Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Gresik, Juni 2026 Konstruksi Tuntas

GRESIK,1minute.id – Semangat peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 menjadi momentum Pemerintah Kabupaten Gresik untuk mempercepat pembangunan sektor pendidikan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha  serta forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik lainnya meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Racitengah, Kecamatan Siday pada Rabu, 20 Mei 2026. 

Kunjungan kerja Forkopimda Gresik ke Sekolah Rakyat (SR) ini mengusung tema “Dengan Semangat Kebangkitan Nasional ke-118 Segera Kita Wujudkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.”

Agenda diawali dengan pemaparan progres pembangunan oleh perwakilan kontraktor pelaksana dari PT Waskita, Yan. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa proyek Sekolah Rakyat yang dibangun di atas lahan sekitar enam hektar menunjukkan perkembangan signifikan.

“Hingga pertengahan Mei 2026, progres pembangunan fisik telah mencapai 55 persen. Kami optimistis konstruksi utama dapat diselesaikan sesuai target pada Juni 2026,” ujarnya di hadapan Forkopimda Gresik.

Usai menerima pemaparan, rombongan melanjutkan peninjauan lapangan guna memastikan kualitas pembangunan sekaligus melihat secara langsung fungsi dan peruntukan setiap gedung yang tengah dikerjakan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat sebagai program strategis pendidikan dan jaring pengaman sosial bagi masyarakat kurang mampu.

Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik diharapkan menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas. “Kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa mengenyam pendidikan di sekolah yang bagus, representatif, dan memiliki kualitas bertaraf internasional. Jika tidak ada kendala, Juli 2026 kegiatan belajar mengajar sudah bisa dimulai,” tegas Gus Yani.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan komitmen Polri dalam mengawal setiap program strategis pemerintah, khususnya yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat bukan hanya menghadirkan fasilitas pendidikan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul. “Pendidikan merupakan instrumen strategis pembangunan bangsa. Kehadiran Sekolah Rakyat membuka akses dan kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memperkuat fondasi sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” ujar AKBP Ramadhan Nasution. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Gresik, Juni 2026 Konstruksi Tuntas Selengkapnya

JDIH Gresik Berbasis Kecerdasan Buatan Berbuah Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menghadirkan lompatan baru melalui pengembangan ekosistem hukum digital berbasis kecerdasan buatan dalam portal JDIH Gresik.

Penghargaan pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Gedung Negara Gedung Negara Grahadi pada Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam ajang tersebut, Pemerintah Kabupaten Gresik berhasil meraih penghargaan Terbaik II kategori Pemerintah Daerah. Sementara itu, DPRD Kabupaten Gresik turut menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Terbaik I kategori DPRD Kabupaten/Kota.

Kabupaten Gresik menjadi episentrum baru dalam tata kelola layanan hukum digital terbaik di Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menyerahkan langsung penghargaan untuk DPRD Gresik kepada Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir. Sedangkan, penghargaan untuk Pemkab Gresik diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mewakili Bupati Gresik. 

Capaian tersebut menjadi penanda konsistensi Gresik dalam membangun layanan hukum yang tidak hanya tertib administrasi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, transformasi JDIH Gresik kini bergerak lebih jauh dari sekadar pusat dokumentasi produk hukum. Melalui inovasi bertajuk JDIH LexPedia, masyarakat kini dapat mengakses layanan konsultasi hukum, pencarian regulasi, hingga penjelasan pasal pidana langsung dari telepon genggam mereka.

Salah satu fitur utama dalam LexPedia adalah LexA-Gresik, asisten hukum berbasis kecerdasan buatan yang terintegrasi dengan WhatsApp. Kehadiran fitur ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa masyarakat lebih akrab menggunakan aplikasi percakapan dibanding harus membuka dokumen hukum yang panjang dan kaku.

Kini, warga cukup mengetik pertanyaan sederhana melalui WhatsApp untuk mencari informasi terkait peraturan daerah, peraturan bupati, maupun kebijakan lain di Kabupaten Gresik. Sistem akan menelusuri database produk hukum daerah dan memberikan jawaban yang relevan dalam bahasa yang lebih mudah dipahami.

Pendekatan ini membuat layanan hukum menjadi lebih dekat dengan masyarakat, mulai dari kepala desa, pelaku UMKM, mahasiswa, hingga warga umum yang membutuhkan kepastian regulasi tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan.

Tidak berhenti pada pelayanan publik, JDIH LexPedia juga menghadirkan fitur Policy Brief AI, alat bantu penyusunan rumusan kebijakan daerah berbasis kecerdasan buatan. Fitur ini dirancang untuk membantu perangkat daerah menyusun analisis kebijakan secara lebih cepat, sistematis, dan berbasis regulasi yang sahih.

Melalui fitur tersebut, aparatur pemerintah dapat memperoleh draft awal policy brief lengkap dengan identifikasi masalah, landasan hukum, hingga rekomendasi kebijakan. Inovasi ini sekaligus memperkuat arah reformasi birokrasi Pemkab Gresik menuju tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berbasis data.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menyebut penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menghadirkan layanan hukum yang semakin mudah diakses masyarakat.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tetapi pengingat bahwa pelayanan hukum harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi. Kami ingin JDIH benar-benar menjadi ruang pelayanan publik yang terbuka, inklusif, dan mudah dijangkau siapa saja,” ujarnya.

Menurutnya, inovasi dalam JDIH LexPedia juga menjadi bagian dari upaya memperkuat reformasi birokrasi dan transparansi pemerintahan di Kabupaten Gresik. “JDIH hari ini bukan lagi sekadar ruang arsip regulasi. Kami ingin JDIH menjadi pusat pengetahuan hukum sekaligus instrumen pendukung pengambilan kebijakan yang lebih modern dan responsif,” tambahnya.

Fitur lainnya yang turut diluncurkan adalah KUHP-Assistance, asisten AI yang dirancang khusus untuk membantu masyarakat memahami Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru. Pengguna dapat mencari pasal tertentu, meminta penjelasan sederhana, hingga membaca anotasi hukum yang membantu memahami konteks suatu ketentuan pidana.

Kehadiran fitur ini dinilai penting di tengah masih banyaknya masyarakat yang belum memahami perubahan dalam KUHP baru. Bahkan, tidak sedikit aparat maupun perangkat desa yang masih membutuhkan penjelasan praktis terkait implementasi pasal-pasal baru tersebut.

Selain itu, JDIH Gresik juga membuka Ruang Partisipasi, kanal digital bagi masyarakat untuk memberikan masukan terhadap rancangan peraturan bupati sebelum ditetapkan. Kanal ini menjadi upaya memperluas partisipasi publik dalam proses pembentukan regulasi daerah.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak lagi diposisikan hanya sebagai penerima kebijakan, melainkan ikut terlibat dalam proses pembentukannya.Seluruh layanan dalam ekosistem JDIH LexPedia dapat diakses secara gratis melalui JDIH Gresik tanpa perlu membuat akun. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

JDIH Gresik Berbasis Kecerdasan Buatan Berbuah Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur  Selengkapnya

Pokja Bunda PAUD Dikukuhkan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Teladan Orang Tua Sangat Penting untuk Pembentukan Karakter Anak

GRESIK,1minute.id – Bunda PAUD Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali mengukuhkan Tim Kelompok Kerja (Pokja) Kabupaten Gresik periode 2025–2029 di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 20 Mei 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani langsung pengukuhan tim Pokja menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas dan berkarakter.

“Pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas. Masa emas ini sangat menentukan perkembangan anak. Karena itu, peran Bunda PAUD dan Pokja Bunda PAUD sangat strategis dalam memastikan anak-anak mendapatkan stimulasi dan pendidikan terbaik sejak dini,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia pun mengingatkan pentingnya peran orang tua sebagai teladan bagi anak di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan gadget yang semakin masif.

“Anak-anak sekarang melihat apa yang dilakukan orang tuanya. Kalau orang tua terus bermain handphone, anak juga akan mengikuti. Karena itu, orang tua harus memberi contoh yang baik, termasuk dalam penggunaan gadget,” imbuh Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Pendidikan karakter, katanya, tidak hanya dibentuk di lingkungan sekolah, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, nilai sopan santun, etika, disiplin, dan kepedulian sosial perlu ditanamkan sejak usia dini agar anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan berakhlak baik.

“Percuma anak pintar kalau tidak memiliki etika dan sopan santun. Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak baik,” tutur mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Melalui pengukuhan Pokja Bunda PAUD Kabupaten Gresik periode 2025–2029 ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan keluarga semakin kuat dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, etika, dan akhlak generasi penerus sejak usia dini. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pokja Bunda PAUD Dikukuhkan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Teladan Orang Tua Sangat Penting untuk Pembentukan Karakter Anak Selengkapnya

Polres Gresik Sabet Juara 1 kategori Video Terbaik Rampcheck Polres Jajaran Polda Jatim

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik sabet juara 1 kategori Video Terbaik dalam kegiatan inspeksi keselamatan angkutan umum dan pariwisata (Rampcheck) tingkat Polres jajaran Jawa Timur. Pengumuman sang juara dilakukan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Blackspot dan Troublespot serta Kajian Kecelakaan Lalu Lintas Tahun 2026 yang digelar di Hotel Novotel Samator Surabaya pada Selasa, 19 Mei 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Pol Iwan Saktiadi. Dalam kesempatan itu, piagam penghargaan diterima oleh Ipda Andreas yang mewakili Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin.

Polres Gresik dalam Giat Rampcheck pada Operasi Lilin, Operasi Ketupat, dan Operasi Keselamatan 2026 dengan nilai tertinggi 84,00, mengungguli Polres Malang yang memperoleh nilai 82,90 serta Polres Tulungagung dengan nilai 79,43.

Penilaian kategori tersebut dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, meliputi kelengkapan tahapan pengecekan, ketepatan prosedur, inovasi dan kreativitas, kualitas visual dan audio, kejelasan narasi atau informasi, keterlibatan tim dan stakeholder, ketertiban serta profesionalisme, hingga ketepatan format penyajian video.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja sama dan dedikasi seluruh personel Satlantas bersama instansi terkait dalam memastikan keselamatan transportasi umum dan pariwisata di wilayah Kabupaten Gresik.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta pengawasan terhadap keselamatan kendaraan angkutan umum maupun pariwisata. Rampcheck bukan sekadar pemeriksaan administrasi dan teknis kendaraan, tetapi bagian dari upaya mencegah kecelakaan dan melindungi keselamatan masyarakat,” ujar AKP Nur Arifin.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam kegiatan inspeksi keselamatan, sehingga pelaksanaan rampcheck dapat berjalan sesuai prosedur dan memberikan dampak nyata bagi keselamatan berlalu lintas.

Penghargaan ini sekaligus menjadi bukti komitmen Polres Gresik dalam mendukung program keselamatan lalu lintas serta menghadirkan pelayanan yang profesional dan humanis kepada masyarakat. Dengan prestasi tersebut, Polres Gresik diharapkan terus menjadi contoh dalam pelaksanaan inspeksi keselamatan kendaraan angkutan umum dan pariwisata di Jawa Timur. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Polres Gresik Sabet Juara 1 kategori Video Terbaik Rampcheck Polres Jajaran Polda Jatim Selengkapnya

Melawan, Dua dari Tiga Pelaku Pencurian Dihadiahi Timah Panas Resmob Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Kerja keras Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik patut mendapatkan apresiasi. Ada tiga perkara pencurian yang berhasil diungkap oleh kesatuan yang dipimpin oleh AKP Arya Widjaya, Kasatreskrim Polres Gresik. 

Tiga tindak pidana pencurian yakni pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan pemberatan (curat) dan penipuan dengan penggelapan sepeda motor. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution yang merilis langsung hasil ungkap tersebut di Mapolres Gresik dengan menghadirkan sejumlah korbannya. 

Di antaranya, korban curanmor Eko Wahyudi, mengaku lega setelah kasus yang menimpanya berhasil diungkap. “Terima kasih kepada Polres Gresik. Saya mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kendaraannya dan menggunakan kunci ganda,” ujarnya di Mapolres Gresik pada Senin, 18 Mei 2026.

Hal serupa disampaikan Farhan, korban penipuan dan penggelapan sepeda motor. Ia mengapresiasi gerak cepat petugas yang berhasil menangkap pelaku dan mengembalikan motornya. “Terima kasih kepada Polres Gresik, semoga semakin sukses. Untuk masyarakat jangan mudah percaya kepada orang lain. Alhamdulillah motor saya sudah kembali,” katanya.

Sementara itu, Urifan, korban pencurian rumah di wilayah Sidayu, juga menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan polisi mengungkap kasus tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Polres Gresik. Saya juga berpesan kepada masyarakat agar menjaga barang berharganya dan selalu berhati-hati,” ungkapnya.

Urifan, warga Desa Golokan, Kecamatan Sidayu adalah korban pencurian dengan pemberatan pada Jumat, 15 Mei 2026 lalu. Pelakunya, berinisial WN, warga Tulungagung, ditangkap Tim Resmob Macan Giri Polres Gresik di sebuah rumah kos di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, pada Minggu, 18 Mei 2026. Polisi turut mengamankan S yang diduga berperan sebagai penadah barang hasil kejahatan.

Modus pelaku yakni mengincar rumah dalam keadaan sepi. Pelaku mengambil tangga aluminium milik korban, memanjat atap, lalu memecahkan kaca jendela lantai dua menggunakan batu sebelum masuk dan menggasak tiga unit telepon genggam serta uang tunai Rp 1,5 juta. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 8 juta.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit HP Redmi Note 13, tas selempang hitam, dan celana yang dipakai saat beraksi. Kepada penyidik, pelaku mengaku nekat mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi dan utang.

Tersangka WN diketahui merupakan residivis kasus serupa pada 2019 dan diduga pernah beraksi di sejumlah daerah lain seperti Jember, Tulungagung, dan Kediri. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara. Sedangkan penadah dijerat Pasal 591 KUHP tentang penadahan dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.

Kasus berikutnya ialah pencurian sepeda motor di Dusun Geger Wetan, Desa Iker-Iker Geger, Kecamatan Cerme. Pelaku berinisial MS alias Zazuli, warga Surabaya, ditangkap Unit Resmob pada Kamis, 14 Mei 2026 di wilayah Menganti. Saat penangkapan, pelaku melakukan perlawanan sehingga petugas mengambil tindakan tegas terukur. Satu pelaku lain berinisial S masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Peristiwa bermula saat korban memarkir sepeda motor Honda Scoopy merah hitam nomor polisi W 5096 FG di halaman rumah dengan kunci masih tertinggal di dashboard. Beberapa menit kemudian kendaraan diketahui hilang dengan kerugian sekitar Rp 17 juta.

Modus pelaku ialah berjalan kaki mencari sasaran kendaraan yang lengah, memantau situasi, lalu membawa kabur motor yang kuncinya masih tertancap. Polisi turut menyita barang bukti berupa Honda Beat, kunci T, tas, topi, dan pakaian yang digunakan pelaku.

MS diketahui merupakan residivis kasus curanmor dan diduga terlibat aksi serupa di beberapa lokasi di Gresik dan Surabaya. Tersangka dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara, sementara kendaraan korban masih dalam proses pencarian.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan pihaknya akan terus berkomitmen menjaga keamanan wilayah dan meminta masyarakat lebih waspada terhadap berbagai bentuk tindak kejahatan.

“Polres Gresik akan terus berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami mengimbau warga agar lebih waspada, tidak meninggalkan kunci kendaraan, tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal, serta segera melapor apabila mengetahui adanya tindak pidana,” tegasnya. Anda dapat menghubungi hotline dan layanan pengaduan Polres Gresik melalui nomor Call Center 110 atau Lapor Kapolres (Cak Rama) di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Melawan, Dua dari Tiga Pelaku Pencurian Dihadiahi Timah Panas Resmob Polres Gresik  Selengkapnya

Elang Jawa yang menjadi Lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila Ditemukan Terluka di Gresik

GRESIK,1minute.id – Seekor burung Elang Jawa terkapar di area persawahan di Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Senin, 18 Mei 2026.

Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang menjadi lambang negara Indonesia,  Garuda Pancasila pada bagian sayapnya mengalami luka-luka. Belum diketahui secara pasti penyebab, burung langka yang dilindungi itu terluka sehingga tidak kuat untuk terbang dan terjatuh dari angkasa.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik pun turun tangan untuk melakukan penyelamatan burung Elang yang menjadi lambang negara Republik Indonesia itu. Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkamat) Gresik Suyono, pihaknya menerima laporan seorang warga bernama Sucipto, warga Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti menemukan seekor burung Elang yang jatuh karena terluka pada Senin, 18 Mei 2026 sekitar pukul 18.10 WIB. 

Melihat burung Elang itu terluka bagian sayap, pelapor kemudian membawa pulang selanjutnya melaporkan ke Pos Damkar di Kecamatan Menganti. Sebanyak empat petugas piket menuju rumah Cipto. Elang Jawa itu terlihat sangat kesulitan bergerak. Di bagian sayap masih terlihat ada bercak warna merah yang diduga darah. 

Meski, burung Elang tidak bisa terbang. Petugas rescue Damkar membutuhkan waktu lebih dari 20 menit untuk proses evakuasi. “Karena Elang Jawa, burung yang dilindungi kami sangat hati-hati,” kata Suyono. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Elang Jawa yang menjadi Lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila Ditemukan Terluka di Gresik Selengkapnya

Diduga Melakukan Pengeroyokan Pelajar, Delapan Pemuda Gresik “Dijemput” Polisi Dirumahnya

GRESIK,1minute.id – Delapan oknum suporter diciduk oleh tim Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polres Gresik di rumahnya masing-masing. Semuanya warga Kabupaten Gresik. Polisi membutuhkan waktu dua hari yakni Sabtu dan Minggu, 16-17 Mei 2026 untuk “menjemput” mereka.

Mereka ditangkap oleh anak buah AKP Arya Widjaya, Kasatreskrim Polres Gresik karena diduga melakukan pengeroyokan terhadap seorang pelajar asal Surabaya di salah satu minimarket waralaba di Jalan Veteran, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Minggu, 3 Mei 2026 lalu.

Menurut keterangan polisi, kejadian pengeroyokan terjadi pada Minggu, 3 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban berinisial A.R, pelajar asal Surabaya bersama tiga rekannya hendak nongkrong dan membeli rokok. Namun mereka tiba-tiba didatangi sekitar belasan orang tak dikenal. Tiga rekan korban berhasil menyelamatkan diri ke dalam minimarket.

Sedangkan korban menjadi sasaran pengeroyokan hingga mengalami luka dan harus menjalani perawatan medis. Para tersangka diduga merupakan oknum suporter sepak bola yang mengira korban berasal dari kelompok suporter lawan yang sebelumnya diduga melakukan pelemparan bondet.

Masih menurut polisi, masing-masing pelaku memiliki peran berbeda, mulai dari memukul, menendang, menyeret korban, memukul menggunakan helm serta papan parkir hingga merusak kendaraan. Polisi mengamankan barang bukti berupa delapan telepon genggam, tiga helm, jaket, buff, serta rekaman CCTV.

Para tersangka dijerat Pasal 262 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait kekerasan secara bersama-sama di muka umum dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara atau denda kategori V.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan pihaknya akan terus berkomitmen menjaga keamanan wilayah dan meminta masyarakat lebih waspada terhadap berbagai bentuk tindak kejahatan. Anda dapat menghubungi hotline dan layanan pengaduan Polres Gresik melalui nomor Call Center 110 atau Lapor Kapolres (Cak Rama) di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Diduga Melakukan Pengeroyokan Pelajar, Delapan Pemuda Gresik “Dijemput” Polisi Dirumahnya Selengkapnya

Resmob Polres Gresik Gerebek Arena Sabung Ayam di Wringinanom, 6 Pelaku & 7 Ekor Ayam Diamankan

GRESIK,1minute.id – Reserse Mobile Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik gerebek arena judi sabung ayam di Desa Sumengko, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik.  Sebanyak enam orang, tujuh ekor ayam dan delapan unit sepeda motor diamankan. Berikutnya, telepon genggam, kurungan ayam, kiso ayam, karpet, serta perlengkapan arena lainnya. Dari pemeriksaan awal, para terduga mengakui terlibat perjudian dengan taruhan uang.

“Uang taruhan berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu,” ujar Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution didampingi Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya, Kanit Resmob Polres Gresik Ipda Andi Muh Asyraf Gunawan dan Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza dalam konferensi pers di Mapolres Gresik pada Senin, 17 Mei 2026.

Arena sabung ayam di Desa Sumengko ini ditengarai cukup lama berlangsung. Peserta tidak hanya dari Kecamatan Wringinanom. Ada dari Kecamatan Cerme hingga Surabaya. Namun, baru terungkap pada Minggu, 17 Mei 2026 setelah ada warga yang merasa terganggu aktivitas judi sabung ayam itu melapor melalui call center 110 Polres Gresik. 

Berdasarkan laporan itu, tim Resmob Satreskrim Polres Gresik bergerak menuju tempat kejadian sekitar pukul 14.00 WIB. Kedatangan polisi membuat para pelaku sabung ayam maupun penonton semburat melarikan diri. “Enam orang kami amankan. Mereka dari Wringinanom, Cerme dan Surabaya,” kata alumnus Akpol 2007 itu. 

Para pemain judi dijerat Pasal 427 KUHP 2023 dengan ancaman pidana maksimal tiga tahun penjara atau denda hingga Rp 50 juta. Sementara pihak penyelenggara dapat dikenakan Pasal 426 KUHP dengan ancaman pidana maksimal sembilan tahun penjara atau denda hingga Rp 1 miliar. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Resmob Polres Gresik Gerebek Arena Sabung Ayam di Wringinanom, 6 Pelaku & 7 Ekor Ayam Diamankan Selengkapnya

Polres Gresik Sinergi Lintas Sektor Panen Raya Jagung 80 Ton di Panceng

GRESIK,1minute.id –  Polres Gresik melakukan panen raya jagung di lahan Perhutani Desa Prupuh, Kecamatan Panceng pada Sabtu, 16 Mei 2026. Panen raya kuartal II untuk mendukung program ketahanan pangan nasional di lahan seluas 20 hektar menghasilkan 80 ton jagung menjadi bukti keberhasilan sinergi Polri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab), BUMN, dan masyarakat dalam memperkuat swasembada pangan.

Polres Gresik menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II sekaligus mengikuti Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri dan Launching Operasional 166 Sentra Pelayanan Pertanian Guna mendukung satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Polri.

Kegiatan yang berlangsung di lahan Perhutani Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik tersebut digelar dan terhubung melalui Zoom Meeting terpusat di Kabupaten Tuban. Acara berlangsung dengan suasana penuh semangat kebersamaan dan sinergi lintas sektor.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, hadir langsung didampingi Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, jajaran Pejabat Utama Polres Gresik, serta Pengurus Bhayangkari Cabang Gresik. Turut hadir pula sejumlah perwakilan instansi terkait, mulai dari Perhutani, Dinas Pertanian, PT Petrokimia Gresik, Forkopimcam Panceng, hingga pemerintah desa dan kelompok tani setempat.

Panen raya tersebut menghasilkan sekitar 80 ton jagung dari lahan seluas 20 hektar yang ditanam sejak 14 Februari 2026. Dengan masa tanam selama empat bulan dan penggunaan benih sebanyak empat kwintal, hasil panen dinilai sangat produktif dan menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, BUMN, serta masyarakat tani.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pangan merupakan bagian dari dukungan terhadap program strategis nasional menuju swasembada pangan.

“Polres Gresik mendukung penuh program pemerintah dalam swasembada pangan. Melalui panen raya ini, kita melihat hasil nyata dari kolaborasi antara Polri, Perhutani, Dinas Pertanian, pihak swasta, dan tentunya kelompok tani setempat,” ujarnya.

Tak hanya melakukan panen bersama, Polres Gresik juga menyalurkan bantuan stimulus pertanian kepada kelompok tani Desa Prupuh. Bantuan tersebut berupa 15 kilogram bibit jagung, 50 kilogram pupuk NPK, dan 50 kilogram pupuk urea yang diharapkan mampu menunjang produktivitas pertanian pada musim tanam berikutnya.

Kehadiran Polres Gresik dalam program ketahanan pangan ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif mendorong kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian dan pangan nasional. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Polres Gresik Sinergi Lintas Sektor Panen Raya Jagung 80 Ton di Panceng Selengkapnya

Olah Sekam Padi jadi Komoditas Ekspor, UMKM Binaan Polres Gresik Mendunia jadi Atensi Kapolri

GRESIK,1minute.id –  Limbah pertanian yang selama ini dianggap tak bernilai, di tangan kreatif pelaku usaha lokal justru berubah menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi. Inovasi itu ditunjukkan PT Aji Bakuh Anugrah (ABA), UMKM binaan Polres Gresik yang sukses mengolah sekam padi dan limbah organik menjadi produk ramah lingkungan berdaya saing internasional.

Keberhasilan tersebut menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Jawa Timur pada Jumat, 15 Mei 2026. Di sela agenda peninjauan kesiapan pengamanan kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto di Museum Marsinah, Kapolri bersama jajaran Mabes Polri dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto turut mengapresiasi langkah pembinaan ekonomi kerakyatan yang dilakukan Polres Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution yang mendampingi langsung kunjungan tersebut menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu tumbuh secara ekonomi melalui sektor usaha produktif.

PT ABA sendiri berhasil menembus pasar mancanegara lewat dua produk unggulannya, yakni arang sekam (bio-carbon) dan feedmeal. Produk tersebut diolah dari limbah pertanian yang melimpah di wilayah agraris menjadi bahan bernilai tinggi untuk kebutuhan industri dan peternakan global.

Pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku utama dinilai menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekonomi berbasis keberlanjutan. Limbah yang sebelumnya terbuang kini diubah menjadi produk biomass, material insulasi industri baja, hingga pakan ternak alternatif yang diminati pasar luar negeri.

Tak hanya mengandalkan inovasi, PT ABA juga mampu menjaga kualitas produk sesuai standar internasional. Produk mereka disebut telah memenuhi spesifikasi pasar Jepang, Korea Selatan hingga Timur Tengah, baik dari sisi kadar air, kualitas karbon, maupun kandungan nutrisi untuk kebutuhan pakan ternak.

Keunggulan lainnya terletak pada efisiensi distribusi. Lokasi Gresik yang dekat dengan Pelabuhan Tanjung Perak memberikan keuntungan logistik sehingga pengiriman ekspor dapat dilakukan lebih cepat dan kompetitif.

Selain itu, legalitas ekspor yang lengkap seperti Certificate of Origin (COO) turut meningkatkan kepercayaan pembeli internasional terhadap produk asal Gresik tersebut.

Direksi PT ABA mengungkapkan bahwa meningkatnya tren penggunaan produk ramah lingkungan di berbagai negara menjadi peluang besar bagi industri berbasis limbah organik.

“Kami mengolah bahan organik bernutrisi menjadi pakan ternak berkualitas. Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi bagaimana limbah pertanian Indonesia mampu menjadi solusi bagi ketahanan pangan dan energi global,” ujar perwakilan PT ABA.

Keberhasilan UMKM binaan Polres Gresik ini menjadi bukti bahwa inovasi lokal mampu bersaing di tingkat dunia. Di tengah isu keberlanjutan yang terus menguat, langkah mengubah limbah menjadi produk bernilai ekspor tidak hanya mendatangkan keuntungan ekonomi, tetapi juga membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Olah Sekam Padi jadi Komoditas Ekspor, UMKM Binaan Polres Gresik Mendunia jadi Atensi Kapolri Selengkapnya