Diskoperindag Gresik Gelar Workshop UMKM Naik Kelas, Mimpikan Festival Nasi Kotak Khas Gresik
GRESIK,1minute.id – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik menggelar Workshop “UMKM Naik Kelas” melalui Publik Relations dan Jurnalistik di Ruang Retno Swari Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 17 Juli 2026.
Workshop diikuti puluhan entrepreneur Binaan Diskoperindag Gresik dan perwakilan mahasiswa dari Universitas Gresik (Unigres) berlangsung gayeng. Selama hampir tiga jam workshop terasa lebih sangat cepat. Narasumber yakni Didik Hendri dan Chusnul Cahyadi. Antusiasme peserta yang mayoritas kaum hawa ini sangat luar biasa. Mereka tidak hanya menjadi peserta. Mereka bahkan saling memotivasi, siap berkolaborasi untuk tumbuh dan naik Kelas.
Peserta workshop memiliki berbagai jenis usaha. Mulai tas rajut, warung kopi, katering dan makanan dan minuman memiliki pengalaman yang berbeda-beda.
Plt Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro di Diskoperindag Gresik Rian Pramana Suwanda mengatakan, UMKM yang hebat bukan hanya memiliki produk berkualitas, tetapi juga mampu membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang efektif. “Workshop ini menjadi langkah strategis agar UMKM semakin dikenal, dipercaya, dan mampu naik kelas,” ujar Rian Pramana Suwanda.
Sementara itu, Didik Hendriyono yang tampil perdana dengan materi bertajuk “Peran Penting Public Relations & Jurnalistik Antarkan Pelaku UMKM Naik Kelas: Membangun Reputasi, Kepercayaan, dan Hubungan dengan publik”.
Dalam kesempatan tersebut, mantan Ketua Komunitas Wartawan Gresik (KWG) ini memaparkan, bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Public Relation (PR) adalah strategi komunikasi kunci untuk membangun kredibilitas dan loyalitas pelanggan. PR bukan soal anggaran iklan yang besar, melainkan tentang bagaimana pelaku usaha menceritakan nilai autentik produk secara konsisten dan menjalin interaksi personal dengan masyarakat.
Bagaimana caranya pelaku UMKM bisa dikenal luas tanpa harus mengeluarkan biaya promosi besar? Jawabannya sederhana: dengan menjadi Public Relations (PR) bagi usahanya sendiri. Ia pun mencontohkan bagaimana karya tulisannya yakni “Telisik Hati” bisa merebut hati pembaca sehingga bisa terjual lebih dari 3 ribu buku.
“PR bukan hanya milik perusahaan besar. Justru pelaku UMKM-lah yang paling membutuhkan keterampilan komunikasi publik agar produknya bisa dipercaya dan diterima masyarakat,” kata Pimpinan Redaksi Media Online Bumi Nusantara News/BN News ini.
Membangun citra usaha, ia melanjutkan, bukan sekadar memasang iklan, melainkan tentang menjalin hubungan dan kepercayaan. Langkah pertama bisa dimulai dari hal sederhana: berinteraksi dengan media. Media itu sekarang terbagi dua, ada mainstream media seperti TV dan koran, dan ada digital media seperti akun-akun sosial. Pelaku UMKM bisa mulai dari situ, misalnya kirim pesan, kirim foto produk, atau sekadar memperkenalkan diri.

Dan kunci utama dalam komunikasi publik adalah konsistensi. Jangan menyerah jika belum direspons. Terus saja rutin kirim informasi atau update produk. Lama-lama mereka akan kenal dan percaya. Dengan cara itu, UMKM dapat menumbuhkan kredibilitas dan mulai membangun kehadiran digital yang kuat.
Sementara itu, Chusnul Cahyadi, dari media online 1minute.id menyampaikan materi berjudul “Storytelling & Jurnalistik Digital: Menulis Cerita UMKM yang Menarik Media dan Konsumen”. Menurutnya, jurnalistik untuk Usaha Mikro dan menengah (UMKM) sangat diperlukan karena bermanfaat untuk menjadi lebih dikenal masyarakat. “Pemanfaatan teknik reportase dan penulisan berita untuk mempromosikan produk, mendokumentasikan pencapaian, serta menarik perhatian media massa. Ini menjembatani pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas,” ujarnya penulis sejumlah buku ini.
Usai penyampaian materi dari kedua narasumber tersebut, para Pelaku UMKM Binaan Diskoperindag Kabupaten Gresik ini sangat antusias bertanya, berdiskusi, menyampaikan pengalaman dan berbagai usulan untuk kebaikan bersama demi berjuang bersama-sama dengan harapan besar UMKM yang dikelolanya saat ini semakin dikenal, dipercaya, dan mampu naik kelas.
Diantara mimpi pengusaha makanan adalah adanya festival nasi kotak khas Gresik. “Selama ini, belum ada momen khusus untuk festival nasi kotak khas Gresik,” kata seorang peserta. (yad)
Editor : Chusnul Cahyadi
Diskoperindag Gresik Gelar Workshop UMKM Naik Kelas, Mimpikan Festival Nasi Kotak Khas Gresik Selengkapnya

