitas produksi pupuk untuk mendukung ketahanan pangan nasional dapat tetap terjaga.

Daconi menambahkan, kolaborasi Petrokimia Gresik, MIND ID, dan PTFI juga mencerminkan sinergi antarsektor industri dalam memperkuat ekosistem hilirisasi nasional. Produk hasil hilirisasi mineral PTFI dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi industri pupuk yang memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan Indonesia.

Upaya peningkatan sinergi tersebut turut mendapat dukungan MIND ID yang akan memfasilitasi koordinasi tindak lanjut kerja sama PTFI dan Petrokimia Gresik. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong sinergi antar-BUMN, optimalisasi pemanfaatan produk hasil hilirisasi mineral, serta keberlanjutan industri pupuk nasional.

“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana hilirisasi mineral di dalam negeri dapat memberikan manfaat bagi sektor strategis lainnya. Bagi Petrokimia Gresik, sinergi ini memperkuat keandalan pasokan bahan baku sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok di tengah dinamika global. Pada akhirnya, kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat industri nasional, mendukung produktivitas pertanian, dan menjaga ketahanan pangan Indonesia,” pungkas Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tambah Pasokan dari Smelter Manyar, Petrokimia Gresik dan Freeport Jaga Keberlanjutan Pupuk Nasional Selengkapnya